Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Kampung Klasik RW 11 Villa Bukit Tidar Hidupkan Budaya Jawa Timur

Einid Shandy by Einid Shandy
August 28, 2026
in Ekonomi, Pendidikan
0
Kampung Klasik RW 11 Villa Bukit Tidar Hidupkan Budaya Jawa Timur

Kampung Klasik. (Andik/Kanal24)

0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Suasana perumahan di RW 11 Villa Bukit Tidar, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, berubah menjadi ruang bernuansa tempo dulu. Beragam dekorasi budaya, anjungan daerah, hingga jajanan tradisional membawa warga dan pengunjung kembali mengenal kekayaan budaya Jawa Timur.

Kampung Klasik tersebut digelar warga RW 11 pada Rabu (26/8/2026) sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Melibatkan 18 RT, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang untuk memperkenalkan budaya, tetapi juga membuka kesempatan bagi UMKM warga untuk ikut tampil dan mendapatkan ruang promosi.

Baca juga:
Riset Jangan Berhenti di Jurnal, Ubah Jadi Buku

18 RT Angkat Ragam Budaya Jawa Timur

Ketua Pelaksana Kampung Klasik, Sungging Vera Mrt., mengatakan kegiatan ini berangkat dari keinginan warga untuk memperkenalkan kembali budaya di tengah perkembangan zaman.

Sungging Vera Mrt. (Ketua Pelaksana Kampung Klasik). (Andik/Kanal24)

Menurutnya, kemajuan lingkungan dan kehidupan masyarakat tetap perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga budaya.

“Harapan kita atau dalam artian wacana kita yang seperti ini adalah memperkenalkan budaya. Jadi tema kita itu budaya,” ujar Sungging.

Kampung Klasik tahun ini menjadi pelaksanaan yang keempat. Konsep tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempererat kebersamaan warga RW 11 yang terdiri atas 18 RT.

“Dari RW 11 ini ada 18 RT. Nah, harapan kita untuk Kampung Klasik itu kita kan 18 itu kan banyak semua karena ini tingkat perumahan yang sangat padat dan inginnya guyub rukun,” jelasnya.

Pada pelaksanaan kali ini, panitia memilih tema Jawa Timur. Setiap RT mendapatkan anjungan atau konsep rumah adat yang berbeda berdasarkan pembagian yang telah dilakukan panitia.

Beberapa budaya yang ditampilkan antara lain Ponorogo, Kangean, Samin dan Tengger. Keragaman tersebut dipilih untuk menunjukkan bahwa Jawa Timur memiliki kekayaan budaya yang luas.

“Di Jawa Timur itu banyak beraneka ragam suku. Ada suku Tengger, ada suku Samin. Mereka ini mempunyai struktur yang macam-macam, budaya yang beraneka ragam tapi tetap satu tujuan, tetap Bhinneka Tunggal Ika yaitu Indonesia,” katanya.

Menurut Sungging, pengenalan budaya menjadi semakin penting karena generasi saat ini tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat. Kampung Klasik diharapkan menjadi salah satu cara agar budaya tidak semakin jauh dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Nuansa Tempo Dulu hingga Jajanan Tradisional

Konsep “klasik” dalam kegiatan ini merujuk pada suasana tempo dulu. Warga menerjemahkannya melalui dekorasi, anjungan budaya, hingga berbagai jajanan tradisional yang ditawarkan kepada pengunjung.

Tiinarach (Pengunjung serta Content Creator). (Andik/Kanal24)

Sungging menjelaskan, istilah klasik digunakan untuk menggambarkan kembali suasana masa lalu dengan kemasan yang lebih menarik.

“Dalam artian klasik ini kan tempo dulu sebenarnya. Bahasa cuma dikerenkan menjadi klasik,” ujarnya.

Konsep tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung. Tiinarach, pengunjung sekaligus content creator asal Malang, mengaku langsung merasakan suasana berbeda ketika memasuki kawasan Kampung Klasik.

“Pertama lihat Kampung Klasik ini kayak seru banget, banyak UMKM. Terus habis itu di sini juga ngundang Pak Walikota,” katanya.

Menurut Tina, dekorasi dan jajanan yang dihadirkan membuat suasana tempo dulu terasa lebih kuat.

“Tema-temanya tuh kayak tempo dulu. Emang benar-benar desainnya itu tempo dulu. Terus habis itu di sini juga banyak UMKM, jajanan-jajanan tempo dulu. Jadi kayak rasanya itu flashback ke zaman-zaman lama,” ungkapnya.

Selain menjadi ruang untuk mengenalkan budaya, keberadaan stan UMKM juga memberi kesempatan bagi warga untuk memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung.

Tina menilai keterlibatan UMKM membuat kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

“Pastinya bermanfaat sih karena di sini juga banyak stan-stan UMKM. Jadi kayak bisa memberdayakan warga-warga sekitar,” tuturnya.

Antusiasme masyarakat juga terlihat sejak pengunjung memasuki kawasan kegiatan. Tina menyebut suasana cukup ramai dan dipenuhi warga yang ingin melihat berbagai tampilan yang disiapkan.

Harapan Kampung Klasik Berlanjut dan Berkembang

Ketua Yayasan GWN, Lili Ulifah, berharap kegiatan seperti Kampung Klasik dapat diterapkan di wilayah lain. Menurutnya, pelestarian adat dan budaya perlu dimulai dari lingkungan masyarakat sendiri.

Lili Ulifah (Ketua Yayasan GWN). (Andik/Kanal24)

“Saya berharap seperti yang jenengan adakan itu akan diadakan di wilayah-wilayah lain,” ujar Lili.

Ia bahkan berharap kegiatan tersebut ke depan dapat dikembangkan menjadi perlombaan dengan penghargaan dari Pemerintah Kota Malang.

“Kalau bisa nanti akan menjadi perlombaan dan akan menjadi piala. Mungkin akan ada piala walikota,” katanya.

Bagi Lili, upaya mempertahankan budaya menjadi penting agar masyarakat tetap mengenal dan menghargai adat istiadat yang tumbuh di wilayah masing-masing.

“Yang menjunjung tinggi adat istiadat, budaya itulah yang harus dipertahankan,” tuturnya.

Sementara itu, Sungging mengakui persiapan Kampung Klasik membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Kegiatan tersebut dapat terlaksana melalui dukungan warga dari masing-masing RT, RW, kelurahan, hingga Pemerintah Kota Malang.

“Kalau untuk proses sangat lumayan panjang dan sangat capek dan sangat sibuk. Tapi alhamdulillah semua berkat doa, berkat dukungan baik itu dari warga RT RT masing-masing, dari Pak RW-nya, dari Pak Lurahnya,” ungkapnya.

Ia berharap Kampung Klasik tetap dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya dengan konsep yang semakin baik.

“Mudah-mudahan Kampung Klasik ini harapan saya tetap berjalan. Mudah-mudahan di kepanitiaan berikutnya yang lebih baik dari apa yang saya buat,” katanya.

Harapan serupa datang dari Tina. Ia ingin kegiatan tersebut menjadi agenda tahunan yang terus berkembang, terutama dalam memberdayakan UMKM warga.

“Harapannya semoga Kampung Klasik ini setiap tahun bisa diadakan terus dan bisa semakin berkembang. Terus UMKM-nya juga semakin diberdayakan,” ujarnya.

Kampung Klasik RW 11 Villa Bukit Tidar pada akhirnya tidak hanya menghadirkan suasana tempo dulu. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara pelestarian budaya, kebersamaan warga, dan pemberdayaan UMKM dalam satu rangkaian kegiatan masyarakat. (ern)

Post Views: 31
Tags: budaya Jawa Timurbudaya lokal malangbudaya tempo duluernHUT RI ke-81Kampung Klasik MalangKampung Klasik RW 11KANAL24kanal24.co.idKelurahan Merjosarikota malanglowokwaruRW 11 MerjosariUMKM MalangUMKM wargaVilla Bukit Tidar
Previous Post

101 Dokter Baru FK UB Resmi Disumpah, Siap Mengabdi di Tengah Masyarakat

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Kampung Klasik RW 11 Villa Bukit Tidar Hidupkan Budaya Jawa Timur

Kampung Klasik RW 11 Villa Bukit Tidar Hidupkan Budaya Jawa Timur

August 28, 2026
101 Dokter Baru FK UB Resmi Disumpah, Siap Mengabdi di Tengah Masyarakat

101 Dokter Baru FK UB Resmi Disumpah, Siap Mengabdi di Tengah Masyarakat

August 28, 2026
FTAB UB Bidik PIMNAS, Empat Tim PKM Dibina

FTAB UB Bidik PIMNAS, Empat Tim PKM Dibina

August 28, 2026
FTAB UB Sulap Limbah SPPG Jadi Pakan Ikan

FTAB UB Sulap Limbah SPPG Jadi Pakan Ikan

August 28, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025