Kanal24, Malang – Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Charles Leonard Moniaga, menorehkan prestasi internasional dengan meraih medali emas dan skor sempurna 100 dalam VI International Olympiad on Financial Security (IOFS) 2026 di Krasnoyarsk, Siberia, Rusia. Capaian tersebut menjadi prestasi bagi UB sekaligus Indonesia dalam kompetisi bidang keamanan finansial yang diikuti 700 peserta dari 46 negara.
Olimpiade internasional ini berlangsung pada 27 September hingga 2 Oktober 2026 di Siberian Federal University. Para peserta babak final merupakan pelajar dan mahasiswa yang telah melalui tahapan seleksi awal untuk berkompetisi dalam ajang tersebut.
Charles merupakan satu dari sepuluh mahasiswa UB yang tergabung dalam delegasi Indonesia. Mereka didampingi tiga dosen pembimbing dan pendamping, yakni Prof. Aan Eko Widiarto, Ranitya Ganindha, dan Cyndiarnis Cahyaning Putri.
Baca juga:
10 Mahasiswa UB Wakili Indonesia di Olimpiade Keamanan Finansial Internasional 2026 di Rusia

Charles mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang diraihnya. Menurutnya, medali emas dengan skor sempurna tersebut memiliki arti penting, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga dalam membawa nama universitas dan Indonesia di tingkat internasional.
“Saya bersyukur dapat meraih medali emas dengan skor 100 dan membawa nama Universitas Brawijaya serta Indonesia di ajang ini. Pencapaian ini sangat berarti bagi saya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada dosen pembimbing, rekan-rekan delegasi, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan. Pengalaman tersebut menjadi motivasi baginya untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan.
Kompetisi Keamanan Finansial Lintas Disiplin
IOFS 2026 mengangkat isu keamanan finansial melalui pendekatan lintas disiplin yang mencakup keamanan informasi, hubungan internasional, ekonomi, dan hukum. Penyelenggaraan olimpiade ini juga diarahkan untuk meningkatkan literasi informasi, finansial, dan hukum di kalangan generasi muda, sekaligus mendorong minat belajar serta penelitian di bidang keamanan finansial.
Dalam rangkaian kompetisi, peserta mahasiswa mengerjakan soal olimpiade pada 29 September 2026. Kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan soal pada hari berikutnya, sehingga peserta memperoleh kesempatan untuk meninjau kembali materi yang diujikan.
Selain kompetisi akademik, IOFS 2026 menghadirkan lebih dari 100 kegiatan, meliputi diskusi panel, kuliah, lokakarya, pameran, olahraga, dan kegiatan budaya. Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), termasuk pengaruhnya terhadap keamanan finansial, menjadi salah satu perhatian utama dalam penyelenggaraan tahun ini.
Berbagai kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar bersama para ahli sekaligus bertukar wawasan dengan delegasi dari berbagai negara.
Dosen pendamping Ranitya Ganindha menyampaikan kebanggaannya atas capaian Charles. Ia menilai keberhasilan meraih medali emas dengan skor sempurna merupakan prestasi yang patut diapresiasi dan diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa UB untuk mengikuti kompetisi internasional.
“Pengalaman berkompetisi juga penting untuk memperluas cara pandang mahasiswa dan menghubungkan pengetahuan di ruang kuliah dengan persoalan keamanan finansial yang dihadapi berbagai negara,” ungkapnya.
Jadi Motivasi Penguatan Prestasi Mahasiswa
Tahun 2026 menjadi tahun ketiga UB mengikuti International Olympiad on Financial Security. Keberhasilan Charles meraih medali emas dengan skor sempurna menjadi capaian penting dalam keberlanjutan partisipasi universitas pada ajang internasional tersebut.
Prof. Aan Eko Widiarto menyebut prestasi Charles sebagai kebanggaan bagi UB dan Indonesia. Capaian ini diharapkan menjadi dorongan untuk memperkuat pembinaan mahasiswa agar semakin siap menghadapi kompetisi di tingkat global.
“Kami berharap keberhasilan ini menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk berani berkompetisi di tingkat internasional, sekaligus memanfaatkan ilmunya untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.
Rangkaian IOFS 2026 berakhir pada 2 Oktober dengan agenda penutupan dan pemberian penghargaan. Charles menutup partisipasinya dengan medali emas dan skor sempurna 100, sekaligus membawa pulang prestasi internasional bagi Universitas Brawijaya dan Indonesia. (nid)














