Kanal24, Malang – Karya mahasiswa menjadi ruang untuk menunjukkan proses belajar sekaligus perkembangan kreativitas dalam bidang desain komunikasi visual. Melalui pameran, karya yang sebelumnya hadir sebagai bagian dari tugas perkuliahan dapat dilihat secara lebih luas, sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkolaborasi dan bereksplorasi dalam menghadirkan pengalaman visual bagi pengunjung.
Semangat tersebut dihadirkan dalam Designoholic13.0 yang berlangsung pada 18–22 Agustus 2026 di MCC. Pameran ini mengangkat tema “Rahayu Nirwana”, yang mengajak pengunjung menemukan kebahagiaan dan kedamaian di tengah hiruk-pikuk kehidupan. Ketua Pelaksana Designoholic 13.0, Devta Arditama, menjelaskan bahwa konsep tersebut tidak dimaknai sebagai upaya untuk melarikan diri dari realitas, melainkan mencari ruang untuk menemukan ketenangan di tengah kehidupan yang dinamis.
Baca juga:
UB Kirim Logistik dan Tim Kesehatan untuk Korban Bencana NTT
Rahayu Nirwana, Ruang Menemukan Kedamaian
Tema “Rahayu Nirwana” menjadi gagasan utama yang mendasari penyelenggaraan Designoholic 13.0. Konsep tersebut berangkat dari upaya menghadirkan ruang yang dapat menjadi tempat bagi seseorang untuk menemukan kebahagiaan maupun kedamaian di tengah berbagai kesibukan.
“Bukan melarikan diri, tapi kita justru mencari tempat ataupun ruang dalam hiruk-pikuk dunia,” ujar Devta.

Tidak hanya membawa konsep secara tematik, pameran ini juga menjadi wadah untuk menampilkan karya mahasiswa DKV UM angkatan 2025 yang telah dikerjakan selama dua semester. Berbagai karya tersebut merepresentasikan proses pembelajaran mahasiswa selama menjalani perkuliahan pada semester pertama dan kedua.
Menurut mahasiswa panitia, Al Dihya Ikrar Phasya Nugroho, sebagian besar karya yang ditampilkan merupakan proyek dari tugas perkuliahan. Pameran kemudian menjadi kesempatan untuk memperlihatkan karakter pembelajaran dan karya mahasiswa DKV UM kepada publik.
“Sebagian besar karya yang ditampilkan ini proyek dari tugas-tugas kita. Jadi kita hanya memamerkan bahwa DKV UM itu seperti ini,” ungkapnya.
Pameran Diperkuat Kolaborasi dan Eksplorasi Display
Designoholic 13.0 berlangsung selama lima hari dengan sejumlah rangkaian kegiatan. Setelah pembukaan pada 18 Agustus, kegiatan dilanjutkan dengan artist talk pada 19 Agustus dan workshop pada 20 Agustus.
Pada 21 Agustus, pameran menghadirkan open stage yang berkolaborasi dengan Posco Visual 2026. Sementara pada 22 Agustus, rangkaian kegiatan ditutup dengan penampilan band.
Rangkaian tersebut tidak hanya ditujukan untuk memamerkan karya, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi mahasiswa dalam satu angkatan. Devta menyebut peningkatan kolaborasi serta kesempatan menunjukkan hasil karya selama dua semester menjadi salah satu capaian yang ingin diwujudkan melalui kegiatan ini.
Mahasiswa juga memiliki peran besar dalam proses persiapan pameran. Al Dihya menjelaskan bahwa mahasiswa terlibat dalam proses display hampir seluruh karya yang ditampilkan, sementara pelaksanaan kegiatan tetap mendapatkan pendampingan dari dosen.
Proses tersebut turut memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa, terutama bagi mereka yang sebelumnya belum pernah terlibat dalam kepanitiaan pameran. Menurut Al Dihya, pengalaman menjadi panitia membuatnya mendapatkan gambaran kerja yang lebih profesional dalam mengelola sebuah pameran.
Meski demikian, proses persiapan tidak terlepas dari tantangan. Perizinan untuk penggunaan tempat serta proses penataan menjadi salah satu kendala yang cukup besar. Selain itu, panitia juga harus melalui proses persetujuan dari dosen sebelum berbagai persiapan dapat dilaksanakan.
Hadirkan Pengalaman Visual bagi Pengunjung
Designoholic 13.0 memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya. Salah satu perubahan utama terletak pada lokasi. Tahun ini, Segno Holic untuk pertama kalinya diselenggarakan di MCC.
Perubahan tersebut kemudian diikuti dengan eksplorasi pada sistem display. Panitia menggunakan sejumlah instalasi untuk mendukung penyajian karya sehingga pameran tidak hanya mengandalkan karya sebagai objek pajang, tetapi juga membangun pengalaman visual sejak pengunjung memasuki area pameran.
Upaya tersebut mendapat respons positif dari pengunjung. Dewi Surya Al Khayyu dan Naf’ul Fikriyah Yunus menilai dekorasi dan alur ruang menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian. Penataan sejak awal pengunjung memasuki area pameran dinilai mampu memberikan pengalaman tersendiri.
Selain penataan, keberagaman karya juga menjadi daya tarik. Pengunjung melihat karya yang ditampilkan memiliki karakter berbeda-beda, tetapi tetap mampu menghadirkan kesan menarik secara keseluruhan.
Kualitas karya mahasiswa juga dinilai mampu memberikan inspirasi. Keberagaman tersebut justru memperlihatkan proses perkembangan mahasiswa dalam mempelajari desain komunikasi visual.
Bagi pengunjung, Designoholic 13.0 menjadi menarik bukan hanya karena hasil akhir karya yang dipamerkan, tetapi juga karena pameran tersebut memperlihatkan proses perkembangan mahasiswa. Karya yang ditampilkan menjadi gambaran mengenai sejauh mana mahasiswa berkembang setelah menjalani proses pembelajaran selama beberapa semester.
Dengan menggabungkan tema “Rahayu Nirwana”, karya akademik, kolaborasi mahasiswa, serta eksplorasi ruang pamer, Designoholic 13.0 tidak hanya menjadi ajang menampilkan hasil tugas perkuliahan. Pameran ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar mengelola kegiatan, bekerja sama, bereksperimen secara visual, dan memperkenalkan perkembangan karya mereka kepada publik.(ffn)














