Kanal24, Malang – Festival Kampung Budaya 4 di Ketawanggede menghadirkan suasana yang lebih beragam dari sekadar pertunjukan seni dan musik. Aktivitas warga, mahasiswa, hingga bazar UMKM berlangsung dalam satu ruang yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat.
Mengusung tema “Colorfull Urban Culture”, festival yang berlangsung selama empat hari tersebut melibatkan masyarakat dari lima RW di Kelurahan Ketawanggede. Sejumlah pihak turut hadir dalam kegiatan, memperlihatkan keberagaman latar belakang yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di kawasan tersebut.
Baca Juga:
Literasi Visual Dekolonial Desi Bongkar Warisan Kolonial
Festival Tak Sekadar Pertunjukan
Kepala Dinas Sosial Kota Malang, Muhamad Sailendra, mengatakan dirinya sempat mengira Festival Kampung Budaya hanya berisi kegiatan seni, musik, dan penampilan anak-anak. Namun, setelah melihat langsung pelaksanaannya, ia menemukan adanya bazar UMKM dan berbagai aktivitas lain.

Menurut Sailendra, kehadiran UMKM membuat festival memiliki ruang kegiatan yang lebih luas. Masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga terlibat dalam aktivitas ekonomi melalui bazar yang tersedia.
Festival tersebut melibatkan lima RW di Kelurahan Ketawanggede. Keterlibatan warga dari berbagai wilayah membuat kegiatan tidak hanya menjadi pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas dan memperkenalkan potensi lingkungannya.
Kolaborasi Lintas Elemen
Kegiatan Festival Kampung Budaya 4 juga mempertemukan sejumlah elemen dalam satu rangkaian kegiatan. Sailendra menyebut masyarakat, mahasiswa, Universitas Brawijaya, BNN, serta Dinas Sosial P3P2KB ikut terlibat dalam pelaksanaan festival.

Keterlibatan berbagai pihak membuat aktivitas di festival berjalan dalam ruang yang sama. Warga terlibat dalam kegiatan kampung, mahasiswa berinteraksi dengan masyarakat, sementara sejumlah instansi ikut mendukung rangkaian kegiatan.
Sailendra menilai pola kolaborasi seperti ini dapat menginspirasi kelurahan lain untuk mengembangkan kegiatan serupa sesuai dengan karakter dan potensi wilayah masing-masing.
Festival Kampung Budaya 4 pun tidak hanya menjadi ruang hiburan. Kegiatan tersebut memperlihatkan pertemuan berbagai unsur yang dapat beraktivitas bersama di lingkungan masyarakat.
Keberagaman Jadi Bagian Ketawanggede
Sailendra mengatakan Ketawanggede memiliki karakter masyarakat yang heterogen. Selain warga lokal, kawasan tersebut menjadi tempat tinggal mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia hingga mahasiswa dari luar negeri.
Keberagaman itu terlihat dari mahasiswa dengan latar belakang berbeda, termasuk dari wilayah Nusa Tenggara, Pakistan, Timor Leste, hingga Zambia. Mereka dapat berkumpul dan melakukan berbagai aktivitas bersama di lingkungan Ketawanggede.
Menurut Sailendra, perbedaan tersebut menjadi bagian menarik dari kehidupan masyarakat Ketawanggede. Latar belakang yang beragam tidak menghalangi masyarakat dan mahasiswa untuk berinteraksi maupun melakukan kegiatan bersama.
Festival Kampung Budaya 4 menjadi salah satu ruang yang memperlihatkan pertemuan tersebut. Melalui kegiatan seni, UMKM, dan aktivitas bersama, festival membuka ruang interaksi antara masyarakat dan mahasiswa yang hidup berdampingan di Ketawanggede. (gal)














