Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Karhutla 2026 Picu Krisis Asap, Kesehatan dan Usaha Warga Terdampak 

Einid Shandy by Einid Shandy
October 19, 2026
in Nasional
0
Karhutla 2026 Picu Krisis Asap, Kesehatan dan Usaha Warga Terdampak 

Karhutla 2026 Picu Krisis Asap, Kesehatan dan Usaha Warga Terdampak (Expose Update)

1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman bagi masyarakat Indonesia. Selain merusak ekosistem, kebakaran memicu kabut asap yang menurunkan kualitas udara, meningkatkan risiko gangguan pernapasan, dan menghambat aktivitas ekonomi warga. Dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat di sekitar lokasi kebakaran, tetapi juga pekerja informal dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada aktivitas harian.

Laporan Magdalene berjudul Fakta Terkini Karhutla: Mengapa Kebakaran Hutan dan Lahan Sulit Dipadamkan? yang terbit Jumat (16/10/2026) menyoroti lonjakan titik panas, pencemaran udara, serta dampak kesehatan dan ekonomi akibat karhutla. Laporan tersebut memperlihatkan bahwa penanganan kebakaran membutuhkan lebih dari sekadar pemadaman, yakni juga pencegahan dan perlindungan masyarakat terdampak.

Baca Juga:
Asap Karhutla Meluas hingga Malaysia dan Singapura, Kualitas Udara Jadi Sorotan

Titik Panas Meningkat, Pemadaman Hadapi Tantangan

Data Kementerian Kehutanan yang dikutip dalam laporan Magdalene mencatat 793 titik panas, meningkat dari 437 titik sehari sebelumnya. Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 288 titik.

Titik panas merupakan indikasi yang terdeteksi melalui pemantauan satelit dan perlu diverifikasi di lapangan. Angka tersebut juga menggambarkan kondisi pada periode pengamatan tertentu, bukan jumlah kebakaran aktif saat ini.

Pemadaman karhutla menghadapi tantangan berupa luas wilayah, akses menuju lokasi terpencil, serta kondisi lahan gambut. Dalam keadaan kering, api dapat menjalar di bawah permukaan tanah dan meninggalkan bara yang sulit terlihat. Karena itu, kebakaran berpotensi kembali muncul meskipun api di permukaan telah padam.

Petugas perlu melakukan pembasahan dan pemeriksaan berulang untuk memastikan bara tidak memicu kebakaran susulan. Upaya tersebut juga harus disertai patroli, deteksi dini, dan pengawasan kawasan rawan agar risiko kebakaran berulang dapat ditekan.

Kabut Asap Tingkatkan Risiko Gangguan Pernapasan

Dampak karhutla turut terlihat dari memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah. Asap kebakaran mengandung partikel halus, termasuk PM2,5, yang dapat masuk jauh ke paru-paru dan memperburuk gangguan pernapasan.

Kementerian Kesehatan mencatat 14.088.945 laporan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) secara nasional hingga minggu epidemiologi ke-38 tahun 2026. Namun, angka tersebut merupakan laporan ISPA nasional dan tidak seluruhnya dapat dikaitkan langsung dengan karhutla.

Data pemantauan kualitas udara di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, juga menjadi perhatian. Laporan Magdalene mengutip pengukuran pada 13 Oktober 2026 pukul 13.17 WIB di stasiun Jekan Raya yang mencatat ISPU sebesar 4.055, dengan PM2,5 sebagai parameter pencemar utama. Angka tersebut perlu dibaca sesuai waktu dan lokasi pengukuran, serta diverifikasi melalui data resmi.

Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan gangguan pernapasan dan kardiovaskular membutuhkan perhatian khusus saat kualitas udara memburuk. Pemantauan udara, informasi risiko, dan akses layanan kesehatan menjadi bagian penting dalam melindungi masyarakat.

Penghasilan Warga Ikut Tertekan

Selain mengancam kesehatan, kabut asap dapat mengurangi aktivitas ekonomi. Pekerja informal menghadapi dilema antara membatasi paparan asap dan tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Laporan Magdalene mengangkat pengalaman pengemudi ojek daring yang tetap bekerja meski mengalami gangguan akibat asap. Kondisi serupa dialami pedagang warung soto di Palangka Raya yang omzet kotornya turun dari Rp1 juta–Rp1,5 juta menjadi Rp200 ribu–Rp500 ribu per hari saat kabut asap mengganggu aktivitas warga.

Dampak tersebut menunjukkan bahwa karhutla juga berpotensi memperlemah pendapatan rumah tangga dan usaha kecil. Situasi ini menjadi semakin berat ketika warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menjaga kesehatan.

Center of Economic and Law Studies (CELIOS), melalui laporan The Hidden Cost of Fire: Economic and Health Impacts of Forest and Land Fires in Indonesia 2026, memperkirakan kerugian ekonomi akibat karhutla mencapai Rp29,54 triliun selama Januari–Agustus 2026. Angka tersebut merupakan estimasi, bukan keseluruhan kerugian yang telah tercatat atau dibayarkan.

Penanganan karhutla karena itu perlu menggabungkan pemadaman, pencegahan, pemantauan kualitas udara, dan perlindungan masyarakat. Keberhasilan tidak cukup diukur dari berkurangnya titik panas, tetapi juga dari pulihnya kesehatan, kualitas udara, dan aktivitas ekonomi warga. (ndr)

Post Views: 20
Tags: dampak karhutlaindriISPAkabut asapKalimantan TengahKANAL24kanal24.co.idkarhutla 2026Kebakaran Hutan dan Lahankualitas udara
Previous Post

UB Gelar MCU untuk Deteksi Dini Penyakit Profesor

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Karhutla 2026 Picu Krisis Asap, Kesehatan dan Usaha Warga Terdampak 

Karhutla 2026 Picu Krisis Asap, Kesehatan dan Usaha Warga Terdampak 

October 19, 2026
UB Gelar MCU untuk Deteksi Dini Penyakit Profesor

UB Gelar MCU untuk Deteksi Dini Penyakit Profesor

October 19, 2026
Karhutla Indonesia Ancam Kualitas Udara di Sejumlah Negara ASEAN 

Karhutla Indonesia Ancam Kualitas Udara di Sejumlah Negara ASEAN 

October 19, 2026
Hadapi Karhutla, Kemenkes Siapkan 500 Ribu Masker per Provinsi

Hadapi Karhutla, Kemenkes Siapkan 500 Ribu Masker per Provinsi

October 19, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025