Kanal24, Malang – Puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) warga lingkar kampus memanfaatkan bazar Green Market untuk memperluas pasar sekaligus mengenalkan praktik jual beli yang lebih ramah lingkungan. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu-Minggu (19-20/09/2026) tersebut digelar di sekitar kampus PSDKU Kediri Universitas Brawijaya sebagai bagian dari program Kampung Lingkar Kampus.
Melalui kegiatan ini, pengunjung yang terdiri dari mahasiswa, dosen, hingga warga sekitar diajak membawa tas belanja dan wadah sendiri serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Green Market Perluas Pasar UMKM Mrican
Program Kampung Lingkar Kampus menjadi upaya perguruan tinggi untuk hadir di tengah masyarakat sekitar sekaligus mendorong pemberdayaan warga. UMKM dipilih sebagai salah satu fokus karena memiliki kedekatan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat dan aktivitas sivitas akademika.
“Kampung Lingkar Kampus adalah cara kami hadir bagi masyarakat di sekitar kampus. Kami memilih UMKM sebagai fokus karena usaha warga inilah yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari dan punya peluang besar tumbuh bersama sivitas akademika. Lewat Green Market, kami ingin pelaku usaha tidak hanya terbantu secara ekonomi, tetapi juga terbiasa dengan praktik usaha yang ramah lingkungan,” ujar Sholeh Hadi Pramono selaku Direktur PSDKU Kediri UB.
Menurut Sholeh, warga lingkar kampus memiliki potensi ekonomi karena berada dekat dengan aktivitas ribuan sivitas akademika. Pendampingan diperlukan agar usaha warga semakin dikenal dan memiliki daya saing.
Baca juga: UB Perkuat Dampak ke Masyarakat Lewat Kampung Lingkar Kampus 2026

32 Stand Hadirkan Produk Warga dan Inovasi KKN
Green Market diikuti 32 stand yang menampilkan beragam produk dari warga lingkar kampus. Peserta berasal dari berbagai RW, PKK, Bank Sampah, dan LPMK Mrican.
Produk yang dijajakan antara lain jajan pasar, dawet, jamu, wedang uwuh, nasi pecel, dimsum, hingga kebab. Selain itu, enam kelompok KKN PSDKU Kediri memamerkan inovasi berbasis riset, seperti pupuk organik, biopestisida, budidaya ikan dalam ember (budikdamber), pengolahan maggot, serta olahan pangan berbahan ikan nila dan patin. Sejumlah instansi dan sponsor juga turut membuka stand.
Ketua Tim KLK PSDKU Kediri, Supriyadi, mengatakan konsep green market juga diarahkan untuk membangun kebiasaan ramah lingkungan dalam aktivitas jual beli.
“Kami mengangkat tema green market karena kegiatan jual beli sehari-hari sebenarnya bisa menjadi pintu masuk untuk menumbuhkan kebiasaan peduli lingkungan. Lewat bazar ini, kami ingin pengunjung terbiasa membawa tas dan wadah sendiri, sementara pelaku UMKM melihat bahwa kemasan ramah lingkungan juga bisa menjadi nilai tambah bagi produk mereka. Perubahan besar bisa dimulai dari hal kecil di lingkungan kita sendiri,” kata Supriyadi.
Baca juga: Universitas Brawijaya Dorong SDGs Lewat Kampung Lingkar Kampus
Pelaku UMKM Harap Green Market Digelar Rutin
Bagi pelaku UMKM, Green Market juga membuka akses kepada calon pelanggan baru dari kalangan mahasiswa dan sivitas akademika. Bu Iin Nuryati, salah satu pemilik usaha asal Mrican, mengatakan kegiatan tersebut membantu memperluas jangkauan pasarnya.
“Biasanya pembeli kami hanya warga sekitar. Di bazar ini kami bertemu banyak mahasiswa dan dosen, jadi pasar kami terasa lebih luas. Harapannya kegiatan ini rutin, supaya usaha kami terus dikenal,” ujarnya.
Selain penjualan langsung, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha dan calon pelanggan yang selama ini menjadi pasar potensial di sekitar kampus.
Penyelenggara berharap Green Market dapat menjadi agenda rutin yang dilengkapi pelatihan pengemasan produk, pemasaran digital, dan pengelolaan keuangan usaha.
“Kami berharap Green Market ini tidak berhenti di sini saja. Kalau bisa rutin dan disertai pelatihan, pelaku UMKM akan semakin siap berkembang, baik dari sisi kemasan, pemasaran, maupun pengelolaan keuangan. Kolaborasi antara kampus, kelurahan, dan warga ini perlu terus kita jaga agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Mrican,” tutup Muhamad Zaenuddin selaku Lurah Mrican.
Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi kampus, kelurahan, warga, instansi, dan sponsor. (Afr)














