Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

UB Gelar MCU untuk Deteksi Dini Penyakit Profesor

Einid Shandy by Einid Shandy
October 19, 2026
in Pendidikan
0
UB Gelar MCU untuk Deteksi Dini Penyakit Profesor

UB Gelar MCU untuk Deteksi Dini Penyakit Profesor. (Erina/Kanal24)

0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Di tengah padatnya aktivitas akademik, menjaga kesehatan menjadi hal penting bagi para profesor agar tetap produktif menjalankan tridarma perguruan tinggi. Kesibukan mengajar, meneliti, membimbing mahasiswa, hingga menjalankan tanggung jawab institusi kerap membuat pemeriksaan kesehatan perlu mendapat perhatian. Melalui deteksi dini, potensi gangguan kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.

Universitas Brawijaya (UB) memfasilitasi medical check up (MCU) bagi Dewan Profesor pada Sabtu (17/10/2026) di Ruang Medical Check Up lantai 7, Gedung C Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB). Kegiatan ini merupakan kolaborasi Direktorat Sumber Daya Manusia (DSDM) UB, RSUB, dan Divisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3L) UB sebagai upaya menjaga kesehatan sekaligus mendukung keberlanjutan produktivitas akademik para profesor.

Baca juga:
BKBH FH UB Buka Peluang Pendampingan Hukum bagi Guru

MCU Jadi Langkah Preventif Deteksi Penyakit

Pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu upaya preventif untuk mengetahui kondisi tubuh secara lebih menyeluruh. Sebab, seseorang dapat merasa sehat meskipun memiliki faktor risiko atau gangguan kesehatan yang belum menimbulkan keluhan berarti.

Ketua Dewan Profesor UB, Prof. Dr. Ir. Bambang Susilo, M.Sc.Agr., IPU., menilai MCU penting untuk mengetahui kondisi kesehatan para profesor, terutama kemungkinan adanya gangguan yang belum menunjukkan gejala. Dengan pemeriksaan lebih awal, potensi masalah kesehatan dapat ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Prof. Dr. Ir. Bambang Susilo, M.Sc.Agr., IPU menjabat sebagai Ketua Dewan Profesor di Universitas Brawijaya (UB). (Yordan/kanal24)

“MCU ini sangat bermanfaat bagi para profesor untuk mendeteksi lebih dini sejauh mana tingkat kesehatan mereka. Kalau ada penyakit yang mungkin belum dirasakan, hal itu bisa diketahui lebih awal,” ujarnya.

Menurut Bambang, deteksi dini juga penting untuk mengantisipasi risiko penyakit serius, termasuk gangguan jantung dan stroke. Pemeriksaan kesehatan dapat menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi tubuh dan menentukan kebutuhan pemeriksaan lanjutan bersama tenaga medis.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pemeriksaan satu kali. Pemeriksaan secara berkala perlu disertai tindak lanjut berdasarkan hasil MCU agar peserta memperoleh penanganan sesuai kondisi masing-masing.

“Harapannya, pemeriksaan ini bisa dilakukan secara berkala. Kalau ditemukan masalah kesehatan, perlu ada tindak lanjut berupa pengobatan atau tindakan yang direkomendasikan dokter,” jelasnya.

Pandangan tersebut sejalan dengan penjelasan Kepala Divisi K3L UB, Prof. Dr. Ir. Qomariyatus Sholihah, Amd.Hyp., ST., M.Kes., IPU., ASEAN Eng. Ia menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan pencegahan kecelakaan, tetapi juga pemeliharaan kesehatan fisik dan mental.

Prof. Dr. Ir. Qomariyatus Sholihah, Amd.Hyp., ST., M.Kes., IPU., ASEAN Eng., Kepala Divisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Brawijaya. (Yordan/Kanal24)

Menurut Qomariyatus, pemeriksaan kesehatan dapat membantu mengidentifikasi potensi gangguan yang berkaitan dengan aktivitas kerja. Salah satunya adalah gangguan muskuloskeletal, yakni keluhan pada otot, tulang, sendi, atau bagian tubuh lain yang dapat muncul akibat pola aktivitas tertentu.

Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan pada tahap sebelumnya bagi dosen dan tenaga kependidikan juga menjadi pengingat bahwa gangguan kesehatan terkadang tidak disadari sebelum seseorang menjalani pemeriksaan medis.

“Menjaga kesehatan dan mengetahui kondisi sejak dini merupakan bentuk pencegahan preventif dalam menegakkan K3. Kita harus memastikan bahwa saat bekerja, kondisi jasmani dan rohani tetap terjaga sehingga dapat bekerja secara aman, nyaman, sehat, dan bahagia,” ungkapnya.

Qomariyatus juga mengingatkan pentingnya memperhatikan sinyal tubuh, seperti sakit kepala dan rasa kantuk berlebihan. Apabila keluhan muncul berulang atau mengganggu aktivitas, pemeriksaan dan konsultasi medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Melalui pendekatan tersebut, MCU diharapkan dapat mendorong sivitas akademika untuk lebih memperhatikan kesehatan. Upaya pencegahan juga perlu disertai pola makan seimbang, olahraga, pola hidup sehat, serta tindak lanjut medis berdasarkan hasil pemeriksaan.

RSUB Dukung Pemeriksaan Kesehatan Profesor

Wakil Direktur Bidang Keuangan, Kepegawaian, Perencanaan dan Pengembangan Strategis RSUB, Dr. Muhammad Faisal Riza, S.Sos., M.Si., mengatakan RSUB mendukung program kesehatan UB, termasuk pemeriksaan bagi Dewan Profesor.

Dr. Muhammad Faisal Riza, S. Sos. , M. Si. ‎Wakil Direktur Bidang Keuangan, Kepegawaian, Perencanaan dan Pengembangan Strategis RSUB. (Yordan/Kanal24)

Menurut Faisal, para profesor memiliki peran strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan tinggi. Karena itu, pemantauan kesehatan menjadi bagian penting untuk mendukung keberlanjutan pengabdian mereka kepada universitas dan masyarakat.

“Beliau-beliau ini adalah guru-guru kita dan aset yang tidak ternilai bagi Universitas Brawijaya maupun bangsa. Melalui medical check up, potensi gangguan kesehatan dapat diketahui sehingga bisa ditindaklanjuti dengan penanganan yang sesuai,” ujarnya.

Faisal menjelaskan, layanan pemeriksaan yang tersedia mencakup pemeriksaan darah lengkap, tekanan darah, gula darah, serta pemeriksaan jantung menggunakan elektrokardiogram (EKG) dan treadmill test. RSUB juga memiliki fasilitas CT scan untuk pemeriksaan lanjutan sesuai indikasi dan kebutuhan medis.

Rangkaian pemeriksaan tersebut membantu tenaga medis menilai kondisi kesehatan peserta berdasarkan parameter yang diperiksa. Apabila ditemukan indikasi tertentu, peserta dapat diarahkan untuk menjalani konsultasi atau pemeriksaan lanjutan sesuai rekomendasi dokter.

Sebagai bagian dari Universitas Brawijaya, RSUB berperan mendukung kebutuhan layanan kesehatan sivitas akademika. Faisal berharap fasilitas dan dukungan tenaga medis yang tersedia dapat membantu universitas memperkuat upaya pemantauan kesehatan secara berkelanjutan.

Ia juga menyebut pelaksanaan MCU Dewan Profesor pada tahun ini diharapkan menjadi titik awal bagi program kesehatan yang lebih berkelanjutan. Evaluasi terhadap hasil pemeriksaan dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan kesehatan dan menjadi bahan pertimbangan dalam merancang langkah pencegahan yang sesuai.

Menurutnya, kepedulian terhadap kesehatan perlu diperluas kepada dosen dan tenaga kependidikan. Dengan demikian, pemeriksaan kesehatan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi juga bagian dari budaya kerja di lingkungan kampus.

Kesehatan Profesor Dukung Produktivitas Akademik

Bagi Dewan Profesor, manfaat MCU tidak hanya berkaitan dengan kondisi kesehatan pribadi, tetapi juga kesiapan menjalankan tanggung jawab akademik. Profesor memiliki aktivitas yang beragam, mulai dari mengajar, membimbing mahasiswa, melakukan penelitian, hingga menjalankan tugas tambahan di lingkungan perguruan tinggi.

Bambang menilai, kondisi kesehatan yang terpantau dapat membantu profesor mengelola aktivitas secara lebih tepat. Apabila ditemukan gangguan kesehatan, penanganan sejak dini dapat membantu mencegah kondisi tersebut berkembang dan menghambat pekerjaan.

Sebaliknya, ketika kondisi kesehatan terjaga, profesor dapat menjalankan tugas akademik dengan lebih optimal. Gangguan kesehatan yang tidak tertangani juga berpotensi memengaruhi keberlangsungan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pembimbingan mahasiswa.

Karena itu, Bambang berharap pemeriksaan berkala dan tindak lanjut medis menjadi bagian dari perhatian universitas terhadap kesehatan para guru besar. Menurutnya, langkah tersebut penting mengingat banyak profesor berada pada kelompok usia yang memerlukan perhatian lebih terhadap kondisi kesehatan.

Qomariyatus menambahkan, padatnya aktivitas dan tanggung jawab pekerjaan perlu diimbangi dengan kemampuan mengelola kesehatan. Dosen dan profesor tidak hanya dituntut menyelesaikan tugas akademik, tetapi juga menjaga kondisi fisik dan mental agar dapat menjalankan peran pendidikan secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan, setiap orang memiliki target pekerjaan yang perlu dikelola dengan baik. Oleh sebab itu, kesadaran untuk mengenali kondisi tubuh dan menerapkan pola hidup sehat menjadi bagian penting dalam mendukung produktivitas.

“Profesor adalah aset perguruan tinggi dan aset negara. Dengan tubuh yang sehat, produktivitas kita dapat meningkat sehingga bisa terus berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Faisal turut berharap pelaksanaan MCU dapat mendorong semakin banyak sivitas akademika untuk memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing. RSUB, menurutnya, siap mendukung upaya universitas melalui layanan pemeriksaan dan penanganan medis sesuai kebutuhan.

Kolaborasi DSDM UB, RSUB, dan Divisi K3L ini menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan akademik yang tidak hanya berorientasi pada capaian pendidikan dan penelitian, tetapi juga memperhatikan kesehatan sumber daya manusianya.

Melalui pemeriksaan dan tindak lanjut yang tepat, UB diharapkan dapat memperkuat budaya preventif di lingkungan kampus sekaligus mendukung para profesor agar terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat.

Post Views: 29
Tags: Dewan Profesor UBerinaK3L UBkampus malangKANAL24kanal24.co.idKesehatan KerjaMedical Check upRSUBuniversitas brawijaya
Previous Post

Karhutla Indonesia Ancam Kualitas Udara di Sejumlah Negara ASEAN 

Next Post

Karhutla 2026 Picu Krisis Asap, Kesehatan dan Usaha Warga Terdampak 

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Karhutla 2026 Picu Krisis Asap, Kesehatan dan Usaha Warga Terdampak 

Karhutla 2026 Picu Krisis Asap, Kesehatan dan Usaha Warga Terdampak 

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Karhutla 2026 Picu Krisis Asap, Kesehatan dan Usaha Warga Terdampak 

Karhutla 2026 Picu Krisis Asap, Kesehatan dan Usaha Warga Terdampak 

October 19, 2026
UB Gelar MCU untuk Deteksi Dini Penyakit Profesor

UB Gelar MCU untuk Deteksi Dini Penyakit Profesor

October 19, 2026
Karhutla Indonesia Ancam Kualitas Udara di Sejumlah Negara ASEAN 

Karhutla Indonesia Ancam Kualitas Udara di Sejumlah Negara ASEAN 

October 19, 2026
Hadapi Karhutla, Kemenkes Siapkan 500 Ribu Masker per Provinsi

Hadapi Karhutla, Kemenkes Siapkan 500 Ribu Masker per Provinsi

October 19, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025