Kanal24, Malang – Penutupan rangkaian 2026 MAG Scholar Conference in Business, Marketing, and Tourism menjadi momentum untuk memperkuat jejaring antara akademisi dan praktisi industri. Dalam kesempatan tersebut, PT Jasa Raharja menyampaikan keterbukaannya terhadap kolaborasi riset bersama Universitas Brawijaya (UB), khususnya untuk mengkaji persoalan keselamatan lalu lintas dan perilaku masyarakat.
Konferensi yang diselenggarakan Program Doktor Ilmu Manajemen (PDIM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UB bersama MAG Scholar dan ULM tersebut berlangsung pada 6–9 Oktober 2026. Pada Kamis (8/10/2026), rangkaian kegiatan diisi dengan sesi konferensi paralel dan Doctoral Alumni Gathering yang menjadi ruang pertemuan akademisi, alumni doktoral, serta praktisi industri.
Baca juga:
MAG Scholar Dorong Peneliti Kembangkan Makalah hingga Jurnal Internasional

Dekan FEB UB, Prof. Abdul Ghofar, S.E., M.Si., M.Acc., DBA., Ak., CA., mengapresiasi Departemen Manajemen FEB UB yang telah menyelenggarakan konferensi dengan partisipasi akademisi dari berbagai institusi. Ia menyebut lebih dari 100 paper telah masuk dalam konferensi tersebut, dengan 86 paper yang dapat dipresentasikan.
Menurutnya, konferensi ini juga menjadi kesempatan untuk mempertemukan peneliti dengan para praktisi, sekaligus memperluas jejaring akademik melalui kegiatan Doctoral Alumni Gathering. Sejumlah alumni program doktoral manajemen UB kini berkiprah sebagai ilmuwan maupun praktisi di berbagai perusahaan, termasuk Jasa Raharja dan Telkom.
“Pertemuan seperti ini penting untuk memperkuat jejaring dan membuka ruang kolaborasi antara akademisi dengan praktisi,” demikian inti pesan yang disampaikan Abdul Ghofar dalam kegiatan tersebut.
Ia menambahkan, Departemen Manajemen FEB UB secara berkala menyelenggarakan konferensi setiap dua tahun. Pelaksanaan tahun ini dinilai memiliki nilai tersendiri karena menghadirkan kolaborasi dengan MAG Scholar, kelompok akademisi di bidang pemasaran yang berbasis di Selandia Baru.
Riset Akademik untuk Menjawab Persoalan Keselamatan Jalan
Direktur Sumber Daya Manusia, Umum, dan Teknologi Informasi PT Jasa Raharja, Rubi Handojo, menyampaikan bahwa riset akademik berpotensi membantu perusahaan memahami persoalan keselamatan lalu lintas secara lebih mendalam. Menurutnya, peran Jasa Raharja tidak hanya berkaitan dengan pemberian santunan kepada korban kecelakaan, tetapi juga mencakup upaya pencegahan dan peningkatan kesadaran masyarakat.
Ia melihat perguruan tinggi memiliki kapasitas untuk mengkaji berbagai faktor yang memengaruhi perilaku masyarakat di jalan raya. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengembangan strategi edukasi, peningkatan budaya keselamatan, dan penyusunan program yang lebih tepat sasaran.

Salah satu persoalan yang menurutnya menarik untuk diteliti ialah kecenderungan menurunnya kesadaran sebagian masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor. Penelitian dapat mengkaji apakah kondisi tersebut berkaitan dengan persepsi masyarakat terhadap manfaat pajak, tingkat pemahaman, atau faktor lain yang memengaruhi kepatuhan.
Selain itu, tingginya angka kecelakaan lalu lintas juga menjadi perhatian. Rubi menyoroti dampak kecelakaan terhadap kelompok usia produktif, terutama ketika korban merupakan pencari nafkah utama dalam keluarga. Situasi tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian bagi korban, tetapi juga dapat mengganggu kestabilan ekonomi keluarga.
Karena itu, menurut Rubi, penelitian yang dilakukan bersama perguruan tinggi dapat membantu mengidentifikasi akar persoalan sekaligus merumuskan pendekatan pencegahan yang lebih efektif.
Membuka Ruang Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi
Rubi menyampaikan bahwa Jasa Raharja terbuka terhadap peluang kolaborasi dengan institusi pendidikan, termasuk UB, untuk mengembangkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kajian akademik, tetapi menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan dalam upaya meningkatkan keselamatan lalu lintas dan kualitas layanan perlindungan masyarakat.
Ia juga menilai pertemuan antara akademisi dan praktisi dalam forum seperti MAG Scholar Conference dapat menjadi pintu masuk untuk mengidentifikasi persoalan nyata yang membutuhkan dukungan penelitian.
Melalui interaksi tersebut, perguruan tinggi dapat memperkuat relevansi risetnya, sedangkan industri memperoleh perspektif ilmiah untuk memahami persoalan dan menyusun solusi berbasis bukti.
Penutupan MAG Scholar Conference 2026 pun menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya hubungan antara dunia akademik dan industri. Pertemuan keduanya diharapkan mampu memperluas jejaring, membuka peluang penelitian kolaboratif, serta mendorong lahirnya solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. (nid)














