KANAL24, Malang – Puncak Dies Natalis ke – 63 UB yang berlangsung Senin 5 Januari 2025 kemarin menjadi momen untuk menyampaikan beragam capaian UB dalam berbagai bidang termasuk publikasi ilmiah.
Publikasi jurnal menjadi salah satu program unggulan Rektor UB Prof Widodo untuk menumbuhkan iklim akademik dan meningkatkan peringkat UB secara global.
Dalam kesempatan sidang pleno MWA kemarin, Rektor memaparkan kontribusi dari setiap fakultas dalam jumlah publikasi yang terindeks Scopus selama tahun 2025. Setiap fakultas disebutkan nama- nama dosen yang memiliki publikasi terbanyak.
Selain itu juga dipaparkan rasio jumlah dosen yang sudah memiliki publikasi dengan yang belum sebagai pemacu agar jumlah dosen setiap fakultas yang memiliki publikasi terus meningkat.
Menariknya dalam data tersebut terdapat nama beberapa dekan fakultas yang memiliki jumlah publikasi ditengah kesibukannya memimpin fakultas. Hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya cakap secara manajerial namun juga memiliki kompetensi dalam bidang riset dan publikasi ilmiah yang akan mendukung peringkat fakultas tersebut .
Berikut deretan nama dekan yang memiliki publikasi terbanyak berdasarkan fakultasnya.
1. Prof Yusuf Hendrawan FTP 17 publikasi
2. Prof Asep Awaludin Prihanto FPIK 16 publikasi
3. Prof Halim Natsir Fapet 12 publikasi
4. Prof Hamidah Nayati FIA 10 publikasi
5. Prof Dian Handayani Fikes 8 publikasi
6. Dr. Aan Eko Widiarto FH 5 publikasi
7. Dr.dr. Yuanita Lely Rachmawati FKG 2 publikasi
Selain itu Rektor UB Prof Widodo juga memiliki 23 publikasi yang dapat menjadi keteladanan bagi civitas akademika UB.
Dihubungi secara terpisah Dekan FPIK Prof Asep Awaludin Prihanto mengaku bersyukur dapat menjadi salah satu kontributor dalam publikasi ilmiah tahun 2025.
“Alhamdulillah dapat memberikan kontribusi melalui publikasi ilmiah selaras dengan program UB,” kata Asep.
Menurutnya dirinya tidak memiliki resep khusus untuk membagi waktu antara tugas memimpin fakultas dengan menulis karena menulis publikasi menjadi passion baginya.
“Mengalir saja dan waktunya bisa diatur, karena ini salah satu passion saya,” lanjutnya.
Sebagai pimpinan fakultas, Asep merasa perlu terus mendorong semangat riset dengan pentingnya menggandeng mitra internasional. Baginya, kolaborasi penting untuk menumbuhkan ide-ide segar dan kolaboratif. Ia meyakini, publikasi ilmiah seharusnya lahir secara alami dari gairah meneliti. Karena itu, fakultas terus memperkuat dukungan bagi para dosen dengan mulai dari penyediaan jaringan mitra internasional dan juga insentif yang memadai.
Dengan cara ini, ia berharap riset dan publikasi menjadi bagian dari denyut kehidupan kampus, menyatu dengan proses belajar dan mengajar














