Kanal24, Malang – Tren kuliner Korea Selatan mencuri perhatian publik global lewat kemunculan dessert baru bernama butter tteok. Dalam beberapa bulan terakhir, makanan manis ini ramai muncul di media sosial seperti TikTok, Instagram, hingga YouTube Shorts. Banyak food influencer dan pecinta dessert penasaran dengan camilan satu ini karena tampilannya yang unik serta teksturnya yang disebut berbeda dari dessert biasa.
Butter tteok sendiri merupakan inovasi modern dari tteok, yaitu kue beras tradisional Korea yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Jika tteok klasik identik dengan tekstur kenyal dan rasa sederhana, butter tteok hadir dengan sentuhan lebih modern dan kekinian. Dessert ini menggabungkan tepung ketan, mentega, susu, dan gula sehingga menghasilkan rasa creamy sekaligus chewy yang unik.
Baca juga:
Review Novel Sang Eksekutor: Thriller Politik Penuh Teror dan Konspirasi KeadilanĀ
Popularitasnya meningkat sangat cepat karena banyak orang merasa penasaran dengan kombinasi tekstur renyah di luar namun kenyal di dalam. Bahkan di Korea Selatan, beberapa toko dessert dikabarkan sampai dipenuhi antrean pembeli hanya untuk mendapatkan butter tteok yang sedang viral.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana tren dessert Korea terus berkembang dan mampu menciptakan makanan viral baru hanya dalam waktu singkat.
Tekstur Unik Jadi Daya Tarik Utama

Salah satu alasan butter tteok cepat viral adalah teksturnya yang unik dan berbeda dari kebanyakan dessert lain. Banyak orang mendeskripsikan butter tteok sebagai perpaduan antara mochi, madeleine, dan butter cake. Bagian luarnya terasa sedikit garing dan kecokelatan, sementara bagian dalamnya tetap lembut dan kenyal khas tepung ketan.
Di Korea, kombinasi tekstur seperti ini bahkan memiliki istilah tersendiri, yaitu geotba sokjjon, yang berarti ārenyah di luar, chewy di dalam.ā Tekstur inilah yang membuat banyak orang ketagihan dan penasaran untuk mencoba lagi.
Selain tekstur, aroma mentega yang kuat juga menjadi daya tarik utama. Rasa buttery yang gurih dipadukan dengan manis yang tidak berlebihan membuat dessert ini mudah disukai berbagai kalangan. Tidak sedikit orang menyebut butter tteok sebagai comfort food baru yang cocok dinikmati bersama kopi atau teh.
Beberapa toko bahkan mulai menghadirkan berbagai variasi rasa seperti matcha, cokelat, salted caramel, hingga pistachio untuk menarik perhatian pelanggan muda. Variasi tersebut membuat butter tteok semakin populer di media sosial karena tampilannya yang estetik dan menarik difoto.
Viral karena Media Sosial dan Tren Kuliner Korea

Kesuksesan butter tteok tidak lepas dari pengaruh media sosial. Banyak video yang memperlihatkan tekstur chewy butter tteok saat dipotong atau ditarik berhasil menarik perhatian jutaan penonton. Visual makanan yang terlihat lembut dan stretchy membuat banyak orang penasaran ingin mencobanya sendiri.
Fenomena ini sebenarnya mirip dengan tren dessert Korea sebelumnya seperti croffle, Dubai chewy cookie, dan crungji. Korea Selatan memang dikenal cepat menciptakan tren makanan baru yang mudah viral secara global.
Namun, tidak semua orang langsung menyukai butter tteok. Di beberapa forum internet seperti Reddit, ada yang menganggap dessert ini terlalu hype dan rasanya tidak jauh berbeda dari butter mochi biasa. Meski begitu, banyak juga yang justru menyukai kombinasi rasa dan teksturnya yang unik.
Perdebatan tersebut justru membuat butter tteok semakin ramai dibicarakan. Semakin banyak orang penasaran apakah dessert ini benar-benar seenak yang viral di media sosial.
Peluang Bisnis Dessert Viral yang Menjanjikan
Popularitas butter tteok juga membuka peluang bisnis baru, termasuk di Indonesia. Beberapa toko dessert lokal mulai menjual butter tteok dengan berbagai inovasi rasa dan topping. Bahkan ada yang menjadikannya menu utama karena permintaan pasar cukup tinggi.
Salah satu alasan dessert ini mudah berkembang adalah bahan pembuatannya yang sederhana. Tepung ketan, susu, telur, mentega, dan gula merupakan bahan yang cukup mudah ditemukan. Karena itu, banyak orang mencoba membuat versi homemade sendiri di rumah.
Di sisi lain, tren butter tteok juga memperlihatkan bagaimana budaya kuliner Korea masih memiliki pengaruh besar terhadap gaya hidup anak muda global. Tidak hanya musik dan drama, makanan Korea kini juga menjadi bagian penting dari tren populer di media sosial. (cay)













