Kanal24, Malang – Tim pengembang rompi pintar ADAPT-V Universitas Brawijaya (UB) mendapat undangan Wakil Presiden untuk bertemu di Istana Wakil Presiden. Dalam pertemuan tersebut, tim mendapat pesan untuk menjaga hak cipta sekaligus diminta menyiapkan 100 unit rompi untuk disebarluaskan.
Muhammad Nafis Khilmi, mahasiswa Program Studi Psikologi UB, mengatakan undangan tersebut datang dari Wakil Presiden melalui sekretariatnya. Ia mengaku terkejut karena tidak menyangka karya tim mendapat perhatian hingga diundang langsung ke Istana Wakil Presiden.
Baca Juga:
Mahasiswa UB Kembangkan Rompi Pintar Redam Tantrum Anak ASD
Tim ADAPT-V Diundang ke Istana
“untuk pengalaman bertemu dengan Bapak Wakil Presiden, jujur sebenarnya kita sangat kaget ya karena kita juga tidak menyangka bagaimana ee karena yang mengundang itu dari beliau sendiri. beliau yang minta ke sekretariatnya untuk mengundang kami ke istana wakil presiden.”

Pertemuan itu juga menjadi bentuk apresiasi yang dirasakan langsung oleh tim. Nafis menyebut perhatian tersebut membuat mereka semakin terdorong untuk melanjutkan pengembangan ADAPT-V.
“Jadi kayak di situ kami ngerasa kaget. Tapi di selain kami juga ngerasa sangat ee diapresiasi karena oh ternyata karya dari kami diakui oleh Bapak Wakil Presiden. Jadi kita sangat kaget dan sangat ee merasa lumayan bangga karena kita merasa diapresiasi seperti itu.”
Wapres Tekankan Perlindungan Hak Cipta
Selain memberikan perhatian terhadap inovasi tersebut, Wakil Presiden menitipkan pesan agar tim melindungi hak cipta ADAPT-V. Hal ini menjadi perhatian penting karena tim masih akan mengembangkan alat sebelum masuk ke tahap komersialisasi.
“dari Bapak Wakil Presiden sendiri menitipkan kepada kami supaya kita untuk menjaga hak cipta ini. Jangan sampai alat yang sudah kita kembangkan, sudah kita pikirkan matang-matang ini justru malah hak ciptanya dicu orang lain atau bahkan tidak bisa diilakukan hak cipta gitu.”
Nafis mengatakan perlindungan hak cipta diperlukan agar hasil pengembangan tim tetap terlindungi ketika ADAPT-V dikembangkan dan dipasarkan lebih luas.
Wapres Minta 100 Rompi Disiapkan
Hasil lain dari pertemuan tersebut adalah permintaan untuk menyiapkan 100 unit ADAPT-V. Menurut Nafis, Wakil Presiden juga menyampaikan rencana menghubungkan tim dengan pihak terkait, seperti BRIN dan Kementerian Kesehatan, untuk mendukung proses komersialisasi.
“Oke, untuk hasil dan tindak lanjutnya sebetulnya Pak Wapres itu ee sempat bilang kepada kami bahwasanya ingin ee mengaitkan dengan pihak-pihak terkait contohnya BRIN dan juga Kementerian Kesehatan untuk ee dikomersialisasi. Dan ee setelah kami pulang dari pertemuan tersebut juga Pak Wapres itu meminta agar kami membuatkan 100 rompi untuk nantinya bisa disebarlaskan.”
Menindaklanjuti arahan tersebut, tim mulai bekerja sama dengan dosen dan tenaga pendidik dari bidang arsitektur serta Teknik Elektro UB. Kolaborasi dilakukan untuk merealisasikan pengembangan ADAPT-V agar lebih siap digunakan.
Saat ini, ADAPT-V masih berada pada tahap prototipe. Rompi tersebut dilengkapi sistem otomatis yang dapat mendeteksi kondisi anak ketika mengalami tantrum, mengirimkan notifikasi melalui aplikasi, serta menjalankan sistem terapi secara otomatis. Tim selanjutnya menargetkan pengembangan perangkat agar lebih nyaman, ringan, dan optimal sebelum dikomersialkan. (ndr)













