KANAL24, Malang – Perjalanan lari Napak Tilas Raden Wijaya hingga siang ini terpantau sudah memasuki water station kedua di Wisata Air Balekambang Mojokerto. Para pelari masih menunjukkan stamina yang prima untuk menuntaskan semua rute.
Pada setiap water station sudah terdapat panitia yang memberikan air minum dan buah kepada para peserta.
Namun menurut Adharul Muttaqin salah satu peserta, cuaca panas selama perjalanan menjadi tantangan tersendiri.

Baca Juga : Warek III UB Lepas Lari Napak Tilas Raden Wijaya
“Sampai di water station dua, Alhamdulillah semua sehat namun cuaca terasa sangat panas,” kata Adharul.
Dosen Fakultas Teknik UB ini mengaku cuaca panas ini cukup menguras stamina para pelari sehingga peserta harus pandai untuk mensiasati kondisi.
Hal ini menjadi bahan diskusi para pelari saat istirahat untuk mengatur strategi pada rute berikutnya. Hal ini dilakukan karena rute selajutnya menuju ATP Cangar juga tidak kalah menantang.
Selain dukungan logistik, panitia juga mendapat dukungan fisioterapis dari Society Physioteraphy Malang yang membantu memulihkan fisik pelari.
“Adanya dukungan fisioterapis tahun ini sangat membantu sehingga pelari yang merasa ada kendala fisik ringan dapat langsung ditangani,” imbuh Adharul.
Merujuk kepada jadwal, setelah jeda istirahat siang para pelari akan melanjutkan berlari menuju water station tiga hingga istirahat sore di ATP Cangar.
“Semoga setelah ini tetap lancar sehingga bisa masuk Cangar sekitar pukul 5 sore,” pungkasnya. (sdk)