Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

30 Rangkaian KRL Dibutuhkan, Seberapa Siap Industri Kereta Nasional? 

Einid Shandy by Einid Shandy
November 6, 2026
in Ekonomi
0
30 Rangkaian KRL Dibutuhkan, Seberapa Siap Industri Kereta Nasional? 

30 Rangkaian KRL Dibutuhkan, Seberapa Siap Industri Kereta Nasional? (kreta.id)

1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Kebutuhan transportasi publik di kawasan Jabodetabek terus meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat. KRL Commuter Line menjadi pilihan utama bagi jutaan penumpang untuk menunjang perjalanan harian. Namun, peningkatan kebutuhan layanan tersebut turut menuntut ketersediaan armada yang memadai. Di tengah kondisi ini, kesiapan industri perkeretaapian nasional menjadi perhatian, terutama dalam memenuhi kebutuhan rangkaian kereta baru.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tengah mengkaji pengadaan 30 rangkaian KRL tambahan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA tetap menjadi prioritas penyediaan armada, meskipun opsi impor masih terbuka apabila kapasitas produksi dalam negeri belum mencukupi. Hal tersebut disampaikan VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, di Jakarta, Rabu, (04/11/2026). Hingga kini, KAI masih mematangkan skema pengadaan dengan mempertimbangkan kapasitas produksi, kebutuhan operasional, dan pendanaan.

Baca Juga:
Harga Cabai Merah Mendorong Inflasi Oktober 2026, BPS Catat 0,22 Persen 

INKA Jadi Prioritas, Opsi Impor Masih Terbuka

Rencana penambahan 30 rangkaian KRL menjadi bagian dari upaya KAI dalam memenuhi kebutuhan layanan Commuter Line Jabodetabek. Dalam prosesnya, perusahaan masih menghitung kemampuan INKA untuk menyediakan armada sesuai kebutuhan dan waktu yang ditetapkan.

Anne Purba menegaskan bahwa INKA tetap menjadi pilihan utama dalam pengadaan rangkaian baru. Namun, jumlah kereta yang dapat dipenuhi melalui produksi dalam negeri masih menunggu hasil kajian kapasitas manufaktur.

“Memang kita tetap pilihan pertamanya itu INKA. Kita lihat dulu kapasitas INKA bisa sediakan berapa,” ungkap Anne.

Apabila produksi nasional belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan, KAI membuka kemungkinan pengadaan melalui impor. Meski demikian, skema tersebut tetap harus melibatkan INKA dan dikoordinasikan dengan pemerintah.

“Kalau misalkan nanti ada alternatif impor, itu pasti harus lewat INKA dan juga berkoordinasi terus dengan pemerintah,” tutur Anne.

Kebijakan tersebut memperlihatkan bahwa pengadaan armada tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan operasional, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan industri perkeretaapian nasional.

Penyelesaian Pesanan Lama Jadi Pertimbangan

Sebelum merealisasikan pengadaan tambahan, KAI masih memprioritaskan penyelesaian 16 rangkaian KRL yang telah masuk dalam kontrak sebelumnya bersama INKA. Penyelesaian pesanan tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan langkah pengadaan berikutnya.

Anne menyampaikan bahwa KAI juga menyiapkan konsep konservasi atau pemanfaatan kembali kereta lama sebagai alternatif untuk menjaga ketersediaan armada.

“Saat ini yang dilakukan KAI adalah memastikan dulu yang 16 trainset dari INKA ini selesai. Kemudian menentukan konsep konservasi kereta-kereta lama,” jelasnya.

Proses penyelesaian pesanan sebelumnya menjadi perhatian karena kebutuhan armada terus berkembang. Pemberitaan terkait produksi KRL mencatat bahwa dari 16 trainset yang dipesan, tujuh telah beroperasi, dua telah dikirim tetapi belum beroperasi, sementara tujuh lainnya masih dalam proses produksi.

Kondisi tersebut menjadi gambaran penting bagi KAI dalam menyusun strategi pengadaan. Perusahaan perlu memastikan kebutuhan layanan dapat terpenuhi tanpa mengabaikan kesiapan produksi dan penyelesaian kontrak yang telah berjalan.

Kebutuhan Penumpang Dorong Penambahan Armada

Tingginya penggunaan KRL Jabodetabek menjadi salah satu alasan penting di balik rencana penambahan rangkaian. KAI Commuter mencatat jumlah pelanggan mencapai 312,30 juta orang sepanjang Januari hingga September 2026. Angka tersebut menunjukkan besarnya peran KRL dalam mendukung mobilitas masyarakat perkotaan. 

Penambahan armada diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas angkut sekaligus mendukung kualitas layanan. Namun, realisasi pengadaan 30 rangkaian masih bergantung pada hasil kajian KAI bersama INKA dan pemerintah.

Di sisi lain, keterlibatan INKA dalam penyediaan armada menjadi peluang untuk memperkuat industri kereta api nasional. Tantangannya adalah memastikan kapasitas produksi mampu mengikuti kebutuhan transportasi publik yang terus berkembang.

Dengan demikian, pengadaan KRL tambahan menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan layanan masyarakat dan kemampuan manufaktur dalam negeri. Keputusan mengenai jumlah rangkaian yang diproduksi INKA maupun kemungkinan impor masih menunggu hasil pembahasan lebih lanjut. (ndr)

Post Views: 38
Tags: 30 rangkaian KRLCommuter LineindriINKAKAIKANAL24kanal24.co.idKereta Api IndonesiaKRL Jabodetabekpengadaan KRLtransportasi publik
Previous Post

UB Kembangkan LLMNetOps, Perkuat Keamanan Jaringan Kampus Berbasis AI Lokal

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
30 Rangkaian KRL Dibutuhkan, Seberapa Siap Industri Kereta Nasional? 

30 Rangkaian KRL Dibutuhkan, Seberapa Siap Industri Kereta Nasional? 

November 6, 2026
UB Kembangkan LLMNetOps, Perkuat Keamanan Jaringan Kampus Berbasis AI Lokal

UB Kembangkan LLMNetOps, Perkuat Keamanan Jaringan Kampus Berbasis AI Lokal

November 6, 2026
Jokowi Tunjukkan Ijazah SD hingga S1 UGM di Sidang Roy Suryo

Jokowi Tunjukkan Ijazah SD hingga S1 UGM di Sidang Roy Suryo

November 6, 2026
Limbah Kandang Ayam Diolah Menjadi Pupuk Organik oleh Tim Bestari Saintek UB

Limbah Kandang Ayam Diolah Menjadi Pupuk Organik oleh Tim Bestari Saintek UB

November 6, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025