Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Kemenkes Catat 277.075 Kasus ISPA di Tujuh Provinsi Terdampak Asap Karhutla

Einid Shandy by Einid Shandy
October 14, 2026
in Nasional
0
Kemenkes Catat 277.075 Kasus ISPA di Tujuh Provinsi Terdampak Asap Karhutla

Kemenkes Catat 277.075 Kasus ISPA di Tujuh Provinsi Terdampak Asap Karhutla (*)

0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan masyarakat menjadi perhatian serius pemerintah. Paparan kabut asap di sejumlah wilayah Indonesia meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang dapat menyerang anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memperkuat penanganan kesehatan di wilayah terdampak karhutla melalui pengerahan tenaga kesehatan, distribusi perlengkapan medis, serta penyediaan layanan bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.

Berdasarkan laporan Kemenkes pada Agustus 2026, karhutla melanda tujuh provinsi, yakni Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Paparan asap di wilayah tersebut menjadi tantangan bagi pelayanan kesehatan, terutama ketika musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran.

Baca juga:
UB Dorong Sampah Plastik Diolah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Asap Karhutla Tingkatkan Risiko Gangguan Pernapasan (*)

Asap Karhutla Tingkatkan Risiko Gangguan Pernapasan

Kabut asap akibat karhutla mengandung partikel pencemar yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Paparan tersebut berpotensi memicu batuk, iritasi tenggorokan, sesak napas, hingga memperburuk kondisi penderita asma dan penyakit paru lainnya.

Partikel halus seperti PM2,5 menjadi salah satu perhatian karena ukurannya memungkinkan partikel masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Risiko gangguan kesehatan dapat meningkat ketika masyarakat terpapar asap dalam waktu lama atau berada di wilayah dengan kualitas udara buruk.

Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta orang dengan penyakit pernapasan dan jantung, memerlukan perhatian khusus. Karena itu, pemantauan kualitas udara dan pembatasan aktivitas di luar ruangan ketika polusi meningkat menjadi langkah penting untuk mengurangi paparan.

Masyarakat juga perlu segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas, nyeri dada, atau batuk yang tidak membaik, terutama jika keluhan muncul atau memburuk setelah terpapar asap.

Kemenkes Kerahkan Tenaga Kesehatan dan Bantuan Medis

Untuk merespons dampak kesehatan akibat karhutla, Kemenkes mengerahkan tenaga kesehatan dan menyalurkan bantuan logistik ke wilayah terdampak. Dalam laporan resmi pada 21 Agustus 2026, pemerintah menyebut lebih dari tiga juta warga di 37 kabupaten/kota terpapar langsung kabut asap.

Sebanyak 314 tenaga medis dan tenaga kesehatan dikerahkan, termasuk dokter, perawat, bidan, dan epidemiolog. Konsentrasi penanganan terutama diarahkan ke Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Bantuan yang disalurkan meliputi masker, konsentrator oksigen, alat pelindung diri, sarung tangan medis, obat-obatan, dan vitamin. Pemerintah juga menyiapkan pos kesehatan serta ruang oksigen di sejumlah titik rawan untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan di tengah kondisi darurat asap. Selain penanganan pasien, kesiapan fasilitas kesehatan diperlukan agar masyarakat terdampak dapat memperoleh pertolongan secara cepat.

Masyarakat Diimbau Kurangi Paparan Asap

Kemenkes mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Penggunaan masker yang sesuai, pemantauan indeks kualitas udara, serta menjaga kondisi lingkungan dalam ruangan dapat membantu mengurangi paparan polutan.

Masyarakat juga disarankan memperbanyak konsumsi air putih dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Namun, langkah tersebut bukan pengganti pemeriksaan medis apabila muncul gejala gangguan pernapasan.

Upaya perlindungan perlu dilakukan secara konsisten, terutama bagi keluarga yang memiliki bayi, balita, lansia, atau anggota keluarga dengan penyakit kronis. Apabila kondisi udara di luar rumah memburuk, aktivitas yang tidak mendesak sebaiknya ditunda.

Dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat. Karena itu, penanganan kebakaran, pengendalian pencemaran udara, dan kesiapan layanan kesehatan perlu berjalan beriringan agar risiko kesehatan akibat kabut asap dapat ditekan. (nid)

Post Views: 24
Tags: ISPAkabut asapKalimantanKANAL24kanal24.co.idkarhutla 2026Kebakaran Hutan dan LahanKemenkeskesehatan masyarakatkualitas udarapenyakit pernapasanPM2.5Sumateratenaga kesehatanuniversitas brawijaya
Previous Post

Martha Tilaar, Perempuan di Balik Perjalanan Kosmetik Sariayu

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Kemenkes Catat 277.075 Kasus ISPA di Tujuh Provinsi Terdampak Asap Karhutla

Kemenkes Catat 277.075 Kasus ISPA di Tujuh Provinsi Terdampak Asap Karhutla

October 14, 2026
Martha Tilaar, Perempuan di Balik Perjalanan Kosmetik Sariayu

Martha Tilaar, Perempuan di Balik Perjalanan Kosmetik Sariayu

October 14, 2026
Pemerintah Siapkan 1,35 Juta Sertifikat Halal Gratis untuk UMK pada 2026

Pemerintah Siapkan 1,35 Juta Sertifikat Halal Gratis untuk UMK pada 2026

October 14, 2026
Jebakan FOMO dan Doom Spending, Gen Z Perlu Terapkan Strategi Keuangan Sehat

Jebakan FOMO dan Doom Spending, Gen Z Perlu Terapkan Strategi Keuangan Sehat

October 14, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025