Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh 5,28 Persen pada Kuartal III 2026, Daya Beli Jadi Tantangan

Einid Shandy by Einid Shandy
November 5, 2026
in Ekonomi
0
Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh 5,28 Persen pada Kuartal III 2026, Daya Beli Jadi Tantangan

Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh 5,28 Persen pada Kuartal III 2026, Daya Beli Jadi Tantangan (AI)

1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 diproyeksikan tetap berada di kisaran lima persen, meskipun menghadapi tekanan dari perlambatan konsumsi rumah tangga dan melemahnya daya beli masyarakat. Aktivitas ekspor dan sektor manufaktur menjadi sejumlah penopang yang menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika ekonomi global.

Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Teuku Riefky, memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal III 2026 mencapai 5,28 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY). Proyeksi tersebut berada dalam rentang 5,25 hingga 5,30 persen, relatif mendekati pertumbuhan kuartal II 2026 yang tercatat sebesar 5,29 persen.

Proyeksi tersebut disampaikan dalam kajian Indonesia Economic Outlook 2027. Meski angka pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan tetap kuat, LPEM FEB UI juga menyoroti adanya perbedaan antara pertumbuhan ekonomi berdasarkan perhitungan statistik dengan kondisi ekonomi yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Baca juga:
Di Tengah Ketidakpastian Global, Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh 5,4 Persen

LPEM FEB UI memperkenalkan konsep felt growth atau pertumbuhan yang dirasakan masyarakat. Untuk kuartal III 2026, pertumbuhan yang dirasakan tersebut diperkirakan hanya mencapai 4,74 persen, lebih rendah dibandingkan proyeksi pertumbuhan PDB resmi sebesar 5,28 persen.

Dalam kajiannya, Teuku menjelaskan bahwa manfaat pertumbuhan ekonomi belum tentu dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Perbedaan tersebut dapat dipengaruhi oleh kondisi pendapatan, pola konsumsi, serta kemampuan rumah tangga dalam menghadapi kenaikan harga kebutuhan sehari-hari.

“Manfaat dari pertumbuhan PDB mungkin tidak dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Indonesia,” tulis Teuku dalam kajian tersebut, dikutip Rabu (4/11/2026).

Perbedaan antara pertumbuhan ekonomi resmi dan pertumbuhan yang dirasakan masyarakat tersebut menjadi perhatian penting dalam melihat kualitas pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan yang tinggi secara agregat belum otomatis mencerminkan peningkatan kesejahteraan yang merata apabila sebagian masyarakat masih menghadapi tekanan pengeluaran dan keterbatasan daya beli.

Keyakinan Konsumen dan Daya Beli Mengalami Tekanan

Salah satu indikator yang menggambarkan kondisi konsumsi masyarakat adalah Indeks Keyakinan Konsumen (IKK). Berdasarkan kajian LPEM FEB UI, rata-rata IKK pada kuartal III 2026 tercatat sebesar 117,8, turun dibandingkan kuartal II yang mencapai 120,6.

Meskipun masih berada di zona optimistis, penurunan tersebut menunjukkan adanya perubahan persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi. Penurunan paling terlihat terjadi pada kelompok rumah tangga dengan pengeluaran Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan.

Pada kelompok tersebut, indeks keyakinan konsumen turun 4,7 poin menjadi 107,4. Sementara itu, kelompok rumah tangga dengan pengeluaran Rp4,1 juta hingga Rp5 juta per bulan relatif tidak mengalami perubahan berarti.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa tekanan ekonomi dapat dirasakan secara berbeda berdasarkan tingkat pengeluaran rumah tangga. Kelompok berpengeluaran lebih rendah cenderung memiliki ruang keuangan yang lebih terbatas ketika menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok.

Tekanan tersebut juga terlihat dari perkembangan inflasi. Inflasi Indonesia pada September 2026 tercatat sebesar 3,28 persen, sedangkan inflasi harga bergejolak atau volatile food mencapai 5,03 persen.

Kenaikan harga pangan menjadi perhatian karena komponen tersebut memiliki porsi cukup besar dalam pengeluaran rumah tangga berpendapatan rendah. Ketika harga kebutuhan pangan meningkat, kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan lainnya berpotensi ikut tertekan.

Selain itu, pola pengelolaan keuangan rumah tangga juga menunjukkan perubahan. Pertumbuhan simpanan berjangka meningkat dari 10,51 persen menjadi 13,11 persen. Namun, porsi pendapatan yang ditabung justru turun dari 17,6 persen menjadi 16 persen.

Perubahan tersebut menunjukkan adanya kecenderungan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan. LPEM FEB UI menilai kondisi tersebut sejalan dengan sikap wait and see yang juga terlihat pada kalangan pelaku usaha maupun rumah tangga.

Meski demikian, optimisme masyarakat terhadap prospek ekonomi belum sepenuhnya hilang. Hal tersebut terlihat dari Indeks Ekspektasi Konsumen yang meningkat menjadi 128,7 pada September 2026.

Ekspor dan Manufaktur Menjadi Penopang Pertumbuhan

Selain proyeksi dari LPEM FEB UI, ekonom BCA David Sumual juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 berada pada kisaran 5,15 hingga 5,20 persen. Angka tersebut sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan kuartal II 2026 sebesar 5,29 persen.

David memperkirakan pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 5,3 persen hingga akhir 2026. Menurutnya, aktivitas ekspor dan sektor manufaktur masih menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja perekonomian nasional.

“Ekspor dan aktivitas manufaktur menjadi penopang pertumbuhan ekonomi pada kuartal III,” ujar David.

Kinerja perdagangan luar negeri menunjukkan perkembangan yang mendukung proyeksi tersebut. Ekspor Indonesia pada Agustus 2026 tumbuh sebesar 6,72 persen. Peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan harga sejumlah komoditas unggulan, seperti minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO), batu bara, emas, serta besi dan baja.

Kenaikan harga komoditas ekspor memberikan peluang bagi Indonesia untuk mempertahankan penerimaan dari perdagangan internasional. Di sisi lain, aktivitas manufaktur juga menjadi bagian penting dalam menjaga kegiatan produksi dan distribusi barang.

Namun, ketergantungan terhadap perkembangan harga komoditas global tetap menghadirkan tantangan tersendiri. Perubahan permintaan internasional maupun dinamika geopolitik dapat memengaruhi harga dan volume perdagangan sehingga berpotensi berdampak terhadap kinerja ekspor nasional.

Karena itu, keberlanjutan pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada kinerja perdagangan luar negeri, tetapi juga membutuhkan penguatan konsumsi domestik dan aktivitas produksi dalam negeri.

Konsumsi Rumah Tangga dan Pemerintah Perlu Mendapat Perhatian

Di tengah kinerja ekspor yang relatif mendukung, perlambatan konsumsi menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. David Sumual menilai konsumsi rumah tangga maupun pemerintah menunjukkan perlambatan dibandingkan kuartal sebelumnya.

Penurunan tersebut tercermin dari perkembangan penjualan ritel dan indeks belanja masyarakat. Kedua indikator tersebut memberikan gambaran mengenai aktivitas konsumsi yang berlangsung di tengah masyarakat.

David juga mengaitkan tekanan konsumsi dengan kenaikan inflasi dan pelemahan nilai tukar rupiah. Berdasarkan data yang dikutip dalam laporan Liputan6, rupiah mengalami depresiasi sebesar 6,48 persen sejak awal tahun hingga September 2026.

Pelemahan nilai tukar dapat meningkatkan tekanan terhadap biaya barang impor dan bahan baku tertentu. Apabila kenaikan biaya tersebut diteruskan ke harga barang dan jasa, masyarakat berpotensi menghadapi tambahan beban pengeluaran.

Situasi ini memperlihatkan bahwa pertumbuhan ekonomi menghadapi tantangan dari dua sisi. Dari sisi eksternal, ekspor dan manufaktur masih memberikan dukungan. Sementara dari sisi domestik, konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat membutuhkan perhatian agar momentum pertumbuhan dapat lebih dirasakan secara luas.

Prospek Ekonomi 2026 dan Tantangan Tahun Berikutnya

Dalam proyeksi jangka menengah, LPEM FEB UI memperkirakan pertumbuhan PDB resmi Indonesia sepanjang 2026 mencapai 5,39 persen. Sementara itu, pertumbuhan yang dirasakan masyarakat diperkirakan berada pada level 4,77 persen.

Untuk 2027, proyeksi pertumbuhan PDB resmi berada di angka 5,25 persen, sedangkan pertumbuhan yang dirasakan masyarakat diperkirakan meningkat menjadi 4,90 persen.

Perbedaan proyeksi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional perlu diikuti dengan upaya memperluas manfaatnya bagi masyarakat. Penguatan daya beli, pengendalian harga kebutuhan pokok, serta peningkatan kesempatan ekonomi menjadi aspek yang perlu diperhatikan.

David Sumual juga menyoroti pengaruh faktor eksternal terhadap prospek ekonomi pada kuartal berikutnya. Menurutnya, perkembangan konflik geopolitik dan dampaknya terhadap harga minyak dunia masih menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi perekonomian.

Ia menilai kondisi akan lebih menguntungkan apabila harga minyak mengalami penurunan, sementara harga komoditas ekspor Indonesia tetap tinggi. Kombinasi tersebut berpotensi memberikan ruang lebih baik bagi kinerja perdagangan dan perekonomian nasional.

Dengan demikian, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan kinerja ekspor dan manufaktur, tetapi juga oleh keberhasilan menjaga konsumsi domestik serta daya beli masyarakat.

Proyeksi pertumbuhan pada kuartal III 2026 menjadi gambaran bahwa ekonomi nasional masih memiliki sejumlah sumber penopang. Namun, tantangan pemerataan manfaat pertumbuhan tetap menjadi pekerjaan penting agar peningkatan angka PDB dapat berjalan seiring dengan perbaikan kondisi ekonomi masyarakat. (nid)

Post Views: 41
Tags: David Sumualdaya beli masyarakatEkonomi 2026Ekspor IndonesiaInflasiKANAL24kanal24.co.idLPEM FEB UIManufakturPDB.Pertumbuhan Ekonomi IndonesiaTeuku Riefkyuniversitas brawijaya
Previous Post

English Camp 2026 FIB UB Hadirkan Pembelajaran Bahasa Inggris Menyenangkan bagi Mahasiswa Baru

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh 5,28 Persen pada Kuartal III 2026, Daya Beli Jadi Tantangan

Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh 5,28 Persen pada Kuartal III 2026, Daya Beli Jadi Tantangan

November 5, 2026
English Camp 2026 FIB UB Hadirkan Pembelajaran Bahasa Inggris Menyenangkan bagi Mahasiswa Baru

English Camp 2026 FIB UB Hadirkan Pembelajaran Bahasa Inggris Menyenangkan bagi Mahasiswa Baru

November 5, 2026
EURASIA 2026 Perluas Wawasan Interdisipliner Mahasiswa FIB UB

EURASIA 2026 Perluas Wawasan Interdisipliner Mahasiswa FIB UB

November 5, 2026
Bukan Cuma Harga BBM, Kenaikan Minyak Dunia Bikin APBN Tertekan

Bukan Cuma Harga BBM, Kenaikan Minyak Dunia Bikin APBN Tertekan

November 5, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025