Kanal24, Malang – Di tengah padatnya rangkaian Raja Brawijaya Candrasena 64, kesehatan mahasiswa baru menjadi salah satu perhatian panitia. Sejak kegiatan berlangsung, Divisi Kesehatan disiagakan untuk merespons mahasiswa baru yang mengalami keluhan seperti pusing, mual, lemas, hingga kondisi kurang sehat lainnya.
Staf Divisi Kesehatan Raja Brawijaya Candrasena 64, Najuana Indie Meylana, mengatakan tim kesehatan dituntut bergerak cepat ketika menemukan mahasiswa baru yang membutuhkan bantuan selama kegiatan.
Menurutnya, Divisi Kesehatan telah menyiapkan sejumlah staf dan posko kesehatan di beberapa titik untuk memberikan penanganan sekaligus memastikan mahasiswa baru tetap merasa aman selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Baca juga:
Gerbang UB Ditutup Saat PKKMB, Ini Akses untuk Warga Kampus

Mual dan Pusing Jadi Keluhan yang Sering Dialami
Selama bertugas dalam rangkaian Raja Brawijaya 2026, Najuana menyebut mual dan pusing menjadi keluhan yang paling sering dialami mahasiswa baru.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena rangkaian kegiatan mahasiswa baru berlangsung sejak pagi hingga sore. Aktivitas yang cukup padat membuat mahasiswa perlu menjaga kondisi tubuh agar tetap fit selama mengikuti seluruh agenda.
Divisi Kesehatan juga telah melakukan langkah antisipasi sebelum rangkaian kegiatan dimulai. Mahasiswa baru diingatkan untuk tidur cukup, mempersiapkan perlengkapan sejak awal agar tidak terburu-buru, serta menjaga pola makan.
Mahasiswa baru juga diimbau tetap menyediakan waktu untuk beristirahat di tengah rangkaian kegiatan.
Posko Kesehatan Disiapkan di Sejumlah Titik
Untuk mempercepat penanganan, Divisi Kesehatan menyiagakan staf serta menyediakan posko-posko kesehatan yang dapat digunakan mahasiswa baru ketika mengalami keluhan.
Kesiapsiagaan tersebut diperlukan karena kondisi mahasiswa baru dapat muncul di berbagai lokasi kegiatan. Petugas harus memastikan mahasiswa yang membutuhkan pertolongan dapat segera mendapatkan penanganan.
Salah satu tantangan yang dihadapi tim adalah ketika terdapat beberapa mahasiswa baru yang membutuhkan bantuan dalam waktu bersamaan di lokasi berbeda.
Dalam kondisi tersebut, sebagian staf harus menangani mahasiswa di satu titik sementara petugas lainnya tengah menangani keluhan di lokasi berbeda.
Ada Kepuasan Saat Maba Kembali Pulih
Meski menghadapi tantangan selama bertugas, Najuana mengatakan pengalaman menjadi bagian dari Divisi Kesehatan memberikan kesan tersendiri.
Menurutnya, ada kepuasan ketika tim dapat membantu mahasiswa baru yang mengalami gangguan kesehatan hingga kondisinya kembali membaik dan mereka dapat mengikuti kegiatan bersama teman-temannya.
Peran tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan rangkaian Raja Brawijaya Candrasena 64 tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga tetap memperhatikan keamanan dan kondisi mahasiswa baru selama menjalani masa pengenalan kehidupan kampus. (nid)














