Kanal24, Malang – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Universitas Brawijaya (UB) tahun ini tidak hanya diwarnai rangkaian kegiatan bernuansa Kerajaan Nusantara. Momentum kemerdekaan juga dimanfaatkan Badan Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (BAZIS) UB untuk mengajak civitas academica memperkuat kepedulian sosial melalui gerakan berbagi bagi masyarakat terdampak bencana di Flores, Nusa Tenggara Timur.
Gerakan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan di lingkungan UB. Civitas academica diajak memaknai kemerdekaan tidak hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dengan menghadirkan kepedulian dan gotong royong bagi masyarakat yang membutuhkan.
Baca juga:
HUT ke-81 RI, UB Tegaskan Peran Kampus Majukan Pendidikan

Kemerdekaan Diisi dengan Gerakan Berbagi
Perwakilan BAZIS UB, Edy, mengatakan semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama, termasuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi musibah di Flores dan wilayah Nusa Tenggara Timur.
“Semangat kemerdekaan harus menjadi energi untuk saling menguatkan. Ketika saudara-saudara kita di Flores dan Nusa Tenggara Timur sedang menghadapi musibah, keluarga besar UB juga harus hadir dengan kepedulian dan gotong royong,” ujarnya.
Melalui gerakan tersebut, keluarga besar UB didorong untuk berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing. Kepedulian yang dibangun di lingkungan kampus diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Menurut Edy, semangat berbagi juga sejalan dengan nilai pendidikan karakter yang terus dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi. Mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh civitas academica tidak hanya didorong untuk berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di masyarakat.
Perayaan HUT RI Tak Sekadar Seremonial
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di UB dikemas dengan nuansa Kerajaan Nusantara yang melibatkan civitas academica dan fakultas di lingkungan universitas.
Konsep tersebut menghadirkan keberagaman sejarah dan budaya Nusantara sebagai bagian dari suasana perayaan kemerdekaan. Berbagai kerajaan yang pernah berkembang di wilayah Indonesia menjadi bagian dari perjalanan panjang terbentuknya identitas bangsa.
Di lingkungan kampus, keberagaman tersebut juga tercermin melalui civitas academica yang berasal dari berbagai daerah, latar belakang, serta disiplin keilmuan.
Namun, semangat keberagaman tersebut dinilai perlu diikuti dengan kepedulian sosial. Perayaan kemerdekaan menjadi momentum untuk membangun kebersamaan sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat di luar lingkungan kampus.
“Melalui semangat tersebut, keluarga besar UB diajak menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum untuk bersatu, berbagi, dan hadir bagi sesama, termasuk bagi masyarakat Flores, Nusa Tenggara Timur yang tengah menghadapi musibah,” kata Edy.
Dari Kampus untuk Masyarakat Terdampak Bencana
Gerakan berbagi yang dilakukan BAZIS UB menjadi bagian dari upaya menghubungkan perayaan kemerdekaan dengan aksi nyata. Bantuan yang dihimpun diharapkan dapat memberikan dukungan bagi masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana di Flores dan Nusa Tenggara Timur.
Bagi UB, kepedulian sosial menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat. Kampus tidak hanya berperan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian, tetapi juga dapat menggerakkan solidaritas ketika masyarakat menghadapi kondisi sulit.
Semangat tersebut sekaligus memperluas makna kemerdekaan. Jika kemerdekaan dirayakan dengan kebersamaan, maka solidaritas dan gotong royong menjadi bagian penting dalam menjaga semangat tersebut.
Melalui gerakan BAZIS UB, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan acara. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan bagi keluarga besar UB untuk berbagi dan menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama. (afr)














