Kanal24, Malang – Perkembangan teknologi yang semakin pesat mendorong kebutuhan akan sumber daya manusia yang mampu memahami sekaligus mengembangkan berbagai teknologi baru. Kondisi tersebut membuat keilmuan Teknik Elektro semakin relevan karena penerapannya kini tidak hanya berkaitan dengan kelistrikan, tetapi juga berkembang ke bidang elektronika, robotik, kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), kendaraan listrik, hingga sistem otomasi.
Pemahaman mengenai luasnya peran tersebut disampaikan oleh Ir. Zainul Abidin, S.T., M.Eng., M.T., Ph.D. selaku Ketua Pelaksana, Encep Efendi, S.T., M.M., PMP. selaku pemateri, dan Muhammad Aziz Muslim, S.T., M.T., Ph.D. selaku Kepala Departemen Teknik Elektro dalam kegiatan Kuliah Tamu – Peran Teknik Elektro untuk Pengembangan Teknologi di Indonesia, Senin (24/08/2026). Kegiatan tersebut ditujukan terutama bagi mahasiswa baru untuk memberikan gambaran mengenai perkembangan teknologi sekaligus peluang yang dapat mereka tekuni selama menempuh pendidikan di Teknik Elektro Universitas Brawijaya.
Baca juga:
UB Verifikasi Mahasiswa Terdampak Bencana NTT, Siapkan Pendampingan
Mengenalkan Luasnya Bidang Teknik Elektro
Ketua Pelaksana, Ir. Zainul Abidin, S.T., M.Eng., M.T., Ph.D., menjelaskan bahwa kuliah tamu tersebut dirancang untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa baru mengenai peran Teknik Elektro dalam perkembangan teknologi di Indonesia.

Menurutnya, mahasiswa baru masih membutuhkan gambaran mengenai berbagai bidang yang dapat mereka tekuni setelah memilih Teknik Elektro. Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa menentukan arah pengembangan diri dan merancang tujuan mereka selama menjalani pendidikan.
Teknik Elektro memiliki sejumlah bidang keahlian, mulai dari sistem daya elektrik atau teknik tenaga, elektronika, telekomunikasi, teknik kontrol, hingga rekayasa komputer. Berbagai keahlian tersebut juga dapat diterapkan pada sektor di luar bidang elektro, seperti pertanian, peternakan, perikanan, hingga administrasi melalui pengembangan aplikasi dan sistem cerdas.
“Sehingga mereka lebih mantap lagi dalam menentukan pilihan untuk mengambil jalan hidupnya di Teknik Elektro Universitas Brawijaya,” ujar Zainul.
Zainul berharap mahasiswa baru tidak hanya memahami pilihan bidang yang tersedia, tetapi juga memiliki keyakinan terhadap keputusan mereka memilih Teknik Elektro. Pemahaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menjelaskan kepada keluarga mengenai prospek dan peluang yang dapat diperoleh dari bidang tersebut.
Teknik Elektro Menopang Perkembangan Teknologi
Kepala Departemen Teknik Elektro, Muhammad Aziz Muslim, S.T., M.T., Ph.D., menilai Teknik Elektro merupakan salah satu bidang yang sangat relevan dengan perkembangan teknologi. Keilmuan tersebut dapat menjadi elemen pendukung bagi berbagai bidang keteknikan untuk menghasilkan sistem yang lebih canggih dan otomatis.
Aziz mencontohkan penerapan teknologi elektro pada bidang teknik mesin. Sentuhan teknologi elektrik memungkinkan mesin dikembangkan menjadi sistem yang lebih otomatis dan dapat dikendalikan dari jarak jauh. Konsep serupa juga dapat diterapkan pada bidang teknik lainnya.
“Di bidang-bidang hampir semua bidang teknik, teknik elektro ini sangat penting sekali peranannya di dalam pengembangan teknologi,” jelasnya.
Peran tersebut juga tercermin dari berbagai pengembangan yang dilakukan oleh dosen Departemen Teknik Elektro. Beberapa di antaranya mencakup pengembangan antena, kendaraan listrik, hingga teknologi kereta api hibrida.
Aziz juga menyebut dirinya terlibat dalam pengembangan sistem propulsi untuk kereta api listrik. Berbagai pengembangan tersebut menunjukkan bahwa keilmuan Teknik Elektro memiliki ruang penerapan yang luas dan terus mengikuti kebutuhan teknologi.
Integrasi AI dan IoT Jadi Peluang
Pemateri kuliah tamu, Encep Efendi, S.T., M.M., PMP., mengatakan perkembangan teknologi membuat lulusan Teknik Elektro perlu terus mengikuti teknologi terbaru. Menurutnya, berbagai teknologi modern saat ini memiliki keterkaitan yang kuat dengan elektronika.
Salah satu contohnya terlihat pada teknologi robotik yang kini tidak hanya mengandalkan sistem mekanis, tetapi juga mengintegrasikan kemampuan kecerdasan buatan. Perkembangan tersebut membuat robot dapat memiliki kemampuan pengambilan keputusan berdasarkan sistem yang ditanamkan.
Di tengah perkembangan AI, Encep menyebut mahasiswa Teknik Elektro menghadapi tantangan untuk memiliki keahlian yang memberikan nilai tambah dan tidak mudah digantikan oleh teknologi. Karena itu, mahasiswa perlu mencari ruang keahlian yang bersifat lebih spesifik serta mampu memberikan solusi terhadap kebutuhan industri.
“Kalau kita sekarang lihat IT-nya itu kan semakin berkembang, ada AI. Kemudian banyak hal-hal yang memang bisa tergantikan oleh AI,” ujarnya.
Menurut Encep, salah satu inovasi yang dibutuhkan Indonesia dari bidang Teknik Elektro adalah menggabungkan AI dengan teknologi elektronika. Integrasi tersebut dapat diterapkan pada robotik maupun sistem industri.
Selain AI, Internet of Things (IoT) juga menjadi bagian penting dalam perkembangan industri. Teknologi tersebut memungkinkan berbagai mesin saling terhubung dan menghasilkan data yang dapat ditampilkan melalui dashboard. Data tersebut kemudian dapat dipadukan dengan AI untuk membantu proses pengambilan keputusan.
Integrasi AI, elektronika, dan IoT diharapkan mampu membuat proses produksi menjadi lebih efisien, mempercepat proses kerja, serta membantu industri mengambil keputusan berdasarkan data.
Melalui kuliah tamu tersebut, Departemen Teknik Elektro juga berharap mahasiswa baru memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai perjalanan akademiknya. Aziz mengatakan mahasiswa perlu memiliki roadmap mengenai kemampuan dan kompetensi yang ingin dicapai selama empat hingga lima tahun masa pendidikan.
Dengan pemahaman mengenai perkembangan teknologi dan luasnya bidang Teknik Elektro, mahasiswa baru diharapkan dapat lebih mantap menentukan pilihan bidang yang ingin ditekuni sekaligus mempersiapkan diri untuk mengambil peran dalam pengembangan teknologi Indonesia.(ffn)













