Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

UB Kembangkan Pakan Lobster dari Sampah Organik, Ini Hasil Risetnya

Einid Shandy by Einid Shandy
October 20, 2026
in Riset Inovasi
0
UB Kembangkan Pakan Lobster dari Sampah Organik, Ini Hasil Risetnya

UB Kembangkan Pakan Lobster dari Sampah Organik, Ini Hasil Risetnya (Adam/Kanal24))

5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Universitas Brawijaya (UB) mengembangkan pakan lobster berbahan maggot yang berasal dari pengolahan sampah organik. Hasil riset menunjukkan pertumbuhan lobster yang diberi pakan tersebut tidak terlalu berbeda dibandingkan dengan penggunaan pakan komersial.

Inovasi ini dipaparkan dalam Workshop Kolaboratif Inovasi Pakan Lobster Berkelanjutan CIRCULOBS 2026 bertajuk From Organic Waste to Sustainable Lobster Feed. Kegiatan berlangsung di Ruang Arjuna 3, Lantai 1, Swiss-Belinn Malang, Selasa (20/10/2026), dengan melibatkan UB, BRIN, KKP, dan Griffith University dari Australia.

Baca Juga:
Di Tengah Tekanan Ekonomi, Dekan FPIK UB Ingatkan Indonesia Belum Serius Menjaga Potensi Laut

Maggot Diolah Menjadi Bahan Pakan Lobster

Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UB, Prof. Dr. Sc. Asep Awaludin Prihanto, S.Pi., M.P., menjelaskan bahwa riset ini memanfaatkan sampah organik sebagai bahan untuk menghasilkan maggot. Maggot tersebut kemudian dikombinasikan dalam formulasi pakan pelet untuk lobster.

Meski menunjukkan hasil awal yang menjanjikan, formulasi pakan masih perlu disempurnakan. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah atraktan, yakni bahan yang membantu menarik perhatian lobster agar mau mengonsumsi pakan.

Prof. Dr. Sc. Asep Awaludin Prihanto,S.Pi., M.P., Dosen FPIK UB (Adam/Kanal24)

“Hanya memang beberapa perbaikan formulasi masih perlu untuk ditingkatkan. Terutama salah satunya adalah untuk mencari atraktan yang lebih baik,” ujar Asep.

Menurutnya, hasil pengujian menunjukkan pertumbuhan lobster yang diberi pakan hasil riset tidak terlalu berbeda dibandingkan dengan lobster yang menggunakan pakan komersial. Temuan ini menjadi dasar untuk melanjutkan pengembangan formulasi sebelum inovasi diterapkan lebih luas.

Produksi Massal Menjadi Tantangan Utama

Asep menilai peningkatan kapasitas produksi menjadi tantangan berikutnya. Produksi maggot untuk penelitian memiliki kebutuhan berbeda dari produksi dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan pembudidaya.

“Karena ini kan skala riset. Tentu saja proses untuk bagaimana menghasilkan magot yang bisa dipakai untuk riset akan berbeda dengan nanti kalau kebutuhannya menjadi membesar skala nasional,” jelasnya.

Tantangan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan riset tidak hanya bergantung pada hasil pengujian pakan. Kemampuan memproduksi bahan baku secara konsisten dan memenuhi kebutuhan pasar juga perlu dipersiapkan agar inovasi dapat diterapkan secara berkelanjutan.

UB Jajaki Kemitraan untuk Penerapan Riset

Untuk mendorong penerapan inovasi, Asep menekankan pentingnya menggandeng mitra yang berpengalaman dalam memproduksi pakan. Kolaborasi ini diperlukan agar hasil penelitian dapat dikembangkan menuju tahap produksi yang lebih luas.

“Yang paling penting adalah kita harus menggandeng mitra karena produksi itu harus dilakukan oleh mitra yang memang sudah terbiasa untuk memproduksi pakan,” ungkapnya.

Melalui CIRCULOBS 2026, tim riset berupaya menjajaki peluang kemitraan melalui jejaring pihak terkait, termasuk LPDP dan BRIN. Langkah berikutnya diharapkan dapat membuka peluang adopsi hasil riset oleh mitra produksi pakan.

Pemanfaatan sampah organik menjadi bahan pakan lobster menawarkan peluang untuk menghubungkan pengelolaan limbah dengan kebutuhan sektor perikanan. Namun, penerapan secara luas masih memerlukan penyempurnaan formulasi, pengujian lanjutan, dan kesiapan produksi. (ndr)

Post Views: 55
Tags: budidaya lobstercirculobs 2026ekonomi sirkularfpik ubindriKANAL24kanal24.co.idmaggotpakan berkelanjutanpakan lobsterriset perikananSampah Organikuniversitas brawijaya
Previous Post

Pupuk Indonesia Integrasikan 10.070 Koperasi Merah Putih, Petani Bisa Tebus Pupuk Subsidi Pakai KTP

Next Post

FEB UB Perkuat Kompetensi Lulusan Hadapi Era AI

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
FEB UB Perkuat Kompetensi Lulusan Hadapi Era AI

FEB UB Perkuat Kompetensi Lulusan Hadapi Era AI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
FEB UB Perkuat Kompetensi Lulusan Hadapi Era AI

FEB UB Perkuat Kompetensi Lulusan Hadapi Era AI

October 20, 2026
UB Kembangkan Pakan Lobster dari Sampah Organik, Ini Hasil Risetnya

UB Kembangkan Pakan Lobster dari Sampah Organik, Ini Hasil Risetnya

October 20, 2026
Pupuk Indonesia Integrasikan 10.070 Koperasi Merah Putih, Petani Bisa Tebus Pupuk Subsidi Pakai KTP

Pupuk Indonesia Integrasikan 10.070 Koperasi Merah Putih, Petani Bisa Tebus Pupuk Subsidi Pakai KTP

October 20, 2026
Inflasi Pangan Tembus 5 Persen, BI Perkuat Koordinasi dengan Kementan

Inflasi Pangan Tembus 5 Persen, BI Perkuat Koordinasi dengan Kementan

October 20, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025