Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Mahasiswa UB Kembangkan Rompi Pintar Redam Tantrum Anak ASD

Einid Shandy by Einid Shandy
August 27, 2026
in Pendidikan, Riset Inovasi
0
Mahasiswa UB Kembangkan Rompi Pintar Redam Tantrum Anak ASD

Rompi ADAPT-V untuk Penangan Tantrum Anak Autis (ist)

2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) mengembangkan teknologi wearable yang dirancang untuk membantu menangani tantrum pada anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD). Bernama ADAPT-V, rompi pintar ini mampu mendeteksi tanda-tanda stres fisiologis dan memberikan tekanan terkontrol secara otomatis.

ADAPT-V dikembangkan berbasis Deep Pressure Therapy (DPT) untuk memberikan tekanan terkontrol pada tubuh anak. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu meminimalkan risiko terjadinya tantrum sekaligus memberikan sensasi nyaman bagi anak dengan ASD.

Inovasi ini berangkat dari persoalan sensory processing yang kerap dihadapi anak dengan ASD. Respons emosional terhadap rangsangan tertentu dapat memicu perilaku tantrum yang tidak terkendali.

Anggota tim dari Program Studi Psikologi UB, Muhammad Nafis Khilmi, menjelaskan latar belakang psikologis di balik pengembangan ADAPT-V.

“Anak dengan ASD sering kali mengalami kesulitan dalam memproses rangsangan sensorik, yang dampaknya bisa memunculkan perilaku menangis, berteriak, menendang, hingga tindakan agresif yang membahayakan dirinya sendiri maupun lingkungan sekitar. Melalui ADAPT-V, kami menerapkan metode Deep Pressure Therapy (DPT) dengan memberikan tekanan terkontrol pada tubuh untuk menghadirkan sensasi nyaman menyerupai pelukan hangat yang telah terbukti efektif memberikan efek relaksasi,” ujar Nafis.

Baca juga: Dawai Cempluk Dikembangkan Vokasi UB sebagai Identitas Kampung

Deteksi Tantrum secara Otomatis

Terapi sejenis sebelumnya dapat dilakukan menggunakan alat manual seperti Snug Vest. Namun, rompi konvensional tersebut masih memiliki keterbatasan karena membutuhkan pengawasan penuh dari terapis atau orang tua untuk mengatur tekanan secara manual.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, ADAPT-V mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (Machine Learning) sehingga sistem dapat bekerja secara otomatis dan real-time.

Ketua tim pengembang, Zakky Yahya dari Program Studi Teknik Elektro UB, menjelaskan ADAPT-V menggunakan sensor MAX30102 untuk mendeteksi denyut nadi jantung serta sensor MPU6050 untuk memetakan pola gerakan anak.

Data dari kedua sensor kemudian dianalisis menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM) untuk mendeteksi ketika anak mulai mengalami fase tantrum.

“Untuk mengatasi keterbatasan rompi manual, ADAPT-V dirancang bekerja secara otomatis dan bekerja secara real-time. Kami menanamkan sensor MAX30102 untuk mendeteksi denyut nadi jantung serta sensor MPU6050 untuk memetakan pola gerakan anak. Data dari kedua sensor fisik ini kemudian dianalisis secara cerdas oleh algoritma Support Vector Machine (SVM) guna mendeteksi secara presisi kapan anak mulai mengalami fase tantrum,” jelas Zakky.

Ketika fase tantrum terdeteksi, mikrokontroler ESP32 secara otomatis mengaktifkan pompa udara (micro air pump DC) untuk mengisi kantung udara di dalam rompi.

Atur Tekanan Udara dalam Batas Aman

Selain mendeteksi kondisi anak secara otomatis, ADAPT-V dilengkapi sistem yang mengatur tekanan udara pada rompi.

Anggota tim dari Teknik Elektro, Sugih Rizkiawan, menjelaskan sistem menggunakan algoritma Proportional Integral Derivative (PID) yang terhubung dengan sensor tekanan MPX5100DP.

Algoritma tersebut digunakan untuk menjaga tekanan udara yang masuk ke tubuh anak tetap stabil pada batas aman yang telah ditentukan. Ketika sistem mendeteksi kondisi emosi anak kembali tenang, katup solenoid (solenoid valve) akan terbuka secara perlahan untuk mengempiskan rompi.

“Kunci keamanan rompi ini terletak pada kendali algoritma Proportional Integral Derivative (PID) yang terhubung dengan sensor tekanan MPX5100DP. Algoritma ini memastikan tekanan udara yang masuk ke tubuh anak tetap stabil pada batas aman yang ditentukan. Ketika sistem mendeteksi kondisi emosi anak telah kembali tenang (tidak tantrum), katup solenoid (solenoid valve) akan terbuka perlahan untuk mengempiskan rompi secara otomatis,” tambah Sugih.

Baca juga: Saat AI Membantu Mahasiswa Tuli Belajar, UB Kembangkan LMS VERO

Terhubung dengan Aplikasi melalui IoT

ADAPT-V tidak hanya mengandalkan otomatisasi pada rompi, tetapi juga terintegrasi dengan ekosistem digital berbasis Internet of Things (IoT).

Data aktivitas anak dan respons rompi dikirimkan secara langsung menggunakan koneksi Wi-Fi ke aplikasi smartphone. Melalui sistem tersebut, orang tua dan terapis dapat melakukan pemantauan kondisi anak dari jarak jauh secara real-time.

Pengembangan ADAPT-V didanai melalui Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC). Program tersebut berada di bawah bimbingan dosen Teknik Elektro, Ir. Nurussa’adah, M.T., dan dosen Kedokteran, DR. dr. Agung Riyanto Budi S, SpOT.

Keamanan Jadi Fokus Pengujian

Dosen pembimbing teknis, Ir. Nurussa’adah, M.T., menegaskan bahwa keandalan dan keamanan produk menjadi fokus utama dalam proses pengujian ADAPT-V.

Pengujian dilakukan mulai dari akurasi sensor, respons algoritma klasifikasi emosi, hingga kestabilan sistem tekanan udara. Evaluasi juga melibatkan terapis dari lembaga pendidikan inklusif untuk melihat aspek kenyamanan, keamanan medis, dan kemudahan penggunaan alat.

“Pengembangan ADAPT-V ini melalui tahapan pengujian yang sangat ketat, mulai dari akurasi sensor, respons algoritma klasifikasi emosi, hingga kestabilan sistem tekanan udaranya. Kami juga melibatkan evaluasi langsung dari para terapis di lembaga pendidikan inklusif demi menjamin aspek kenyamanan, keamanan medis, serta kemudahan operasional alat saat diaplikasikan langsung pada anak,” terang Nurussa’adah.

Pengembangan ADAPT-V melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu, yaitu teknik elektro, kedokteran, dan psikologi. Melalui inovasi tersebut, tim berharap ADAPT-V dapat menjadi solusi berkelanjutan yang memberikan dampak bagi masyarakat luas.

ADAPT-V menjadi salah satu bentuk pengembangan teknologi kesehatan melalui kolaborasi lintas disiplin untuk menghadirkan teknologi yang dapat digunakan dalam penanganan tantrum pada anak dengan ASD.

Post Views: 47
Tags: ADAPT-VAfra AureliaAnak AutisASDAutism Spectrum DisorderDeep Pressure TherapyInovasi MahasiswaInovasi TeknologiMahasiswa UBPKM-KCRompi Pintaruniversitas brawijaya
Previous Post

Workshop Riset Survei FIA UB dan Indopol Bekali Skill Praktis Mahasiswa

Next Post

Mengenal Peran Strategis PPID Universitas Brawijaya sebagai Gerbang Pembuka Informasi

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Mengenal Peran Strategis PPID Universitas Brawijaya sebagai Gerbang Pembuka Informasi

Mengenal Peran Strategis PPID Universitas Brawijaya sebagai Gerbang Pembuka Informasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Riset Jangan Berhenti di Jurnal, Ubah Jadi Buku

Riset Jangan Berhenti di Jurnal, Ubah Jadi Buku

August 27, 2026
FTAB UB Bangun Ekosistem Ekonomi Sirkular Berbasis Maggot

FTAB UB Bangun Ekosistem Ekonomi Sirkular Berbasis Maggot

August 27, 2026
Mengenal Peran Strategis PPID Universitas Brawijaya sebagai Gerbang Pembuka Informasi

Mengenal Peran Strategis PPID Universitas Brawijaya sebagai Gerbang Pembuka Informasi

August 27, 2026
Mahasiswa UB Kembangkan Rompi Pintar Redam Tantrum Anak ASD

Mahasiswa UB Kembangkan Rompi Pintar Redam Tantrum Anak ASD

August 27, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025