Kanal24, Malang – Memasuki dunia industri membutuhkan kesiapan yang tidak hanya bertumpu pada penguasaan teori, tetapi juga pemahaman terhadap proses kerja dan tuntutan proyek di lapangan. Bagi mahasiswa teknik, mengenal alur pekerjaan sejak tahap engineering, pengadaan, hingga pelaksanaan proyek menjadi bekal penting untuk memahami bidang yang dapat ditekuni sekaligus kompetensi yang perlu dipersiapkan sebelum memasuki dunia profesional.
Pemahaman tersebut disampaikan Wakil Direktur Utama PT Arohera (Samator Group), Eddy Herman Harun, dalam Guest Lecture From Engineering to Execution by PT Samator di Auditorium Pertamina Lantai 2, Gedung Department Teknik Mesin 1 Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB), Senin (21/09/2026). Kegiatan tersebut membahas dunia Engineering, Procurement, and Construction (EPC), pilihan bidang kerja, serta kompetensi yang dibutuhkan mahasiswa teknik untuk memasuki industri.
Baca juga:
Dua Mobil APATTE62 Brawijaya Siap Berlaga di KMHE 2026
Memahami Engineering hingga Eksekusi Proyek
Eddy menjelaskan, Samator Group memiliki bisnis yang beragam, salah satunya di bidang EPC. Karena itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa tingkat akhir dan fresh graduate, untuk mengenal lebih dekat karakter pekerjaan di industri.

Salah satu materi yang ditekankan adalah konsep from engineering to execution. Menurut Eddy, pekerjaan EPC tidak berhenti pada tahap engineering atau perancangan. Proses tersebut berlanjut pada pengadaan hingga pelaksanaan dan pengelolaan proyek.
“Untuk meng-execute, mengelola proyek-proyek eksekusi ini perlu pemahaman yang cukup detail, khususnya kepada para mahasiswa,” ujar Eddy.
Ia menjelaskan, dunia EPC memiliki sejumlah bidang yang dapat menjadi pilihan karier bagi lulusan teknik. Selain desain, terdapat bidang pengadaan, project management, hingga pemasaran.
Pemahaman terhadap tahapan tersebut diharapkan membantu mahasiswa mengenali berbagai pilihan pekerjaan sekaligus menentukan bidang yang sesuai dengan kompetensi dan minat mereka setelah lulus.
Kompetensi Teknik Dibutuhkan di Dunia Industri
Dekan FT UB Prof. Ir. Hadi Suyono, S.T., MT., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., menegaskan bahwa materi guest lecture tersebut tidak hanya relevan bagi mahasiswa Teknik Mesin.
Menurut Hadi, kegiatan tersebut dapat diikuti mahasiswa dari berbagai bidang di Fakultas Teknik, terutama Teknik Mesin, Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknik Industri, hingga Teknik Pengairan. Mahasiswa Teknik Kimia juga dapat memperoleh wawasan dari materi yang berkaitan dengan engineering dan konstruksi.
“Guest lecture ini diperuntukkan tidak saja untuk mahasiswa Teknik Mesin, tetapi semua mahasiswa Fakultas Teknik,” kata Hadi.
Ia menilai pengalaman Samator Group dalam berbagai proyek, termasuk sektor minyak dan gas serta konstruksi, dapat menjadi pembelajaran tambahan bagi mahasiswa.
Menurut Hadi, mahasiswa selama ini telah memperoleh dasar pengetahuan melalui proses perkuliahan. Namun, pengetahuan tersebut perlu dilengkapi dengan pengalaman praktis dari para profesional yang terlibat langsung dalam dunia industri.
“Skill mahasiswa perlu di-enhance dengan transform knowledge dari para expertise dari industri yang punya pengalaman luar biasa,” ujarnya.
Transfer pengetahuan dan pengalaman tersebut diharapkan membantu mahasiswa memahami penerapan ilmu teknik secara lebih konkret serta mengenali tuntutan pekerjaan setelah lulus.
Pilihan Jalur Karier dan Peluang Rekrutmen
Selain kemampuan teknis, Eddy mendorong mahasiswa untuk mulai mengenali arah pengembangan karier. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi dapat memilih untuk berkembang sebagai spesialis maupun generalis.
Jalur spesialis dapat ditempuh dengan memperdalam kemampuan teknis pada bidang tertentu. Sementara itu, jalur generalis lebih berkaitan dengan kemampuan manajerial dan kepemimpinan.
Kemampuan tersebut, lanjut Eddy, dapat mulai dibangun sejak mahasiswa berada di perguruan tinggi. Pengalaman mengikuti organisasi maupun komunitas menjadi salah satu pengalaman yang dapat mendukung pengembangan kemampuan manajerial dan kepemimpinan.
“Kalau spesialis itu tekuni di bidang teknis. Kalau generalis tentunya ke manajerial skill,” jelasnya.
Hadi menambahkan, kegiatan tersebut juga memberikan gambaran mengenai peluang talent recruitment di industri. Mahasiswa semester akhir maupun lulusan baru dapat mengikuti proses wawancara yang selanjutnya dapat dilanjutkan dengan pelatihan bagi peserta yang diterima bekerja di Samator Group.
“Ini salah satu kegiatannya adalah talent recruitment. Nantinya anak-anak kita yang mungkin di semester akhir dan juga yang sudah lulus dilakukan interview,” ungkap Hadi.
Melalui Guest Lecture From Engineering to Execution by PT Samator, mahasiswa FT UB memperoleh gambaran mengenai hubungan antara pengetahuan akademik dengan kebutuhan dunia industri. Materi yang diberikan tidak hanya memperkenalkan proses EPC, tetapi juga membuka pemahaman mengenai pilihan bidang kerja serta kompetensi yang perlu dipersiapkan sejak di bangku kuliah.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan profesional melalui pengalaman praktisi industri, sehingga mereka dapat mempersiapkan kemampuan teknis maupun nonteknis sebelum memasuki dunia kerja.(ffn)














