Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Dosen FKH UB Berkontribusi dalam Penguatan Kompetensi Kebencanaan Nasional

Einid Shandy by Einid Shandy
September 18, 2026
in Pendidikan
0
Dosen FKH UB Berkontribusi dalam Penguatan Kompetensi Kebencanaan Nasional

Dosen FKH UB Berkontribusi dalam Penguatan Kompetensi Kebencanaan Nasional (Dok. FKH UB)

3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB) turut mengambil peran dalam penguatan kompetensi penanggulangan bencana nasional melalui keterlibatan sebagai asesor kompetensi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Keterlibatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi sivitas akademika UB dalam mendukung kesiapan tenaga profesional yang terlibat dalam penanganan bencana. Keahlian yang dimiliki dosen FKH juga dapat memperluas perspektif penanggulangan bencana, khususnya dalam melihat kebutuhan penanganan di lapangan secara lebih menyeluruh.

Salah satu dosen FKH UB yang terlibat sebagai asesor kompetensi BNPB adalah Dr. drh. Albiruni Haryo, M.Sc., AP.Vet. Ia mengatakan keterlibatannya dalam bidang kebencanaan telah dimulai sejak 2014, ketika dirinya mulai menekuni persoalan kebencanaan yang berkaitan dengan hewan.

Baca juga:
Wapres Undang Tim ADAPT-V UB ke Istana, Minta 100 Rompi Pintar

Dr. drh. Albiruni Haryo, M.Sc., AP.Vet, Salah satu dosen FKH UB yang terlibat sebagai asesor kompetensi BNPB (Yordan/Kanal24)

Kompetensi Jadi Bekal Utama di Lapangan

Menurut Albiruni, keterlibatan dalam penanggulangan bencana tidak cukup hanya bermodalkan keinginan untuk membantu. Setiap tenaga profesional maupun relawan yang turun ke lapangan perlu memiliki kompetensi yang sesuai dengan tugasnya.

Ia menjelaskan, banyak relawan memiliki kepedulian dan bergerak secara sukarela ketika bencana terjadi. Namun, tanpa kompetensi dan pembagian tugas yang jelas, niat membantu justru berpotensi menimbulkan persoalan baru di lapangan.

“Kompetensi ini perlu diukur, perlu dilatih untuk nantinya kita tahu bagaimana kemudian kita bisa bertugas di lapangan tidak tumpang tindih, tahu tugasnya dan sesuai dengan bidangnya,” ujar Albiruni dalam wawancara eksklusif, Kamis (17/9/2026).

Selain kemampuan teknis, menurutnya, tenaga kebencanaan juga membutuhkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi. Kondisi lapangan yang dinamis membuat setiap pihak harus memahami posisi dan tugas masing-masing.

Ia juga menekankan pentingnya menurunkan ego ketika berada dalam situasi bencana. Setiap profesi memiliki keahlian masing-masing, tetapi penanganannya tetap harus berada dalam satu sistem koordinasi.

Pelatihan Harus Dilakukan Sebelum Bencana

Albiruni menilai kesiapan tenaga kebencanaan tidak bisa dibangun secara mendadak ketika bencana sudah terjadi. Pelatihan dan penguatan kompetensi perlu dilakukan jauh sebelum situasi darurat muncul.

Menurutnya, pengalaman di lapangan menunjukkan adanya kebutuhan untuk memperjelas standar kompetensi dan pihak yang dapat memberikan pelatihan bagi tenaga yang akan terlibat dalam penanganan bencana.

Ia menyebut sejumlah kebutuhan di lapangan, termasuk tenaga dengan kemampuan khusus seperti pencarian menggunakan anjing pelacak maupun tim yang memiliki pemahaman mengenai penanganan hewan dalam kondisi bencana.

Namun, keberadaan tim khusus tersebut tetap membutuhkan standar kompetensi yang jelas agar setiap personel memahami kemampuan dan tanggung jawabnya.

“Pelatihan bencana itu harus diadakan dahulu sebelum bencananya terjadi. Jangan terbalik. Jangan kemudian saat bencana datang berduyun-duyun untuk kemudian berlatih,” tegasnya.

Menurut Albiruni, pendekatan tersebut juga menjadi ruang bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi. UB dengan sumber daya sivitas akademika yang beragam dinilai memiliki potensi untuk mengembangkan pelatihan dan penguatan kompetensi yang dapat mendukung kebutuhan kebencanaan.

Kolaborasi Perlu Diperkuat

Selain kompetensi individu, koordinasi antarpihak menjadi bagian penting dalam penanganan bencana. Albiruni mengatakan tenaga profesional yang turun ke lapangan harus memahami rantai komando dan mengikuti struktur koordinasi yang telah ditetapkan.

Pada tingkat nasional, penanganan bencana berada dalam koordinasi BNPB, sedangkan di daerah melibatkan BPBD serta berbagai instansi terkait.

Menurutnya, tenaga dengan keahlian tertentu tidak dapat bekerja sendiri hanya berdasarkan bidang masing-masing. Pembagian tugas harus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan agar tidak terjadi tumpang tindih.

“Jangan sampai egonya muncul. Merasa dokter hewan terus semuanya hewan itu di-handle semua. Jelas salah itu. Jadi kita akan ikut komando koordinasi, bagi tugas siapa, ada dinas terkait juga, bagaimana strukturnya,” jelasnya.

Dalam konteks tersebut, keterlibatan dosen FKH UB sebagai asesor kompetensi BNPB tidak hanya berkaitan dengan keahlian kedokteran hewan. Peran tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan tenaga yang terlibat dalam kebencanaan memiliki kompetensi, memahami tugas, serta mampu bekerja bersama pihak lain.

Albiruni berharap keterlibatan UB dalam bidang kebencanaan dapat terus dikembangkan. Menurutnya, sivitas akademika yang telah memiliki kompetensi dan mendapatkan pelatihan dapat dipersiapkan untuk memberikan kontribusi secara lebih terarah ketika dibutuhkan di lapangan.

Ia juga berharap penguatan kompetensi kebencanaan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat membangun kesiapsiagaan yang berkelanjutan.

“Setelah dilatih, sudah matang, sudah bisa terjun bersama-sama ke lapangan, kita bisa membantu tadi masyarakatnya,” pungkasnya. (nid)

Post Views: 44
Tags: Asesor BNPBbencana nasionalBNPBdokter hewanDosen FKH UBFakultas Kedokteran Hewan UBFKH UBKANAL24kanal24.co.idKesehatan HewanKompetensi KebencanaanMalangPenanggulangan Bencanauniversitas brawijaya
Previous Post

Bukan Sekadar Pilah Sampah, UB Perkuat Keselamatan Petugas Cleaning Service

Next Post

FK UB Ajak Guru dan Siswa Pahami Epilepsi dan Lawan Stigma

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
FK UB Ajak Guru dan Siswa Pahami Epilepsi dan Lawan Stigma

FK UB Ajak Guru dan Siswa Pahami Epilepsi dan Lawan Stigma

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
FK UB Ajak Guru dan Siswa Pahami Epilepsi dan Lawan Stigma

FK UB Ajak Guru dan Siswa Pahami Epilepsi dan Lawan Stigma

September 18, 2026
Dosen FKH UB Berkontribusi dalam Penguatan Kompetensi Kebencanaan Nasional

Dosen FKH UB Berkontribusi dalam Penguatan Kompetensi Kebencanaan Nasional

September 18, 2026
Bukan Sekadar Pilah Sampah, UB Perkuat Keselamatan Petugas Cleaning Service

Bukan Sekadar Pilah Sampah, UB Perkuat Keselamatan Petugas Cleaning Service

September 18, 2026
AI Makin Masuk Dunia Pendidikan, FIB UB Dorong Mahasiswa Tetap Kritis

AI Makin Masuk Dunia Pendidikan, FIB UB Dorong Mahasiswa Tetap Kritis

September 18, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025