Kanal24, Malang – Kompres es selama ini lebih dikenal sebagai cara sederhana untuk meredakan bengkak atau rasa nyeri. Belakangan, pengguna media sosial membicarakan kegunaan lain, yakni menempelkan kompres dingin pada area ketiak ketika rasa cemas dan overthinking muncul.
Cara tersebut menarik perhatian karena sensasi dingin disebut dapat membuat tubuh terasa lebih tenang. Meski begitu, metode ini perlu dipahami secara proporsional karena membantu meredakan rasa tidak nyaman untuk sementara tidak sama dengan mengatasi gangguan kecemasan.
Baca Juga:
Karhutla 2026 Meluas, El Niño Bukan Satu-satunya Pemicu
Sensasi Dingin Bantu Alihkan Pikiran
Psikiater sekaligus dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr. Riati Sri Hartini, SpKJ, MSc, menjelaskan sensasi dingin dapat memberikan stimulus pada tubuh ketika seseorang sedang mengalami ketegangan.
Saat cemas, tubuh dapat menunjukkan berbagai respons seperti jantung berdebar, napas berubah, otot menegang, hingga muncul rasa tidak nyaman. Sensasi dingin dapat membantu mengalihkan perhatian dari pikiran yang berlebihan menuju sensasi fisik yang sedang dirasakan.
Proses tersebut berkaitan dengan konsep grounding, yakni upaya mengarahkan kembali perhatian seseorang pada kondisi yang sedang dialami. Dengan fokus pada stimulus fisik, rasa tegang yang muncul dapat terasa lebih terkendali.
Namun, efek tersebut bersifat sementara. Kompres es bukan terapi utama untuk mengatasi gangguan kecemasan dan tidak menghilangkan penyebab seseorang mengalami kecemasan.
Bukan Berarti Kecemasan Teratasi
Rasa cemas sebenarnya merupakan respons alami tubuh ketika menghadapi tekanan atau situasi yang dianggap mengancam. Kondisi tersebut berbeda dengan gangguan kecemasan yang berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.
Ketika kecemasan membuat seseorang sulit tidur, kehilangan konsentrasi, mengganggu aktivitas, atau memicu serangan panik, penanganannya tidak cukup hanya mengandalkan metode sederhana seperti kompres dingin.
Kompres es dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk membantu menenangkan diri ketika tubuh sedang tegang. Namun, masyarakat perlu memahami bahwa rasa lebih tenang setelah menggunakan kompres tidak berarti masalah kecemasan telah selesai.
Penggunaan kompres dingin juga perlu dilakukan dengan hati-hati. Es yang ditempelkan langsung pada kulit terlalu lama dapat menyebabkan iritasi hingga cedera akibat suhu dingin. Karena itu, es sebaiknya diberi lapisan kain dan tidak digunakan secara berlebihan.
Kebiasaan Sehat Tetap Dibutuhkan
Mengelola kecemasan membutuhkan pendekatan yang lebih konsisten. Aktivitas fisik, tidur yang cukup, latihan pernapasan, relaksasi, serta mengurangi konsumsi kafein dapat menjadi bagian dari kebiasaan yang membantu menjaga kondisi tubuh dan pikiran.
Selain itu, membatasi paparan informasi yang memicu stres juga dapat membantu, terutama bagi mereka yang mudah terbawa arus informasi di media sosial. Teknik grounding dan mindfulness dapat digunakan ketika pikiran mulai dipenuhi kekhawatiran.
Jika kecemasan terus muncul dan mengganggu aktivitas sehari-hari, konsultasi dengan psikolog atau psikiater menjadi langkah yang lebih tepat. Penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing, termasuk melalui psikoterapi maupun pengobatan jika memang diperlukan.
Tren kompres es di ketiak pada akhirnya dapat dipandang sebagai salah satu cara sederhana untuk memberikan stimulus fisik ketika seseorang sedang merasa tegang. Sensasi dingin mungkin membantu mengalihkan perhatian dan memberikan rasa nyaman dalam waktu singkat.
Namun, metode tersebut tidak seharusnya dianggap sebagai solusi tunggal untuk masalah kecemasan. Memahami batas antara cara meredakan gejala sementara dan penanganan kesehatan mental menjadi hal penting agar tren di media sosial tidak disalahartikan sebagai terapi. (gal/ern)













