Kanal24, Malang – Kota Malang, yang hingga saat ini masih bebas dari kasus Monkeypox, terus meningkatkan langkah-langkah preventifnya. Meskipun Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah menyediakan vaksin untuk Monkeypox (cacar monyet), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang tetap mengutamakan upaya pencegahan melalui pengelolaan ruang isolasi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, Meifta Eti Winindar, SST, MM., menjelaskan bahwa meskipun vaksin belum tersedia di wilayah mereka, ruang isolasi yang sebelumnya digunakan selama pandemi COVID-19 masih dipertahankan dan siap digunakan jika kasus Monkeypox ditemukan. Hal ini sebagai bentuk langkah preventif untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut.
“Jadi kan ada ruang isolasi waktu pandemi COVID itu masih belum ditutup, dan bisa dimanfaatkan sebagai isolasi apabila nanti ditemukan,” ungkap Meifta.
Ruang isolasi ini tersebar di berbagai rumah sakit di Kota Malang, dan Dinkes telah merencanakan pembentukan tim khusus yang akan bekerja sama dengan fasilitas kesehatan (faskes) untuk menangani potensi kasus Monkeypox. Tim tersebut juga akan melibatkan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di berbagai kecamatan untuk memperkuat respons di tingkat masyarakat.
Meskipun vaksin Monkeypox telah disiapkan oleh Kemenkes RI, Dinkes Kota Malang masih menunggu arahan resmi terkait pengedaran vaksin tersebut. Saat ini, prioritas peredaran vaksin masih difokuskan di wilayah Jakarta, dengan langkah-langkah pencegahan berupa sosialisasi dan informasi kepada masyarakat umum.
Menurut edaran Kemenkes RI yang berjudul “Kesiapsiagaan Dalam Penanganan Kasus Mpox,” vaksin baru akan diberikan setelah ada laporan kasus Monkeypox. Sebelum itu, faskes harus memastikan kesiapan mereka dengan menyediakan fasilitas penunjang, termasuk laboratorium sampling.
Dinkes Kota Malang berencana untuk bekerja sama dengan Dinkes Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terkait laboratorium sampling. Hal ini untuk memastikan bahwa semua sampling Monkeypox yang ditemukan dapat segera dianalisis di laboratorium Pemprov Jatim.
Bantuan vaksin Monkeypox sebanyak 2 ribu dosis dari ASEAN telah diterima oleh Indonesia. Meskipun masih berada dalam kondisi siaga, Dinkes Kota Malang berpendapat bahwa penanganan Monkeypox lebih dapat ditanggulangi dibanding COVID-19. Hal ini disebabkan oleh ketersediaan vaksin yang dapat digunakan untuk mencegah dan mengatasi penyebaran virus Monkeypox.
“Kalau virus cacar monyet ini sudah ditemukan vaksinnya, jadi lebih mudah menanggulanginya. Dan inshaAllah Kota Malang aman dari adanya cacar monyet ini,” pungkas Meifta.