Kanal24, Malang – Dua kendaraan dengan sumber energi berbeda bersiap menjadi andalan APATTE62 Brawijaya di lintasan Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026. Setelah melalui proses riset dan persiapan selama berbulan-bulan, tim membawa hasil pengembangan kendaraan untuk kembali menguji efisiensi dalam kompetisi tingkat nasional.
Pelepasan kontingen KMHE 2026 berlangsung di depan Gedung Rektorat Universitas Brawijaya, Jumat (18/9/2026). APATTE62 Brawijaya akan mengikuti kompetisi yang digelar di Universitas Jember pada 1–4 Oktober 2026. General Manager APATTE62 Brawijaya, Affix Galih Irawanda, mengatakan tim telah melakukan persiapan selama kurang lebih delapan bulan sebelum keberangkatan.
Baca Juga:
Apatte 62 UB Kembangkan Mobil Hybrid Hidrogen
Persiapan Tim Berlangsung Delapan Bulan
Persiapan menghadapi KMHE 2026 dilakukan sejak jauh hari. Tim tidak hanya mempersiapkan kendaraan, tetapi juga melakukan riset dan evaluasi berdasarkan pengalaman dari kompetisi pada tahun-tahun sebelumnya.

“Untuk persiapan ee tentu dari tim sudah mempersiapkan jauh-jauh hari ya. Kurang lebih dari tim sudah mempersiapkan kurang lebih 8 bulan untuk ee persiapan keberangkatan kontes mobil HMATI ini yang mana ee untuk risetannya kita sudah pasti jauh-jauh hari dan juga ee evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya. Seperti itu, Kak.”
Menurut Affix, proses persiapan juga menghadirkan tantangan bagi anggota tim. Pengelolaan waktu menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena anggota APATTE62 tetap menjalankan aktivitas sebagai mahasiswa.
Selain itu, pengelolaan sumber daya manusia juga menjadi tantangan dalam proses persiapan. Jumlah anggota yang cukup banyak membuat pembagian tugas dan waktu perlu dikelola agar proses pengembangan kendaraan tetap berjalan.
“Untuk tantangannya lumayan banyak karena kita juga di sini sebagai mahasiswa yang mana ee kita juga butuh manage waktu dan juga manajemen ee masa yang benar karena dari tim juga ee anggotanya enggak enggak sedikitlah sehingga ee untuk persiapan lumayan sulit di bagian SDM-nya sendiri seperti itu.”
Dalam prosesnya, APATTE62 Brawijaya mendapat pendampingan dari dosen Universitas Brawijaya. Affix menyebut Prof. Nurkolis dan Pak Waru sebagai dosen pembimbing tim.
APATTE62 Turunkan Dua Kendaraan
Pada KMHE 2026, APATTE62 Brawijaya menurunkan dua kendaraan dalam kategori berbeda. Kendaraan pertama adalah Marsela EV yang mengikuti kategori urban listrik.
Marsela EV menggunakan konsep kendaraan urban dengan empat roda. Dimensinya dibuat lebih kecil dibandingkan mobil pada umumnya. Sementara itu, sumber tenaga kendaraan berasal dari motor listrik yang menggunakan baterai.
“Untuk yang urban konsep sendiri mobilnya ee kategori mobil urban yakni memiliki empat roda ya seperti mobil pada umumnya namun ee mungkin secara dimensi lebih kecil dan untuk sumber daya kita menggunakan motor listrik.”
Kendaraan kedua adalah Nogososro Diesel yang mengikuti kategori prototipe diesel. Sesuai kategorinya, kendaraan tersebut menggunakan bahan bakar diesel.
Dalam perlombaan, APATTE62 Brawijaya menggunakan B100 sebagai bahan bakar Nogososro Diesel. Dengan dua kendaraan tersebut, tim membawa pendekatan berbeda dalam pengembangan kendaraan hemat energi.
Mengejar Efisiensi di Lintasan Kompetisi
Perbedaan sumber energi membuat Marsela EV dan Nogososro Diesel memiliki karakter pengembangan yang berbeda. Marsela EV mengandalkan tenaga listrik, sedangkan Nogososro Diesel menggunakan bahan bakar diesel B100.
Bagi APATTE62 Brawijaya, persiapan selama delapan bulan menjadi bagian dari proses untuk memastikan kendaraan siap mengikuti kompetisi. Evaluasi terhadap pengembangan sebelumnya juga menjadi salah satu dasar dalam mempersiapkan kendaraan tahun ini.
Affix mengatakan fokus tim dalam kompetisi tersebut adalah mencapai efisiensi dari kendaraan yang telah dikembangkan.
“Dan di sini kita ee mengejar seberapa efisien dari mobil yang kita punya.”
Setelah dilepas dari Universitas Brawijaya, kontingen APATTE62 akan melanjutkan persiapan menuju KMHE 2026. Marsela EV dan Nogososro Diesel dijadwalkan berlaga di Universitas Jember pada 1–4 Oktober 2026 dalam kompetisi tingkat nasional tersebut. (ndr)













