Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Konsistensi Iran Melawan AS

Sidik by Sidik
January 17, 2026
in Perspektif
0
Guru Besar HI UB: Menimbang Arah Baru Palestina Merdeka

Prof. Dr. Setyo Widagdo, S.H., M.Hum., Guru Besar HI FH UB (Sandy/Kanal24)

17
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Setyo Widagdo*

Sejak tergulingnya Syah Iran Pahlevi 1979 melalui revolusi, Iran berganti rezim dan berganti nama menjadi negara Republik Islam Iran. Sejak itu pula Iran putus hubungan diplomatik dengan AS, karena AS dituduh mendukung rezim sebelumnya, selain karena krisis sandera kedutaan AS di Teheran 1979.

Sejak saat itulah Iran selalu “berseberangan” bahkan boleh dikatakan “bermusuhan” dengan AS sampai sekarang.

Upaya untuk  menyingkirkan Republik Islam Iran dan menekan rezim Iran yang dipimpin oleh kaum Mullah sudah dilakukan dengan berbagai cara, bahkan AS mengajak juga sekutu-sekutunya agar memusuhi Iran.

Upaya menghancurkan Iran mungkin merupakan upaya paling brutal dalam sejarah modern. Bayangkan sebuah negara yang dikepung dari segala arah selama puluhan tahun, negara ini dibatasi oleh embargo dan sanksi ekonomi. Jendralnya tewas oleh serangan drone, ilmuwan nuklirnya di tembak di jalanan, diblokade dari sistem keuangan dunia,   di kepung oleh pangkalan militer AS, bahkan di cap sebagai poros kejahatan oleh AS. Tapi anehnya Iran tidak pernah tunduk pada AS ataupun Barat. Iran juga merupakan satu satunya negara di Timur Tengah yang berani secara terbuka menantang hegemoni AS.

Ketika Sadam Husein di Irak dihancurkan, Muamar Kadhafi  dari Libya di bantai, Hafez Assad di Syria nyaris tumbang, tapi anehnya Iran tetap kokoh, walaupun digempur secara militer, ekonomi, maupun diplomasi dan intelejen barat selama lebih dari 40 tahun.

Kini isu penyerangan terhadap Iran oleh AS berhembus kembali menyusul peristiwa demo yang rusuh dan menyebabkan tewasnya ribuan demonstran.

Sejak akhir Desember 2025, Iran dilanda gelombang protes besar akibat krisis ekonomi. Presiden Donald Trump secara terbuka memperingatkan bahwa AS akan melakukan intervensi militer jika pemerintah Iran menggunakan kekerasan ekstrem untuk membunuh demonstran.

Jatuhnya nilai tukar Rial hingga titik terendah  menyebabkan daya beli masyarakat hancur. Inflasi yang mencapai angka di atas 40-50% membuat barang kebutuhan pokok tidak terjangkau.

Sayangnya Pemerintah Iran mengelola demo masyarakatnya dengan kekerasan, hingga menimbulkan korban lebih dari  2000 orang. Hal inilah yang menyebabkan AS mengancam kan menyerang Iran, demi menegakkan demokrasi, dan mencegah pelanggaran HAM. Suatu alasan klasik yang biasa digunakan sebagai alasan oleh AS untuk menyerang suatu negara. Padahal faktanya kehadiran pasukan AS justru sering memperkeruh keadaan menjadi tambah runyam.

Pemerintah Iran secara konsisten menuduh bahwa demonstrasi ini bukanlah gerakan organik, melainkan kerusuhan yang dirancang (engineered riots) oleh musuh-musuh luar negeri. Pihak yang sering dituding adalah AS dan Israel. Dituduh memberikan dukungan logistik, dana, dan agitasi melalui kampanye media digital. Untuk itu Iran siap melawannya.

Pihak lain yang ikut terlibat sebagai provokator kerusuhan adalah kelompok oposisi di pengasingan seperti Mujahedeen-e-Khalq (MEK) atau kelompok loyalis keluarga Shah Iran (Reza Pahlavi) yang bermukim di Barat.

Demonstrasi ini adalah hasil dari akumulasi keluhan dan kekecewaan yang sudah berlangsung puluhan tahun. Meskipun ada pengaruh kepentingan geopolitik dari luar, penggerak utamanya tetaplah krisis internal yang gagal diatasi oleh pemerintah Iran.

Ketegangan antara Amerika Serikat  dan Iran yang terjadi di bulan Januari awal tahun 2026,  berada pada level yang sangat kritis. Memang AS belum melancarkan serangan besar-besaran, namun ancaman militer telah mencapai puncaknya. Ada beberapa pemicu utama yang membuat risiko konflik fisik menjadi sangat nyata, antara lain kekerasan terhadap demonstran yang masih berlangsung.

Trump memperingatkan pemerintah Iran melalui media sosial bahwa jika aparat menggunakan kekuatan mematikan terhadap pengunjuk rasa, AS siap melakukan intervensi militer untuk “menyelamatkan” mereka.

Mungkin AS akan mengulangi keberhasiilannya memprovokasi oposan di Irak ketika menggulingkan Sadam Husein. Kali ini bukan hanya memprovokasi  para demonstran dan oposan di Iran, tetapi juga membantu logistik, bahkam militer, hingga mengharap rezim Iran tumbang dan kemudian menciptakan Pemerintahan boneka baru.

Indidikasi bahwa AS akan menyerang  Iran adalah bahwa Kementerian pertahanan AS telah memaparkan berbagai opsi serangan kepada Presiden, mulai dari target fasilitas nuklir hingga situs militer, jika eskalasi kekerasan meningkat.

Pertanyaannya adalah : apakah kali ini Iran masih konsisten melawan AS ? Masih tangguhkah Iran melawan hegemoni AS ? Masih mampukah Rezim Republik Islam Iran ini bertahan jika benar benar diserang oleh AS dan Israel ?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa dilihat dari sikap dan reaksi Iran menghadapi ancaman AS. Misalnya Presiden Iran mengatakan bahwa Iran akan melakukan perang total jika AS menyerang Iran, Iran juga sudah melakukan pembicaraan penting dengan Rusia, China, yang nota bene dua negara ini adalah “musuh” AS.

PENUTUP

Sanksi kepada Iran memang tidak secara langsung meruntuhkan rezim, tetapi ia menciptakan kondisi “tekanan tinggi” di mana kesalahan kebijakan kecil atau insiden sosial (seperti kasus Mahsa Amini) dapat dengan cepat berubah menjadi ancaman eksistensial bagi stabilitas politik negara tersebut.

Setidaknya sampai saat ini,  belum nampak sedikitpun ketakutan Iran atas ancaman dan tekanan AS, justru AS lah yang hanya main gertak, dan mikir-mikir untuk mewujudkan serangan.Dengan demikian boleh dikatakan Iran masih konsisten melawan AS.

* Penulis adalah Guru Besar Hukum Internasional dan pemerhati geopolitik FH UB

Post Views: 37
Tags: amerkaGuru Besar FH UBIranPakar geopolitik UBpakar hukum internasional ubSetyo WidagdoTimur Tengah
Previous Post

The Handmaid’s Tale: Dystopia yang Menyentak Realitas

Next Post

Child Grooming Jadi Ancaman Serius Anak Digital

Sidik

Sidik

Next Post
Child Grooming Jadi Ancaman Serius Anak Digital

Child Grooming Jadi Ancaman Serius Anak Digital

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Child Grooming Jadi Ancaman Serius Anak Digital

Child Grooming Jadi Ancaman Serius Anak Digital

January 17, 2026
Guru Besar HI UB: Menimbang Arah Baru Palestina Merdeka

Konsistensi Iran Melawan AS

January 17, 2026
The Handmaid’s Tale: Dystopia yang Menyentak Realitas

The Handmaid’s Tale: Dystopia yang Menyentak Realitas

January 17, 2026
Gaya Kasual Nyaman Dominasi Fashion Gen Z 2026

Gaya Kasual Nyaman Dominasi Fashion Gen Z 2026

January 17, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025