Kanal24, Malang – Pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari ketiga, Kamis (10/9/2026). Tim SAR gabungan memperluas wilayah pencarian ke arah utara Gunung Anak Krakatau dan menambah armada untuk menemukan delapan orang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Tiga kapal perang TNI Angkatan Laut dikerahkan untuk memperkuat operasi. Langkah tersebut dilakukan setelah penyisiran selama dua hari belum menemukan tanda keberadaan speedboat yang membawa rombongan.
Baca juga:
Bantuan Beras 30 Kg Menjangkau 33 Juta Keluarga hingga Desember
Tiga Kapal Perang Dikerahkan
Tambahan armada menjadi bagian dari evaluasi operasi SAR setelah pencarian di sejumlah sektor belum membuahkan hasil. Tiga kapal perang TNI AL yang dikerahkan yakni KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861.
TNI AL juga mengerahkan sejumlah unsur pendukung untuk memperluas jangkauan pencarian di perairan Selat Sunda. Tim SAR menyesuaikan sektor penyisiran dengan kondisi angin dan arus laut yang dapat memengaruhi pergerakan objek di perairan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad menyebut sektor pencarian diperluas ke arah utara Gunung Anak Krakatau. Sebelumnya, tim telah melakukan penyisiran ke arah selatan hingga radius sekitar 20 nautical mile.
Perluasan sektor dilakukan untuk membuka kemungkinan ditemukannya kapal atau petunjuk lain terkait keberadaan rombongan. Setiap unsur SAR menyisir wilayah yang telah ditentukan sesuai pembagian sektor operasi.
Delapan Orang Masih Dicari
Rombongan yang dicari terdiri atas lima jurnalis dan tiga awak kapal. Mereka berangkat menggunakan satu speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Lima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudistiro Pranoto, Firman Daus, dan Donal Husni. Sementara tiga awak kapal terdiri atas Warta sebagai kapten, Surakman sebagai anak buah kapal, dan Heriyanto sebagai pemandu.
Rombongan berangkat pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Sekitar pukul 14.42 WIB, mereka masih sempat mengirimkan share location kepada rekan di Lampung.
Namun, sekitar pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan rombongan terputus. Sejak saat itu, keberadaan speedboat beserta delapan orang di dalamnya belum diketahui.
Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian di sejumlah wilayah perairan sekitar Selat Sunda. Penyisiran mencakup kawasan Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, Pulau Rakata, Pulau Panjang hingga sekitar Gunung Anak Krakatau.
Pada pencarian hari kedua, operasi dibagi ke sejumlah sektor dengan melibatkan unsur kapal dan Search and Rescue Unit (SRU). Pemantauan dari udara juga digunakan untuk membantu memperluas cakupan pencarian.
Operasi Diperluas ke Utara
Memasuki hari ketiga, tim SAR mengarahkan pencarian ke wilayah utara Gunung Anak Krakatau. Perubahan sektor dilakukan dengan mempertimbangkan hasil penyisiran sebelumnya serta kondisi angin dan arus di perairan.
Lokasi pencarian berada di kawasan perairan sekitar Gunung Anak Krakatau. Karena itu, kondisi cuaca, gelombang, arus, serta aktivitas vulkanik menjadi faktor yang diperhitungkan dalam pelaksanaan operasi.
Penambahan kapal perang TNI AL diharapkan memperkuat penyisiran pada wilayah yang lebih luas. Tim gabungan juga terus mengevaluasi sektor pencarian berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.
Hingga perkembangan terakhir, delapan orang tersebut masih dalam pencarian. Belum ada informasi mengenai penemuan rombongan maupun speedboat yang mereka gunakan.
Tim SAR gabungan masih mengoptimalkan seluruh unsur yang dikerahkan untuk menemukan keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut. Operasi pencarian terus dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan personel di tengah kondisi perairan Selat Sunda. (ern)













