Kanal24, Malang – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk kembali menanamkan keteladanan Rasulullah sekaligus memperkuat nilai religius dan nasionalisme di tengah masyarakat. Semangat tersebut menjadi latar belakang diselenggarakannya kegiatan yang memadukan peringatan Maulid Nabi dengan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Materi pengajian yang menekankan keteladanan Rasulullah, kesabaran, keikhlasan, doa, serta pentingnya menjaga persatuan disampaikan oleh Kyai Azhar, S.Pd.I atau yang dikenal sebagai Kyai Kopyah Sundul Langit, di depan Masjid Bahrus Solihin, Jl. Sumpil No.34 (RT 02/RW 04), Kecamatan Blimbing, pada Rabu (26/08/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Peringatan Maulid Nabi sekaligus pengajian yang dipandu Kyai Kopyah Sundul Langit dan HUT RI ke-81.
Baca juga:
Abdullah Assegaf Soroti Tata Kelola AI di Iran
Meneladani Rasulullah dalam Kehidupan
Dalam pengajiannya, Kyai Azhar mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan syariat dan ajaran yang dibawa Rasulullah Muhammad SAW. Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah perlu diwujudkan melalui upaya meneladani sifat dan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menjelaskan terdapat sejumlah sikap yang perlu diterapkan masyarakat dalam menjalani kehidupan, salah satunya menerima ketentuan Allah dengan ikhlas. Sikap tersebut perlu diimbangi dengan kesabaran ketika menghadapi berbagai ujian.
“Dengan kita berpegang teguh pada syariat yang diajarkan beliau, maka kita akan diberikan pemberian yang terbaik, rezeki yang terbaik dari Allah di dunia dan akhirat,” ujar Kyai Azhar.

Selain menerima ketentuan dan bersabar, ia mengingatkan pentingnya memperkuat doa. Menurutnya, doa tidak hanya dilakukan ketika seseorang menghadapi kesulitan, tetapi juga perlu ditingkatkan ketika berada dalam kondisi senang.
Kyai Azhar menilai kebiasaan tersebut dapat membentuk keteguhan spiritual masyarakat. Dengan terus mendekatkan diri kepada Allah, masyarakat diharapkan mampu menghadapi berbagai kondisi kehidupan dengan lebih sabar dan penuh keyakinan.
Maulid Nabi dan Semangat Kemerdekaan
Peringatan Maulid Nabi dalam kegiatan tersebut turut dikaitkan dengan momentum HUT ke-81 Republik Indonesia. Kyai Azhar menyebut kedua momentum tersebut dapat menjadi sumber motivasi spiritual untuk menanamkan jiwa nasionalisme yang tetap berlandaskan nilai-nilai religius.
“Semangat yang terkait dengan peringatan Maulid Nabi dan HUT RI yang ke-81 adalah sebagai spirit motivasi spiritual di dalam menanamkan jiwa nasionalisme religius,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Rahmat Iwan menjelaskan penggabungan kedua peringatan tersebut dilatarbelakangi keinginan untuk menghadirkan pesan keagamaan sekaligus kebangsaan dalam satu kegiatan. Maulid Nabi menjadi kesempatan bagi warga untuk mengingat kelahiran Rasulullah dan meneladani perjuangannya, sedangkan momentum kemerdekaan menjadi ruang untuk mengenang serta meneladani perjuangan para pahlawan nasional.
Rahmat menyebut keterbatasan waktu juga menjadi salah satu pertimbangan penyelenggara untuk memadukan kedua momentum tersebut. Dengan demikian, kegiatan dapat berlangsung lebih efisien tanpa menghilangkan pesan utama yang ingin disampaikan kepada masyarakat.
Menurutnya, tema yang ingin dibangun dalam kegiatan tersebut adalah “nasionalisme religius”, yakni semangat kebangsaan yang berjalan seiring dengan nilai-nilai keagamaan.
Perkuat Kerukunan Antarwarga
Selain menyampaikan pesan keagamaan, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat dan memperkuat kerukunan antarwarga. Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan warga RW 4 dan RW 13 Kelurahan Purwodadi, khususnya wilayah Sumpil Gang 1 dan Gang 2.
Lurah Purwodadi, Nanang Sweistinura, mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan masyarakat tersebut. Ia menilai peringatan Maulid Nabi sekaligus HUT RI dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan serta menanamkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sosial.
Menurut Nanang, kerukunan dan keberagaman warga di wilayah RW 4 sudah terbangun dengan baik. Karena itu, kegiatan yang mempertemukan masyarakat seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun.
“Selain sebagai momentum kebersamaan di sini juga bisa saling mempererat persatuan antarwarga,” kata Nanang.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi contoh bagi RW lainnya dalam membangun kebersamaan melalui kegiatan keagamaan dan kebangsaan. Antusiasme warga yang hadir dinilai menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki semangat untuk menjaga hubungan sosial dan persatuan di lingkungan tempat tinggal.
Senada dengan hal tersebut, Kyai Azhar mengingatkan pentingnya masyarakat menjaga hubungan dengan ulama dan mempererat silaturahmi. Menurutnya, kedekatan dengan ulama dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga nilai keagamaan sekaligus membangun kerukunan.
“Perdekat jalin silaturahmi, pererat dengan para ulama. Maka dengan demikian secara otomatis kerukunan dan persatuan, utamanya jiwa nasionalisme akan terjalin,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, peringatan Maulid Nabi dan HUT ke-81 RI diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Momentum tersebut menjadi ruang untuk menumbuhkan keteladanan, memperkuat nilai religius, serta menjaga semangat nasionalisme dan kerukunan masyarakat di lingkungan Purwodadi.(ffn)













