Kanal24, Malang – Upaya mempertemukan dunia akademik dengan industri kreatif terus dilakukan Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) melalui ruang pamer karya mahasiswa. Lewat Pre Event Madfest 2026 yang digelar di GOR Pertamina UB, mahasiswa Desain Grafis mendapat kesempatan menampilkan karya tugas akhir sekaligus memperkenalkan portofolio mereka kepada publik dan pelaku industri.
Kegiatan yang diinisiasi Himpunan Program Studi Desain Grafis Fakultas Vokasi UB tersebut menjadi ruang pertemuan antara dunia akademik dan industri. Berbagai karya visual yang dipamerkan menampilkan hasil eksplorasi mahasiswa tingkat akhir dalam mengolah ide, informasi, hingga pendekatan desain yang aplikatif.
Baca juga:
Vokasi UB Tawarkan Pendidikan Praktik Berbasis Industri

Ketua Program Studi Sarjana Terapan Desain Grafis Fakultas Vokasi UB, Dimas Fakhruddin, menegaskan bahwa tugas akhir memiliki peran penting sebagai representasi kemampuan mahasiswa selama menempuh perkuliahan.
“Output akhir mahasiswa selama perkuliahan itu sebenarnya portofolio utamanya ada di tugas akhir ini. Jadi ini memang sangat penting bukan hanya buat mereka tapi juga buat prodi dan fakultas,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran pihak industri dalam pameran membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa untuk dikenal secara profesional.
“Dengan pameran ini bukan hanya mahasiswa yang kita ajak untuk pameran, tapi juga industri kita undang untuk melihat karya-karya. Bisa jadi juga scouting untuk mungkin mereka ada hiring desainer,” jelasnya.

Ketua Panitia, Muhammad Rafa Ahdiyaka, menjelaskan bahwa Madfest merupakan agenda tahunan Himpunan Program Studi Desain Grafis yang tahun ini dibagi menjadi dua rangkaian acara.
“Madfest itu merupakan pameran yang diadakan tiap tahun oleh Himpunan Program Studi Desain Grafis. Untuk tahun ini kita membuka pre event di bulan Juni, sedangkan main event akan digelar Oktober,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan tema “Ruang Antara” yang diangkat tahun ini sebagai gambaran proses kreatif mahasiswa dalam mengeksplorasi kemungkinan dan perspektif baru.
“Tema ini mewadahi berbagai kemungkinan pertemuan ataupun pilihan, jadi audiens bisa bebas menentukan arah pengalaman pamerannya,” katanya.
Salah satu peserta pameran, Arzeti Azizah Afif, mengaku proses pengerjaan karya tugas akhirnya membutuhkan ketelitian tinggi, terutama dalam menyajikan informasi yang akurat tanpa menghilangkan sisi visual yang menarik.
“Untuk tantangannya sendiri lebih ke informasinya, karena harus benar-benar akurat dan juga bagaimana mengolah visualnya supaya tetap menarik,” ujarnya.
Ia pun merasa bangga karena karya yang dibuatnya dapat dipamerkan kepada publik.
“Senang banget karena ini jadi salah satu bentuk totalitas dari tugas akhir yang akhirnya bisa dilihat banyak orang,” tambahnya.
Melalui Pre Event Madfest 2026, mahasiswa tidak hanya memamerkan hasil karya, tetapi juga mengasah kesiapan menghadapi dunia kerja dan industri kreatif. Pameran ini diharapkan dapat memperluas apresiasi publik terhadap desain grafis sekaligus memperkuat posisi mahasiswa sebagai calon kreator profesional di masa depan. (qrn)














