Kanal24, Malang – Kekayaan kuliner dan budaya Nusantara diperkenalkan melalui Brawijaya Culture & Food Festival 2026 bertajuk Aksara Rasa: Savor of the Soul Nusantara di Alun-Alun Merdeka Malang. Festival yang digelar mahasiswa Program Studi Pariwisata, Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), Universitas Brawijaya (UB) ini menghadirkan 17 stan kuliner Nusantara dari pelaku UMKM Malang Raya, sekaligus menampilkan beragam pertunjukan seni dan budaya.
Digelar pada Minggu (11/10/2026), kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat melalui pengalaman kuliner dan pertunjukan tradisional. Pemilihan Alun-Alun Merdeka sebagai lokasi acara juga bertujuan memperluas jangkauan festival agar lebih mudah dijangkau masyarakat Kota Malang.
Ketua Pelaksana Brawijaya Culture & Food Festival 2026, Nariswari Nismara, menjelaskan bahwa kegiatan tahunan tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa Pariwisata UB untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap kekayaan budaya Nusantara sekaligus mendorong pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Malang.
Baca juga:
Flu Bukan Sekadar Batuk dan Demam, Kenali Tanda Bahayanya

Tahun ini, festival berfokus pada kuliner Nusantara dengan melibatkan pelaku UMKM dari wilayah Malang Raya. Sebanyak 17 stan kuliner dihadirkan untuk memperkenalkan beragam makanan tradisional kepada pengunjung.
Hadirkan Kuliner dan Pertunjukan Budaya
Selain stan kuliner, Brawijaya Culture & Food Festival 2026 menghadirkan sejumlah pertunjukan seni dan budaya. Rangkaian kegiatan meliputi tari tradisional yang dibawakan siswa SMA di Malang, pertunjukan Reog Ponorogo, food parade oleh mahasiswa Pariwisata UB, serta musik keroncong dari komunitas di Malang.
Rangkaian tersebut dirancang untuk mempertemukan kekayaan kuliner dengan ekspresi budaya Nusantara. Pengunjung tidak hanya dapat mengenal makanan tradisional, tetapi juga menyaksikan pertunjukan yang merepresentasikan keragaman seni Indonesia.
Nariswari menyampaikan bahwa festival tahun ini sengaja ditempatkan di pusat Kota Malang agar semakin dikenal masyarakat. Pada pelaksanaan sebelumnya, kegiatan tersebut pernah digelar di kawasan Candi Badut. Pemindahan lokasi menjadi bagian dari upaya panitia memperluas jangkauan acara dan mengundang lebih banyak masyarakat untuk berpartisipasi.
Kolaborasi juga dilakukan dengan sejumlah pihak, termasuk Pemerintah Kota Malang dan perangkat daerah terkait. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan yang mempertemukan mahasiswa, pelaku usaha, komunitas seni, dan masyarakat.
Mahasiswa Praktik Mengelola Event Pariwisata
Sekretaris Program Studi Pariwisata FIA UB, Zaki Alif Ramadhani, S.Par., M.Par., menjelaskan bahwa Brawijaya Culture & Food Festival merupakan kegiatan tahunan mahasiswa yang telah diselenggarakan sejak sekitar 2013. Kegiatan ini tidak secara khusus berkaitan dengan mata kuliah, melainkan menjadi ruang praktik yang dikembangkan mahasiswa Pariwisata UB.

Menurut Zaki, penyelenggaraan festival memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan dalam mengelola acara, menjaring pelaku UMKM, serta mengenalkan makanan tradisional dan kebudayaan kepada masyarakat.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menunjukkan bahwa mahasiswa Pariwisata tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mampu mempraktikkan pengetahuan dalam penyelenggaraan acara yang menarik pengunjung.
Dukungan terhadap kegiatan mahasiswa juga disampaikan Ali Afandi, Kepala Bidang Pemasaran dan Kelembagaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur. Ia menilai festival tersebut menjadi contoh keterlibatan generasi muda dalam mengangkat kekhasan Nusantara melalui kegiatan pariwisata.
Menurutnya, Jawa Timur memiliki potensi wisata yang tidak hanya berasal dari kekayaan alam, tetapi juga dari beragam kegiatan dan pengalaman budaya yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Ali berharap keterlibatan mahasiswa dan perguruan tinggi dapat terus diperkuat untuk mendukung pengembangan pariwisata Jawa Timur. Perspektif generasi muda dinilai penting karena pola perjalanan dan preferensi wisata mereka dapat memberikan masukan bagi pengembangan destinasi maupun kegiatan pariwisata.
Melalui Brawijaya Culture & Food Festival 2026, mahasiswa Pariwisata UB berupaya menghadirkan ruang pertemuan antara kuliner, seni budaya, pelaku UMKM, dan masyarakat. Festival ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi terhadap kekayaan Nusantara sekaligus membuka peluang promosi bagi pelaku usaha lokal dan potensi pariwisata Kota Malang. (nid)














