KANAL24, Malang – Momen silaturahmi Idul Fitri menjadi momen untuk membangun komunikasi dengan berbagai kalangan. Hal ini dilakukan secara apik oleh putra residen Prabowo, Didit Prabowo.
Putra semata wayang Presiden ini mampu mejalin komunikasi dan silaturahmi dengan berbagai kalangan politisi nasional.
Seperti yang nampak di berbagai media sosial, pada momen lebaran ini, Didit berfoto bersama para tokoh politik nasional mulai dari keluarga mantan presiden Megawati, keluarga SBY dan juga keluarga Jokowi. Didit juga nampak berfoto dengan Wapres Gibran Rakabuming Raka dan Menko Infrastruktur AHY.
Selain itu nampak pula Didit berfoto usai sholat Idul Fitri bersama dengan mantan Gubernur DKI Anies Baswedan.
Menurut Pakar Komunikasi Politik UB, Dr. Verdy Firmantoro langkah yang dilakukan oleh Didit Prabowo merupakan bentuk komunikasi yang cerdas dan menarik. Dengan posisinya sebagai putra presiden, Didit mampu membangun komunikasi yang lebih cair dengan berbagai kalangan politik baik yang ada dalam pemerintahan maupun diluar pemerintahan.

āGaya mas Didit ini menarik, karena dengan tidak memiliki posisi namun sebagai putra Presiden dia dapat berkomunikasi dengan berbagai kalangan tanpa ada beban. Lebih cair dan komunikatif,ā kata Verdy, Jumāat (27/3/2026).
Jembatan komunikasi (bridging actor) di tengah fragmentasi elite. Dalam perspektif elite network communication, Didit berperan sebagai bridging node penghubung antar-klaster elite yang secara politik berseberangan. Kehadirannya membantu menurunkan sekat psikologis tanpa harus membuka negosiasi politik formal.
āDidit Prabowo mampu menjadi aktor yang menjembatani berbagai komunikasi secara informal bagi Presiden Prabowo,ā lanjutnya.

Kehadirannya juga banyak disukai oleh berbagai kalangan terlihat dari foto-foto yang ada. Dengan kalangan yang lebih senior seperti Megawati dan SBY, Didit tidak canggung dan dengan yang lebih muda seperti Puan Maharani, AHY dan Gibran juga terlihat cair.
Momen silaturahmi Idul Fitri menjadi momen yang menarik untuk terus membangun komunikasi antar elit melalui pendekatan kultural yang menarik dan lebih cair.
āMomentum Idul Fitri ini dimanfaatkan dengan baik oleh Didit secara informal terus membangun komunikasi dengan berbagai lapisan elit politik sebagai jembatan komunikasi agar harmoni politik dapat terjaga,ā pungkas Verdy. (sdk)














