Kanal24, Malang – Sampah rumah tangga tidak selalu berakhir sebagai limbah yang dibuang. Plastik, kertas, dan berbagai material bekas yang dipilah dengan tepat masih berpotensi memiliki nilai ekonomi. Jika dikelola secara berkelanjutan, kebiasaan sederhana dari rumah ini dapat menjadi salah satu cara untuk menambah tabungan sekaligus mengurangi sampah.
Upaya tersebut dilakukan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Kelompok Membina dan Mengelola Sampah (Kembangs). Program ini mengajak ibu-ibu nasabah Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) memilah dan menyetorkan sampah melalui sistem bank sampah. Inisiatif pemberdayaan tersebut turut mengantarkan PNM meraih ESG NOW Awards 2026 kategori Circular Economy Empowerment pada Senin (19/10/2026).
Baca Juga:
MSCI Soroti Pasar Indonesia, IHSG Tertekan dan Investor Waspada
Kembangs Ubah Sampah Menjadi Tabungan
Melalui Kembangs, nasabah PNM Mekaar didorong untuk memulai pengelolaan sampah dari lingkungan rumah tangga. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dipilah, dikumpulkan, kemudian disetorkan melalui Bank Sampah Unit yang dikelola oleh sesama nasabah Mekaar.

Sampah yang terkumpul selanjutnya disalurkan ke Bank Sampah Induk untuk menjalani pengelolaan lebih lanjut. Melalui mekanisme tersebut, material yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat dimanfaatkan kembali dan dikonversi menjadi nilai ekonomi atau tabungan bagi nasabah.
Program ini memberikan alternatif pemanfaatan barang bekas secara produktif. Masyarakat tidak hanya didorong untuk mengurangi sampah, tetapi juga memahami bahwa material yang masih dapat digunakan mempunyai nilai apabila dipilah dan dikelola dengan benar.
Meski demikian, nilai yang diperoleh bergantung pada jenis, kondisi, dan mekanisme penilaian sampah di bank sampah. Karena itu, pemilahan menjadi langkah penting untuk memastikan material dapat ditangani sesuai karakteristiknya dan berpeluang dimanfaatkan kembali.
Pemberdayaan Perempuan Perkuat Ekonomi Keluarga
Keterlibatan nasabah Mekaar menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Kembangs. Melalui jaringan pemberdayaan PNM, kegiatan pengelolaan sampah tidak hanya berlangsung di tingkat rumah tangga, tetapi juga membuka ruang kolaborasi di lingkungan masyarakat.
Nasabah dapat berperan sebagai penyetor sekaligus terlibat dalam pengelolaan Bank Sampah Unit. Kegiatan ini mendorong perempuan mengambil peran lebih aktif dalam aktivitas ekonomi berbasis lingkungan serta mengajak masyarakat membangun kebiasaan memilah sampah.
Direktur Utama PNM, Kindaris, menyampaikan bahwa pemberdayaan dapat dimulai dari kegiatan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui Kembangs, sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Pendekatan tersebut memperluas ruang pemberdayaan perempuan. Selain menjalankan aktivitas ekonomi keluarga, nasabah juga berkesempatan berkontribusi dalam pengelolaan lingkungan melalui kegiatan yang dapat dilakukan secara kolektif.
Ekonomi Sirkular Dimulai dari Rumah
Kembangs menjadi salah satu bentuk penerapan ekonomi sirkular dengan mempertahankan nilai material agar tidak langsung berakhir sebagai sampah. Melalui pemilahan dan pengumpulan, barang yang masih dapat dimanfaatkan berpeluang masuk kembali ke dalam proses pengelolaan dan menghasilkan nilai ekonomi.
Kebiasaan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk membangun pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab. Jika dilakukan secara konsisten dan didukung sistem pengumpulan serta pengolahan yang memadai, pemilahan sampah berpotensi mengurangi material yang dibuang sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Atas upaya tersebut, PNM meraih ESG NOW Awards 2026 kategori Circular Economy Empowerment dalam rangkaian ESG Now Movement 2026 bertema “Inspiring Impact” yang diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Senin (19/10/2026).
Penghargaan ini berkaitan dengan upaya PNM mengembangkan pemberdayaan ekonomi sirkular melalui keterlibatan nasabah dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Program Kembangs mempertemukan pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi keluarga, dan kepedulian lingkungan dalam satu kegiatan yang berangkat dari kehidupan sehari-hari.
Melalui program ini, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi upaya mengurangi limbah, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan sumber daya secara lebih produktif. Keberlanjutan manfaatnya tetap bergantung pada partisipasi masyarakat, ketepatan pemilahan, serta dukungan sistem pengelolaan sampah yang berjalan secara konsisten. (gal)














