Kanal24, Malang – Kesehatan mental menjadi salah satu isu yang dekat dengan kehidupan generasi muda, namun berbagai pengalaman dan persoalan yang berkaitan dengan kondisi tersebut tidak selalu mudah disampaikan secara langsung. Karena itu, karya ilustrasi dapat menjadi medium bagi anak muda untuk menerjemahkan perasaan, pengalaman, serta pandangan mereka terhadap kesehatan mental ke dalam bahasa visual yang lebih bebas dan beragam.
Upaya menghadirkan ruang ekspresi tersebut dilakukan melalui Illustration Competition 2026 bertema “The Voice of Today” yang diselenggarakan Program Studi Seni Rupa Murni Universitas Brawijaya di Malang, Rabu (09/09/2026). Kegiatan ini menghadirkan lebih dari 320 peserta dari berbagai daerah dan menjadi wadah bagi ilustrator muda untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memperkenalkan karya mereka kepada publik.
Baca juga:
Ruang Sipil Makin Sempit, Kebebasan Bersuara Hadapi Tantangan Digital
Menjadi Ruang Ekspresi Talenta Muda
Panitia Illustration Competition 2026, Tri Aji Berlianto, mengatakan kegiatan tersebut sejak awal dirancang sebagai ruang bagi mahasiswa dan talenta muda dari berbagai latar belakang untuk menyalurkan aspirasi serta ide melalui karya.

Menurutnya, kompetisi tidak hanya menjadi ajang untuk menentukan pemenang, tetapi juga menjadi wadah agar kemampuan dan kreativitas anak muda dapat terlihat serta memperoleh apresiasi.
“Menjadi sebuah lembaga penampung atau ruang penampung untuk mahasiswa-mahasiswa muda atau talenta-talenta muda di luar sana dari kalangan dan kelas manapun,” ujar Tri Aji.
Hal senada disampaikan Ketua Pelaksana Illustration Competition 2026, Irma Nur Aizah. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut secara khusus memberikan ruang bagi ilustrator muda maupun pemula agar memiliki tempat untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua Pelaksana Mochammad Habiburrohman Faisal Ali menilai keberadaan kompetisi dapat mendorong anak muda untuk terus menghasilkan karya. Menurutnya, generasi muda membutuhkan ruang agar kreativitas yang dimiliki dapat tersalurkan dan tidak berhenti tanpa tujuan.
Dengan adanya kompetisi dan pameran, karya para peserta tidak hanya menjadi hasil kreativitas pribadi, tetapi juga dapat dilihat dan diapresiasi oleh publik.
Diikuti Lebih dari 320 Peserta
Illustration Competition 2026 juga menunjukkan perkembangan dari sisi jumlah dan kualitas peserta. Panitia mencatat jumlah pendaftar tahun ini mencapai sekitar 320 orang.
Peserta berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Tri Aji menyebut sejumlah peserta datang dari daerah seperti Nusa Tenggara Timur dan Maluku Utara. Bahkan, terdapat pula peserta dari Malaysia yang turut berpartisipasi.
Irma menjelaskan, peserta kompetisi didominasi mahasiswa, khususnya dari perguruan tinggi yang memiliki latar belakang seni. Meski demikian, kompetisi dibuka secara luas bagi generasi muda, mulai dari pelajar SMP hingga mahasiswa.
Peningkatan tidak hanya terlihat dari jumlah peserta. Panitia juga melihat adanya perkembangan kualitas karya yang dinilai cukup signifikan dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Menurut Tri Aji, perkembangan tersebut terlihat dari aspek estetika maupun kemampuan peserta dalam menerjemahkan gagasan ke dalam karya visual. Peningkatan kualitas karya dinilai menjadi salah satu hal yang paling terasa pada penyelenggaraan tahun ini.
Irma menambahkan, adanya peserta dan komunikasi dari pihak luar negeri menjadi perkembangan baru dalam Illustration Competition 2026. Hal tersebut membuka peluang bagi panitia untuk mengembangkan kompetisi dengan cakupan yang lebih luas pada tahun mendatang.
Ia berharap kegiatan tersebut nantinya dapat berkembang menuju kompetisi bertaraf internasional sekaligus semakin memperkenalkan Program Studi Seni Rupa Murni Universitas Brawijaya kepada masyarakat luas.
“The Voice of Today” Angkat Perspektif Mental Health
Tema “The Voice of Today” dipilih untuk memberikan ruang kepada generasi muda dalam menyuarakan berbagai hal yang dekat dengan kehidupan mereka. Panitia kemudian mempersempit fokus tema pada isu kesehatan mental karena persoalan tersebut dinilai tidak selalu mudah dibicarakan secara verbal.
Irma menjelaskan, ilustrasi menjadi media yang memungkinkan peserta menyampaikan gagasan mengenai kesehatan mental secara lebih bebas. Melalui gambar, perasaan dan pengalaman yang sulit diungkapkan dengan kata-kata dapat diterjemahkan menjadi bentuk visual.
“Jika berhubungan dengan mental health, kita mungkin belum bisa menyampaikan secara langsung tetapi bisa disampaikan lewat gambar,” jelas Irma.
Konsep tersebut terlihat dari keberagaman karya yang dipamerkan. Peserta menerjemahkan isu kesehatan mental dengan pendekatan visual yang berbeda, mulai dari penggunaan warna cerah hingga nuansa gelap dan pendekatan surealis.
Kezia Fioletta Topile, salah satu pengunjung, mengaku terkesan dengan kualitas karya yang dipamerkan. Ia menilai setiap peserta mampu mengembangkan satu tema menjadi berbagai bentuk visual dengan karakter dan makna yang berbeda.

Menurutnya, keberagaman karya tersebut menunjukkan bahwa satu persoalan dapat dipandang dari banyak perspektif. Salah satu karya yang menarik perhatiannya adalah ilustrasi “Round and Round” dengan gaya surealis yang dinilai mampu menggambarkan kekacauan pikiran secara unik.
“Dalam satu gambar pun itu bisa menunjukkan berbagai macam makna,” ungkap Kezia.
Pengunjung lainnya, Kayla Naftalen Hermawan, juga menilai karya-karya yang ditampilkan mampu memberikan perspektif baru mengenai kesehatan mental. Ia mengaku semakin memahami bahwa setiap orang dapat memiliki cara berbeda dalam memaknai persoalan mental health.
Menurut Kayla, kompetisi semacam ini penting bagi mahasiswa karena dapat melatih kemampuan dalam menerjemahkan sebuah tema melalui perspektif masing-masing. Kompetisi juga memberikan kesempatan bagi karya anak muda untuk dikenal lebih luas.
Bagi panitia, apresiasi pengunjung menjadi salah satu capaian penting dari Illustration Competition 2026. Tri Aji berharap peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman mengikuti kompetisi, tetapi juga merasa karya dan gagasan mereka dihargai.
Ke depan, panitia menargetkan Illustration Competition dapat terus berkembang dari sisi kualitas maupun jangkauan peserta. Selain memperkenalkan karya ilustrator muda, kegiatan ini diharapkan dapat semakin memperkenalkan Program Studi Seni Rupa Murni Universitas Brawijaya hingga membuka peluang menuju kompetisi tingkat internasional.
Melalui Illustration Competition 2026, ilustrasi tidak sekedar menjadi karya visual, tetapi juga menjadi medium bagi generasi muda untuk menyampaikan suara, pengalaman, dan perspektif mereka mengenai kesehatan mental.(ffn)













