Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Benarkah Kompres Es di Ketiak Redakan Cemas?

Einid Shandy by Einid Shandy
August 29, 2026
in Gaya Hidup
0
Benarkah Kompres Es di Ketiak Redakan Cemas?

Kompres Es Redakan Cemas. (AI)

1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Kompres es selama ini lebih dikenal sebagai cara sederhana untuk meredakan bengkak atau rasa nyeri. Belakangan, pengguna media sosial membicarakan kegunaan lain, yakni menempelkan kompres dingin pada area ketiak ketika rasa cemas dan overthinking muncul.

Cara tersebut menarik perhatian karena sensasi dingin disebut dapat membuat tubuh terasa lebih tenang. Meski begitu, metode ini perlu dipahami secara proporsional karena membantu meredakan rasa tidak nyaman untuk sementara tidak sama dengan mengatasi gangguan kecemasan.

Baca Juga:
Karhutla 2026 Meluas, El Niño Bukan Satu-satunya Pemicu

Sensasi Dingin Bantu Alihkan Pikiran

Psikiater sekaligus dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr. Riati Sri Hartini, SpKJ, MSc, menjelaskan sensasi dingin dapat memberikan stimulus pada tubuh ketika seseorang sedang mengalami ketegangan.

Saat cemas, tubuh dapat menunjukkan berbagai respons seperti jantung berdebar, napas berubah, otot menegang, hingga muncul rasa tidak nyaman. Sensasi dingin dapat membantu mengalihkan perhatian dari pikiran yang berlebihan menuju sensasi fisik yang sedang dirasakan.

Proses tersebut berkaitan dengan konsep grounding, yakni upaya mengarahkan kembali perhatian seseorang pada kondisi yang sedang dialami. Dengan fokus pada stimulus fisik, rasa tegang yang muncul dapat terasa lebih terkendali.

Namun, efek tersebut bersifat sementara. Kompres es bukan terapi utama untuk mengatasi gangguan kecemasan dan tidak menghilangkan penyebab seseorang mengalami kecemasan.

Bukan Berarti Kecemasan Teratasi

Rasa cemas sebenarnya merupakan respons alami tubuh ketika menghadapi tekanan atau situasi yang dianggap mengancam. Kondisi tersebut berbeda dengan gangguan kecemasan yang berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.

Ketika kecemasan membuat seseorang sulit tidur, kehilangan konsentrasi, mengganggu aktivitas, atau memicu serangan panik, penanganannya tidak cukup hanya mengandalkan metode sederhana seperti kompres dingin.

Kompres es dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk membantu menenangkan diri ketika tubuh sedang tegang. Namun, masyarakat perlu memahami bahwa rasa lebih tenang setelah menggunakan kompres tidak berarti masalah kecemasan telah selesai.

Penggunaan kompres dingin juga perlu dilakukan dengan hati-hati. Es yang ditempelkan langsung pada kulit terlalu lama dapat menyebabkan iritasi hingga cedera akibat suhu dingin. Karena itu, es sebaiknya diberi lapisan kain dan tidak digunakan secara berlebihan.

Kebiasaan Sehat Tetap Dibutuhkan

Mengelola kecemasan membutuhkan pendekatan yang lebih konsisten. Aktivitas fisik, tidur yang cukup, latihan pernapasan, relaksasi, serta mengurangi konsumsi kafein dapat menjadi bagian dari kebiasaan yang membantu menjaga kondisi tubuh dan pikiran.

Selain itu, membatasi paparan informasi yang memicu stres juga dapat membantu, terutama bagi mereka yang mudah terbawa arus informasi di media sosial. Teknik grounding dan mindfulness dapat digunakan ketika pikiran mulai dipenuhi kekhawatiran.

Jika kecemasan terus muncul dan mengganggu aktivitas sehari-hari, konsultasi dengan psikolog atau psikiater menjadi langkah yang lebih tepat. Penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing, termasuk melalui psikoterapi maupun pengobatan jika memang diperlukan.

Tren kompres es di ketiak pada akhirnya dapat dipandang sebagai salah satu cara sederhana untuk memberikan stimulus fisik ketika seseorang sedang merasa tegang. Sensasi dingin mungkin membantu mengalihkan perhatian dan memberikan rasa nyaman dalam waktu singkat.

Namun, metode tersebut tidak seharusnya dianggap sebagai solusi tunggal untuk masalah kecemasan. Memahami batas antara cara meredakan gejala sementara dan penanganan kesehatan mental menjadi hal penting agar tren di media sosial tidak disalahartikan sebagai terapi. (gal/ern)

Post Views: 24
Tags: erinagalangGaya HidupgroundingKANAL24kanal24.co.idKecemasanKesehatan Mentalkompres esoverthinkingstresterapi dingin
Previous Post

Kenapa Kita Suka Foto Makanan Sebelum Makan?

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Benarkah Kompres Es di Ketiak Redakan Cemas?

Benarkah Kompres Es di Ketiak Redakan Cemas?

August 29, 2026
Kenapa Kita Suka Foto Makanan Sebelum Makan?

Kenapa Kita Suka Foto Makanan Sebelum Makan?

August 29, 2026
4 Thrift Shop Malang untuk Berburu Outfit Unik

4 Thrift Shop Malang untuk Berburu Outfit Unik

August 29, 2026
Gen Z Makin Dekat dengan Kopi, Benarkah Kecanduan?

Gen Z Makin Dekat dengan Kopi, Benarkah Kecanduan?

August 29, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025