Kanal24, Malang – Tradisi prestasi Universitas Brawijaya di arena kompetisi jembatan kembali diuji. Dua tim mahasiswa Teknik Sipil Fakultas Teknik UB menyiapkan rancangan terbaiknya untuk menghadapi persaingan nasional, setelah memastikan tiket menuju babak final Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) XXI 2026.
Final KJI XXI 2026 akan berlangsung di Sport Hall Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Makassar, pada 17–22 Oktober 2026. UB mengirimkan Tim Semetric pada kategori Jembatan Pelengkung dan Tim Kastara pada kategori Jembatan Rangka Baja. Keduanya kini menjalani rangkaian persiapan yang mencakup penyempurnaan desain, persiapan komponen struktur, fabrikasi, hingga kesiapan menghadapi pengujian.
Baca Juga:
FTAB UB Bidik PIMNAS, Empat Tim PKM Dibina
Dua Tim Siapkan Rancangan Jembatan
KJI merupakan kompetisi rancang bangun jembatan tingkat nasional yang menguji kemampuan mahasiswa dalam perancangan struktur, analisis teknik, inovasi, hingga implementasi desain. Tantangan tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan rancangan, tetapi juga bagaimana rancangan tersebut dapat diwujudkan menjadi konstruksi yang memenuhi aspek kekuatan, efisiensi, keselamatan, dan ketepatan pelaksanaan.
Tim Semetric akan membawa rancangan Jembatan Pelengkung dengan dosen pembimbing Dr. Eng. Ir. Indradi Wijatmiko, ST., M.Eng. (Prac.), IPU., ASEAN Eng. Sementara Tim Kastara berlaga di kategori Jembatan Rangka Baja dengan dosen pembimbing Dr. Eng. Ir. Ming Narto W., ST., MT., M.Sc., IPM., ASEAN Eng.
Persiapan kedua tim telah berlangsung sejak 22 Juni dan dijadwalkan berjalan hingga 16 Oktober 2026. Setelah itu, peserta memasuki rangkaian final yang dimulai dengan pembukaan dan technical meeting pada 18 Oktober, dilanjutkan kompetisi serta pengujian pada 19–20 Oktober.
KJI XXI 2026 mengusung tema “Inovasi Rancang Bangun Jembatan dengan kinerja optimum, ramah lingkungan yang mempertimbangkan Kearifan Lokal untuk Penguatan Infrastruktur Nasional dan Kemandirian Bangsa.” Tema tersebut menjadi tantangan bagi peserta untuk menggabungkan aspek teknis dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur yang lebih berkelanjutan.
Rekam Jejak UB Jadi Modal
Keikutsertaan dua tim UB tahun ini tidak terlepas dari rekam jejak panjang Teknik Sipil UB dalam KJI. Berdasarkan catatan prestasi dalam proposal Corporate Partnership AmerA HMS FTUB, UB telah beberapa kali meraih predikat Juara Umum KJI, yakni pada 2012, 2013, 2014, 2016, 2017, 2023, dan 2025.
Selain gelar juara umum, mahasiswa Teknik Sipil UB juga mencatat berbagai penghargaan lain, mulai dari kategori jembatan terkokoh, jembatan terindah, konstruksi tercepat, metode konstruksi terbaik, K3, hingga kesesuaian implementasi dengan desain.
Pada KJI 2025, UB kembali menunjukkan dominasinya dengan meraih Juara Umum. Gelar tersebut dilengkapi Juara 1 Jembatan Model Pelengkung beserta sejumlah penghargaan pada kategori pelengkung. UB juga meraih Juara 1 Jembatan Rangka Baja dan penghargaan jembatan terindah.
Rekam prestasi tersebut menjadi modal penting bagi Tim Semetric dan Tim Kastara. Namun, capaian tahun-tahun sebelumnya juga membawa tantangan tersendiri karena kedua tim harus kembali membuktikan kualitas rancangan di tengah persaingan dengan perguruan tinggi lain.
Pada final tahun ini, sejumlah perguruan tinggi yang turut menjadi peserta antara lain Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Jember, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Politeknik Negeri Jakarta, hingga Universitas Gadjah Mada.
Persiapan Tidak Hanya Soal Desain
Menuju Makassar, persiapan delegasi tidak hanya berpusat pada desain dan konstruksi. Kebutuhan bahan, alat, fabrikasi, ornamen, keselamatan dan kesehatan kerja, transportasi, serta akomodasi menjadi bagian dari persiapan yang harus dipenuhi.
Proposal Corporate Partnership AmerA HMS FTUB mencatat total kebutuhan anggaran KJI XXI 2026 mencapai Rp148,885 juta. Akomodasi menjadi salah satu komponen terbesar, disusul kebutuhan fabrikasi dan berbagai material untuk dua kategori jembatan.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, delegasi membuka peluang kerja sama melalui skema sponsorship dan partnership. Paket sponsorship ditawarkan mulai dari Bronze hingga Diamond, sedangkan bentuk partnership dapat diberikan melalui dukungan konsumsi, transportasi, penginapan, printing, serta kebutuhan konveksi dan clothing.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan proses persiapan berjalan hingga tahap akhir. Sebab, rancangan yang kuat membutuhkan dukungan material, fabrikasi, serta kesiapan tim agar dapat diterapkan sesuai perhitungan ketika memasuki arena kompetisi.
Bagi Teknik Sipil UB, KJI XXI 2026 menjadi kesempatan untuk kembali menguji kualitas mahasiswa dalam situasi yang lebih kompetitif. Dua tim yang berangkat membawa pengalaman, rekam prestasi, dan rancangan masing-masing untuk menghadapi satu pertanyaan utama: sejauh mana desain yang telah disiapkan mampu bertahan ketika diuji di arena nasional.
Jika konsistensi prestasi menjadi ukuran, perjalanan Tim Semetric dan Tim Kastara di KJI XXI 2026 bukan hanya tentang mempertahankan gelar. Kompetisi ini juga menjadi ruang untuk membuktikan bahwa tradisi juara UB lahir dari proses panjang, ketelitian teknis, dan kemampuan beradaptasi terhadap tantangan rekayasa yang terus berkembang. (ndr)














