Kanal24, Malang – Kebakaran melanda area Dapur Gizi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang, Rabu (9/9/2026) sore. Asap dari lokasi kebakaran sempat masuk ke area perawatan hingga rumah sakit mengevakuasi pasien untuk menghindari paparan asap.
Sebanyak 45 pasien anak dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Setelah menjalani pemeriksaan medis, seluruh pasien dinyatakan stabil dan tidak ditemukan kondisi kegawatan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Baca juga:
UPT Green Campus UB Perkuat Budaya Pilah Sampah
Api Terdeteksi di Dapur Gizi
Kebakaran diketahui sekitar pukul 14.50 WIB di area Dapur Gizi RSSA. Rumah sakit langsung mengaktifkan Code Red sebagai respons terhadap kondisi darurat tersebut.

Tim internal RSSA melakukan penanganan awal sebelum proses pemadaman diperkuat petugas pemadam kebakaran. Api kemudian berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.40 WIB.
Titik kebakaran berada di area Dapur Gizi dan tidak mencapai ruang perawatan. Namun, asap sempat masuk ke ruang rawat inap anak serta ruang perawatan ibu atau wanita.
Kondisi tersebut membuat rumah sakit melakukan evakuasi sebagai langkah antisipasi. Pasien dipindahkan hingga kondisi lingkungan dinilai lebih aman.
45 Pasien Anak Dipindahkan
Sebanyak 45 pasien anak dievakuasi ke Grand Pavilion. Pemindahan dilakukan karena asap masih tercium di sekitar ruang perawatan anak setelah kebakaran ditangani.
Tim medis melakukan screening dan evaluasi terhadap pasien. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Hasil evaluasi menunjukkan seluruh pasien dalam kondisi stabil dan tidak mengalami kegawatan. Pasien kemudian ditempatkan sementara di lokasi yang lebih aman sambil menunggu kondisi ruang perawatan kembali memungkinkan.
Sementara itu, pasien di ruang perawatan ibu atau wanita dapat kembali ke ruang masing-masing sekitar pukul 16.00 WIB setelah kondisi dinilai lebih aman.
RSSA juga menyiapkan pendampingan psikologis bagi pasien yang terdampak proses evakuasi. Tim psikiater dan psikolog dilibatkan untuk memantau kondisi pasien setelah situasi darurat tersebut.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses investigasi. Dugaan sementara mengarah pada gangguan kelistrikan di area Dapur Gizi, tetapi belum ditetapkan sebagai penyebab final.
Kebakaran berdampak pada area sekitar 300 meter persegi. Sejumlah fasilitas dan peralatan Dapur Gizi juga terdampak sehingga membutuhkan pemeriksaan dan perbaikan sebelum kembali digunakan.
Proses pemulihan fasilitas diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Peralatan yang terdampak juga perlu direkondisi dan diperiksa untuk memastikan kelayakannya.
Selama masa perbaikan, kebutuhan makanan pasien tetap dipenuhi melalui layanan katering sementara. Dengan skema tersebut, kebutuhan permakanan pasien tetap berjalan meski Dapur Gizi belum dapat digunakan.
Sementara itu, pelayanan medis RSSA tetap berlangsung. Kebakaran tidak merembet ke ruang pelayanan utama sehingga aktivitas pelayanan pasien tetap berjalan.
RSSA kini berfokus pada pemulihan Dapur Gizi sekaligus memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan. Penanganan kebakaran juga dilakukan dengan tetap memprioritaskan keselamatan pasien yang berada di area terdampak asap. (ern)














