KANAL24, Malang – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan awal pekan ini berpotensi untuk meneruskan tren menurun, setelah ses sebelumnya (8/5) ditutup melemah 0,49 persen ke level 7.088.
Pelemahan IHSG pada perdagangan Rabu (8/5) dipengaruhi penurunan 367 saham, sedangkan 194 saham mencatat kenaikan dan 218 saham tidak mengalami perubahan harga. Nilai transaksi sebesar Rp13,09 triliun atau meningkat dibandingkan sehari sebelumnya Rp10,85 triliun.
Berdasarkan analisis organisasi research and trading saham, WH Project, posisi IHSG yang masih berada di demand zone terpantau masih mengalami tekanan. Pergerakan IHSG pada perdagangan sebelumnya tidak lagi bergerak sideways, sejumlah saham lapis kedua mulai tercatat menguat.
“Hari ini kami memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam kecenderungan melemah, dengan range pergerakan di level 7.000-7.180,” kata analis WH Project, William Hartanto, dalam riset harian untuk perdagangan Senin (13/5/2024).
Secara umum, kata William, pergerakan IHSG masih berada pada pola sideways dan sedang membentuk demand zone. Namun, trader diharapkan bisa memanfaatkan kondisi tersebut dengan mengoleksi saham lapis kedua, dengan sentimen berupa aksi korporasi pembagian dividen.
Lebih lanjut dia menyebutkan, sejauh ini pergerakan IHSG masih berada di area demand zone 7.000-7.180. “Potensi penguatan untuk menembus demand zone cukup tinggi, terlihat dari fase jenuh jual yang sudah mulai terjadi,” ucap William.
Untuk perdagangan hari ini, kata dia, WH Project merekomendasikan trader agar mengakumulasi pembelian saham MBMA, MAIN dan SILO, sedangkan rekomendasi untuk DOID adalah “Sell on Strength”.(sdk)