Kanal24, Malang – Kehidupan mahasiswa tidak hanya diwarnai tuntutan akademik, tetapi juga berbagai persoalan dalam pertemanan, organisasi, dan kehidupan pribadi. Beragam tekanan tersebut membutuhkan perhatian agar mahasiswa dapat menjalani perkuliahan dengan dukungan lingkungan yang memadai. Karena itu, kepedulian terhadap kesejahteraan mahasiswa menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan kampus yang mendukung proses belajar.
Upaya tersebut menjadi perhatian Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) melalui seminar bertajuk “Mahasiswa Berdaya, Kampus Terjaga, Mengenali Diri, Mengelola Tekanan dan Membangun Kampus Peduli”, Senin (19/10/2026). Berlangsung di Auditorium Lantai 6, Gedung A, FH UB, kegiatan ini mendorong penguatan kepedulian terhadap kesehatan mental mahasiswa serta dukungan di lingkungan kampus.
Baca Juga:
BKBH FH UB Buka Peluang Pendampingan Hukum bagi Guru
BKBH FH UB Dorong Kepedulian Antarmahasiswa
Sekretaris BKBH FH UB, Anindita Purnama Ningtyas, S.H., M.H., menjelaskan bahwa seminar ini dilatarbelakangi oleh perhatian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi mahasiswa, baik dalam kegiatan akademik maupun kehidupan sehari-hari. Tekanan dari lingkungan pertemanan, aktivitas organisasi, hingga persoalan pribadi dapat memengaruhi kondisi mahasiswa selama menjalani pendidikan tinggi.

Menurut Anindita, kesehatan mental perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan kemampuan mahasiswa menghadapi persoalan dan menjalani aktivitas perkuliahan. Oleh sebab itu, kepedulian tidak cukup hanya dibangun melalui kesadaran individu, tetapi juga perlu didukung oleh lingkungan yang terbuka terhadap persoalan yang dialami mahasiswa.
Melalui seminar ini, BKBH FH UB mendorong terbentuknya sistem kepedulian yang melibatkan mahasiswa dan organisasi di lingkungan kampus. Dukungan antarmahasiswa diharapkan dapat membantu mengenali ketika seseorang membutuhkan pertolongan sekaligus mengarahkannya untuk memperoleh bantuan yang sesuai.
Anindita berharap kegiatan ini membuat mahasiswa lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan mental dan mengetahui tempat untuk mencari bantuan ketika menghadapi kesulitan. Dengan begitu, persoalan yang dialami mahasiswa dapat memperoleh perhatian dan tidak harus dihadapi seorang diri.
Fakultas Perkuat Dukungan bagi Mahasiswa
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan FH UB, Dr. Muktiono, S.H., M.Phil., menilai seminar tersebut dapat menambah wawasan mahasiswa dalam menghadapi tekanan selama menjalani perkuliahan. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya fakultas mendukung perkembangan mahasiswa melalui berbagai aktivitas akademik dan nonakademik.

Menurut Muktiono, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan minat melalui keterlibatan dalam organisasi, kompetisi, kegiatan seni, serta aktivitas lain di luar perkuliahan. Berbagai ruang pengembangan tersebut menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa selama menempuh pendidikan tinggi.
Di samping memberikan kesempatan untuk berkembang, dukungan fakultas juga perlu memperhatikan kebutuhan mahasiswa ketika menghadapi persoalan. Lingkungan kampus diharapkan dapat memberi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan kesulitan dan memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan.
Karena itu, seminar ini menjadi salah satu ruang untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya dukungan terhadap mahasiswa. Upaya tersebut diharapkan berjalan seiring dengan kegiatan akademik dan pengembangan minat serta bakat yang telah tersedia di lingkungan fakultas.
Pendamping Sebaya Diharapkan Perluas Akses Bantuan
Salah satu harapan yang disampaikan Muktiono adalah hadirnya pendamping sebaya atau peer counselor untuk memperluas akses dukungan bagi mahasiswa. Keberadaan pendamping sebaya diharapkan dapat membuka ruang komunikasi bagi mahasiswa yang membutuhkan teman bicara ketika menghadapi tekanan.
Gagasan tersebut juga berkaitan dengan tujuan BKBH FH UB untuk membangun kepedulian secara lebih terstruktur. Selain dukungan dari teman sebaya, akses konsultasi yang mudah dijangkau tetap diperlukan agar mahasiswa dapat memperoleh bantuan yang sesuai dengan persoalan yang dihadapi.
Melalui seminar ini, BKBH FH UB dan pimpinan fakultas berharap kepedulian terhadap kesehatan mental menjadi bagian dari kehidupan kampus. Lingkungan pendidikan yang peduli tidak hanya mendorong mahasiswa meraih prestasi, tetapi juga memberi ruang bagi mereka untuk menyampaikan persoalan dan mencari bantuan ketika diperlukan.(gal)













