Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Dolar AS Nyaris Tembus Rp18.000, Rupiah Kian Tertekan Akibat Geopolitik Global

Einid Shandy by Einid Shandy
May 29, 2026
in Ekonomi
0
Dolar AS Nyaris Tembus Rp18.000, Rupiah Kian Tertekan Akibat Geopolitik Global

Dolar AS Nyaris Tembus Rp18.000, Rupiah Kian Tertekan Akibat Geopolitik Global (Kapanlagi.com/Budy Santoso)

4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali mengalami tekanan pada perdagangan Jumat, 29 Mei 2026. Kurs dolar AS tercatat berada di kisaran Rp17.855 hingga Rp17.857, membuat pasar semakin waspada terhadap potensi pelemahan lanjutan menuju level psikologis Rp18.000.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah belum mereda dalam beberapa pekan terakhir. Setelah sebelumnya ditutup di sekitar Rp17.760 per dolar AS, mata uang Garuda kembali melemah di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan sentimen pasar internasional.

Sepanjang perdagangan harian, rupiah bergerak dalam rentang Rp17.772 hingga Rp17.868 per dolar AS. Sementara dalam periode 52 minggu terakhir, pergerakan dolar AS terhadap rupiah tercatat berada di level Rp16.085 hingga hampir menyentuh Rp18.000.

Baca juga:
Pensiunan ASN Terima Gaji ke-13 Tanpa Potongan

Kondisi ini sekaligus memperlihatkan besarnya tekanan eksternal yang sedang dihadapi pasar keuangan Indonesia, terutama akibat eskalasi geopolitik dan penguatan permintaan aset safe haven global.

Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu Utama

Meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor dominan yang mendorong penguatan dolar AS terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah.

Pasar global menyoroti situasi panas antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan serta jalur distribusi energi dunia. Ancaman gangguan di Selat Hormuz dan Laut Oman ikut meningkatkan ketidakpastian pasar, terutama karena wilayah tersebut menjadi jalur vital perdagangan minyak internasional.

Kondisi tersebut membuat investor global cenderung mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS. Akibatnya, mata uang negara berkembang mengalami tekanan cukup besar dalam beberapa hari terakhir.

Kenaikan harga minyak dunia juga menjadi faktor tambahan yang memperburuk sentimen terhadap rupiah. Indonesia sebagai negara importir energi dinilai cukup rentan terhadap lonjakan harga komoditas global, sehingga tekanan terhadap nilai tukar semakin terasa.

Dolar AS Masih Perkasa di Tengah Ketidakpastian

Meski secara global indeks dolar AS sempat mengalami koreksi tipis terhadap sejumlah mata uang utama dunia, posisi dolar terhadap rupiah tetap menunjukkan dominasi kuat. Kondisi ini dipengaruhi oleh tingginya permintaan dolar di pasar domestik serta meningkatnya kekhawatiran investor terhadap risiko eksternal.

Sejumlah analis menilai pelemahan rupiah saat ini berbeda dengan krisis moneter 1998. Fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih relatif kuat, mulai dari perbankan, cadangan devisa, hingga stabilitas fiskal pemerintah.

Namun demikian, tekanan psikologis pasar tetap menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Ketika kurs mendekati Rp18.000 per dolar AS, sentimen publik dan dunia usaha berpotensi ikut terpengaruh, terutama pada sektor impor, industri manufaktur, dan harga kebutuhan berbasis dolar.

Pelaku pasar kini menanti langkah lanjutan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, termasuk melalui intervensi pasar maupun kebijakan moneter yang lebih agresif.

Rupiah dan Tantangan Ekonomi Nasional

Melemahnya rupiah bukan hanya persoalan angka di pasar valuta asing. Dampaknya dapat merembet pada berbagai sektor ekonomi nasional, mulai dari kenaikan biaya impor bahan baku, tekanan inflasi, hingga meningkatnya beban utang berbasis dolar.

Di sisi lain, pelemahan rupiah juga dapat memberi keuntungan sementara bagi sektor ekspor karena produk Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar internasional. Meski begitu, manfaat tersebut belum tentu cukup untuk menutupi tekanan yang muncul akibat ketidakstabilan global.

Jika konflik geopolitik terus memanas dan pasar internasional masih dibayangi ketidakpastian, peluang rupiah untuk kembali tertekan tetap terbuka lebar dalam jangka pendek.

Pemerintah dan otoritas moneter kini berada dalam posisi penting untuk menjaga kepercayaan pasar. Sebab di tengah gejolak global, stabilitas psikologis investor sering kali menjadi penentu utama arah pergerakan mata uang suatu negara. 

Post Views: 65
Tags: Bank IndonesiaDolar ASdolar hari iniEkonomi IndonesiaGeopolitik Timur TengahKANAL24kanal24.co.idKurs Rupiahkurs USD IDRNilai Tukar Rupiahrupiah melemahRupiah terhadap dolaruniversitas brawijaya
Previous Post

Aplikasi SiCegah Hebat FIKES UB Bantu Edukasi Pencegahan Stunting

Next Post

Ruang Digital Anak Kian Rawan, Komdigi Perkuat Perlindungan

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Ruang Digital Anak Kian Rawan, Komdigi Perkuat Perlindungan

Ruang Digital Anak Kian Rawan, Komdigi Perkuat Perlindungan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
BPJS Ketenagakerjaan Bidik UB Jadi Role Model Perlindungan Jaminan Sosial di Kampus

BPJS Ketenagakerjaan Bidik UB Jadi Role Model Perlindungan Jaminan Sosial di Kampus

May 29, 2026
Mahasiswa FTAB UB Raih Gold Medal ITEX-WYIE 2026 Lewat Inovasi AI Akuaponik

Mahasiswa FTAB UB Raih Gold Medal ITEX-WYIE 2026 Lewat Inovasi AI Akuaponik

May 29, 2026
Pemkot Malang Matangkan Integrasi Kawasan Wisata

Pemkot Malang Matangkan Integrasi Kawasan Wisata

May 29, 2026
Festival Kurban FT UB Perkuat Solidaritas Sosial Kampus

Festival Kurban FT UB Perkuat Solidaritas Sosial Kampus

May 29, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkiniā€Ž
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025