Kanal24, Malang – Dari ruang akademik Universitas Brawijaya hingga forum persatuan Islam di Tehran, Abdullah Assegaf membawa peluang baru kerja sama Indonesia-Iran. Dosen Hubungan Internasional UB tersebut menjadi salah satu akademisi Indonesia yang hadir dalam rangkaian Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-40 di Tehran, Iran.
Dalam agenda tersebut, Abdullah juga bertemu dengan Hujjat al-Islam Dr. Hamid Shahriari, Sekretaris Jenderal Forum Dunia untuk Pendekatan Mazhab-Mazhab Islam. Pertemuan membahas potensi kerja sama akademik dan ilmiah antara universitas di negara-negara Islam, termasuk Indonesia dan Iran.
Dr. Shahriari menilai kerja sama dan interaksi antaruniversitas negara-negara Islam dapat menjadi salah satu cara efektif untuk mendorong pendekatan antarmazhab. Menurutnya, universitas dan pusat-pusat ilmiah memiliki kapasitas penting dalam memperkuat hubungan serta memperluas wacana persatuan.
Baca juga:
Dr. Abdullah: Warisan Budaya Ayatollah Khamenei Jadi Pilar Ketahanan dan Persatuan Umat Islam
“Republik Islam Iran memiliki universitas-universitas yang bereputasi dan dikenal luas, dan kapasitas ini dapat membuka jalan bagi kerja sama ilmiah dan akademik dengan berbagai pusat pendidikan tinggi di negara-negara Islam,” ujar Dr. Shahriari.
Ia juga melihat universitas tidak hanya berperan dalam kegiatan ilmiah, tetapi dapat menjadi ruang dialog dan interaksi masyarakat Muslim dalam bidang budaya dan sosial. Kerja sama tersebut dinilai dapat membantu Indonesia dan Iran mengenali potensi bersama yang dimiliki kedua negara.
Dorong Kerja Sama Akademik Indonesia-Iran
Dalam pertemuan tersebut, Dr. Shahriari juga menekankan pentingnya memperkuat komunikasi antara ulama dan intelektual dunia Islam. Menurutnya, komunikasi dan kerja sama yang lebih luas diperlukan untuk memperkuat landasan bersama umat Islam.
“Untuk mencapai persatuan, perlu dibentuk sebuah gerakan ulama. Para ulama dan pemikir dunia Islam dapat, melalui komunikasi dan kerja sama yang lebih luas, memperkuat landasan-landasan bersama umat Islam,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Abdullah Assegaf menyampaikan bahwa perguruan tinggi Indonesia memiliki kapasitas untuk memperkuat hubungan ilmiah dengan Iran, khususnya dalam bidang politik dan sosial.
“Universitas-universitas Indonesia memiliki kapasitas yang baik untuk membangun hubungan akademik, khususnya dalam bidang politik dan sosial, dan kapasitas ini dapat dimanfaatkan untuk memperluas kerja sama ilmiah antara kedua negara,” ujar Abdullah.
Menurut Abdullah, ketertarikannya terhadap Iran salah satunya dipengaruhi kekayaan peradaban Islam dan akar sejarah negara tersebut. Kunjungannya ke sejumlah universitas di Iran juga memberinya kesempatan untuk melihat secara langsung kapasitas ilmiah dan pendidikan yang dimiliki negara tersebut.
Ilmu Akademik Didorong Lebih Aplikatif
Abdullah melihat terdapat pengalaman akademik yang dapat dipertukarkan antara Indonesia dan Iran. Salah satu hal yang menjadi perhatiannya adalah upaya mengembangkan ilmu teoritis menjadi pengetahuan yang lebih aplikatif dan praktis.
“Salah satu kesan penting saya dari perbandingan lingkungan akademik Iran dan Indonesia adalah bahwa di Iran terdapat upaya yang lebih besar untuk mengubah ilmu-ilmu teoretis menjadi ilmu yang aplikatif dan praktis. Kapasitas ini dapat menjadi landasan yang baik bagi pertukaran pengalaman dan kerja sama ilmiah antara universitas-universitas kedua negara,” tegasnya.
Pertemuan Abdullah dengan Dr. Shahriari berlangsung di sela-sela Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-40 di Tehran. Forum tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan mengenai persatuan Islam sekaligus membuka pembicaraan mengenai kerja sama antaruniversitas dan pusat-pusat ilmiah.
Kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai berbagai cara mengembangkan kerja sama ilmiah, akademik, dan kebudayaan antara Iran dan Indonesia. Kapasitas pusat-pusat ilmiah kedua negara dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat Muslim.
Kehadiran Abdullah dalam forum internasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik Indonesia di Iran. Bagi UB, keterlibatan akademisi dalam forum internasional juga membuka ruang pertukaran pengetahuan dan peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan antara institusi pendidikan tinggi kedua negara.















Comments 1