Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Limbah Kandang Ayam Diolah Menjadi Pupuk Organik oleh Tim Bestari Saintek UB

Einid Shandy by Einid Shandy
November 6, 2026
in Riset Inovasi
0
Limbah Kandang Ayam Diolah Menjadi Pupuk Organik oleh Tim Bestari Saintek UB

Limbah Kandang Ayam Diolah Menjadi Pupuk Organik oleh Tim Bestari Saintek UB (Dok. Tim Bestari Saintek)

2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Persoalan limbah peternakan tidak selalu harus berakhir sebagai beban lingkungan. Dengan pengolahan dan pemanfaatan teknologi yang tepat, limbah justru dapat menjadi sumber daya baru yang memiliki nilai ekonomi. Potensi tersebut dikembangkan Universitas Brawijaya (UB) melalui inovasi pengolahan limbah kandang ayam menjadi pupuk organik untuk mendukung produktivitas sektor pertanian.

Inovasi ini dikembangkan Tim Bestari Saintek 2026 UB yang dipimpin Prof. Dr. Ir. Setyono Yudo Tyasmoro, M.S. Program pengembangan ekosistem ekonomi sirkular di Desa Bluri, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, tersebut diperkenalkan kepada Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof. Fauzan dalam kunjungan pameran Living Lab UB di Auditorium UB, Jumat (30/10/2026). Melalui program ini, UB berupaya menghubungkan sektor peternakan dan pertanian agar limbah dari satu sektor dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung sektor lainnya.

Baca Juga:
Pesta Kandang 2026 Kenalkan Tantangan Industri Peternakan kepada Mahasiswa

Ekonomi Sirkular Berangkat dari Potensi Limbah Peternakan

Prof. Yudo menjelaskan, pengolahan limbah kandang ayam menjadi pupuk organik merupakan bagian dari upaya membangun sistem ekonomi sirkular berbasis potensi lokal. Selama ini, limbah peternakan sering kali membutuhkan penanganan agar tidak menimbulkan persoalan lingkungan. Padahal, kandungan bahan organik di dalamnya berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk setelah melalui proses pengolahan yang sesuai.

“Selama ini, limbah kandang ayam kerap dipandang sebagai hasil samping kegiatan peternakan yang membutuhkan penanganan. Padahal, apabila diolah melalui proses yang tepat, bahan tersebut berpotensi menjadi sumber bahan baku pupuk organik,” kata Prof. Yudo.

Pengembangan program ini menggunakan pendekatan Living Laboratory atau Living Lab yang mengintegrasikan penelitian perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, inovasi tidak hanya dikembangkan di lingkungan akademik, tetapi juga melibatkan masyarakat dan mitra dalam proses penerapan serta evaluasi hasil penelitian.

UB berperan dalam pengembangan teknologi, pendampingan, dan pengujian mutu produk. PT Bless Coco Indonesia turut menjadi mitra dalam pengembangan dan pengolahan produk. Sementara itu, paguyuban peternak ayam berperan menyediakan bahan baku, sedangkan Kelompok Tani Loh Jinawi Bluri menjadi mitra pemanfaatan pupuk organik. Program ini juga melibatkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan sebagai unsur pendukung.

“Pendekatan ini mengusung semangat co-creation, yaitu menciptakan inovasi bersama melalui keterlibatan berbagai pihak. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima hasil penelitian, tetapi juga dilibatkan dalam proses pengembangan, pengamatan, pengujian, hingga peluang pemanfaatan produk,” papar Prof. Yudo.

Pengolahan Pupuk Organik Melalui Pengujian Ilmiah

Dalam proses pengolahannya, tim memanfaatkan limbah kandang ayam petelur dan pedaging sebagai bahan baku. Limbah tersebut diproses menggunakan dekomposer untuk membantu penguraian bahan organik. Selama proses berlangsung, tim melakukan pemantauan berkala terhadap sejumlah parameter, seperti suhu, pH, dan kondisi bahan.

Pupuk Organik (Dok. Tim Bestari Saintek)

Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan proses pengolahan sekaligus memastikan tahapan penguraian berlangsung sesuai dengan kondisi yang direncanakan. Dengan pengamatan secara berkala, proses produksi dapat dievaluasi berdasarkan perubahan karakteristik bahan.

Pupuk organik yang dihasilkan selanjutnya menjalani pengujian di Laboratorium Kimia Tanah Fakultas Pertanian UB. Pengujian dilakukan untuk mengetahui karakteristik dan kandungan produk berdasarkan parameter standar mutu pupuk organik padat. Hasil pengujian ini menjadi dasar evaluasi kualitas produk yang dikembangkan sebelum diarahkan pada pemanfaatan lebih lanjut.

Pengembangan berikutnya difokuskan pada penyempurnaan formulasi pupuk melalui penambahan biochar dan mikroorganisme pendukung, di antaranya Azospirillum sp. dan Azotobacter sp. Kombinasi tersebut direncanakan untuk mengembangkan karakteristik pupuk sekaligus menguji potensi efektivitasnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman.

Tahapan ini menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan tidak berhenti pada pengolahan limbah menjadi produk baru. Tim juga memperhatikan aspek kualitas melalui pengujian laboratorium serta penyempurnaan formulasi berbasis penelitian.

Bangun Rantai Nilai Ekonomi Peternak dan Petani

Selain menghasilkan pupuk organik, program Tim Bestari Saintek UB diarahkan untuk membangun sistem kerja sama yang berkelanjutan. Dalam ekosistem tersebut, setiap pihak memiliki peran yang saling terhubung, mulai dari penyediaan bahan baku hingga pemanfaatan produk untuk kegiatan pertanian.

“Tujuan program tidak hanya menghasilkan produk pupuk organik, tetapi juga membangun sistem kerja sama yang berkelanjutan,” tegas Prof. Yudo.

Melalui pembagian peran tersebut, peternak menjadi penyedia limbah kandang ayam, mitra pengolah menjalankan proses produksi dan pengembangan produk, sedangkan kelompok tani memanfaatkan pupuk organik untuk kegiatan budidaya. Pola ini diharapkan membentuk rantai nilai ekonomi yang memberikan manfaat bagi masing-masing pihak.

Bagi peternak, skema tersebut membuka peluang pemanfaatan limbah yang sebelumnya membutuhkan penanganan. Sementara itu, kelompok tani berpotensi memperoleh alternatif sumber pupuk organik yang dikembangkan berdasarkan hasil penelitian. Di sisi lain, keterlibatan mitra pengolah membuka peluang pengembangan produk menjadi kegiatan ekonomi yang lebih produktif.

Ke depan, tim juga akan mengembangkan perhitungan biaya produksi secara menyeluruh, mulai dari pengadaan bahan baku, proses pengolahan, pengemasan, hingga penentuan harga jual. Perhitungan tersebut diperlukan untuk mengetahui kelayakan ekonomi produk sekaligus menentukan peluang pengembangannya dalam skala yang lebih luas.

Melalui kolaborasi perguruan tinggi, industri, peternak, dan petani, UB berupaya menghadirkan riset yang menjawab persoalan lingkungan sekaligus kebutuhan ekonomi masyarakat. Pengolahan limbah kandang ayam menjadi pupuk organik di Desa Bluri diharapkan dapat memperkuat penerapan ekonomi sirkular berbasis potensi lokal dan mendorong pemanfaatan hasil penelitian secara berkelanjutan. (ndr)

Post Views: 57
Tags: bestari saintek 2026ekonomi sirkularindriinovasi pertanianKANAL24kanal24.co.idLamonganlimbah kandang ayamLiving Lab UBPupuk Organikuniversitas brawijaya
Previous Post

Akademisi Akita University Tekankan Motivasi dalam Pembelajaran Bahasa

Next Post

Jokowi Tunjukkan Ijazah SD hingga S1 UGM di Sidang Roy Suryo

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Jokowi Tunjukkan Ijazah SD hingga S1 UGM di Sidang Roy Suryo

Jokowi Tunjukkan Ijazah SD hingga S1 UGM di Sidang Roy Suryo

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Jokowi Tunjukkan Ijazah SD hingga S1 UGM di Sidang Roy Suryo

Jokowi Tunjukkan Ijazah SD hingga S1 UGM di Sidang Roy Suryo

November 6, 2026
Limbah Kandang Ayam Diolah Menjadi Pupuk Organik oleh Tim Bestari Saintek UB

Limbah Kandang Ayam Diolah Menjadi Pupuk Organik oleh Tim Bestari Saintek UB

November 6, 2026
EURASIA 2026 Perluas Wawasan Interdisipliner Mahasiswa FIB UB

Akademisi Akita University Tekankan Motivasi dalam Pembelajaran Bahasa

November 6, 2026
Dosen FIB UB Dorong Mahasiswa Berani Berbicara Bahasa Inggris Tanpa Takut Salah

Dosen FIB UB Dorong Mahasiswa Berani Berbicara Bahasa Inggris Tanpa Takut Salah

November 6, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025