Kanal24, Malang — Bagi pelaku UMKM, memiliki produk yang baik belum selalu berarti mudah dikenal konsumen. Di tengah semakin pentingnya media digital sebagai ruang promosi, kemampuan memperkenalkan identitas usaha secara menarik menjadi bagian dari tantangan pengembangan usaha. Persoalannya, masih ada pelaku UMKM yang belum memanfaatkan media sosial secara optimal, bahkan belum pernah mempublikasikan usaha dan produknya melalui media sosial.
Baca juga : MMD UB Kenalkan Pencegahan Zoonosis ke Warga Pagentan
Kondisi tersebut juga ditemukan mahasiswa Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya (UB) di Desa Langlang, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Melalui program “Branding Potensi UMKM Lokal melalui Promosi UMKM Berbasis Video Kreatif”, mahasiswa membantu pelaku UMKM memanfaatkan media digital sebagai sarana branding dan promosi produk pada 10–11 Juli 2026.
Program ini tidak hanya menghasilkan materi promosi, tetapi juga memberikan aset digital yang dapat digunakan kembali oleh pelaku usaha untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen. Pendekatan tersebut menjadi penting karena konten digital dapat membantu UMKM menyampaikan informasi usaha secara lebih mudah, mulai dari identitas produk hingga alamat, kontak, dan jam operasional.
Dari Potensi Lokal ke Konten Digital
Berdasarkan hasil survei awal, ditemukan bahwa meskipun masyarakat Desa Langlang menyambut baik kegiatan MMD, masih terdapat UMKM yang belum memanfaatkan media sosial secara optimal. Beberapa pelaku usaha bahkan belum pernah mempublikasikan usaha dan produknya melalui media sosial.
Kristin Damayanti Siregar selaku penanggung jawab program mengatakan, kegiatan diawali dengan pendataan dan kunjungan langsung ke lokasi UMKM. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengunjungi delapan lokasi UMKM dengan melibatkan tujuh UMKM sebagai sasaran kegiatan.
“Kami menemukan bahwa UMKM di Desa Langlang memiliki potensi produk yang beragam, tetapi masih terdapat keterbatasan dalam branding dan promosi digital. Karena itu, kami mencoba membantu mengenalkan potensi tersebut melalui video kreatif yang dapat digunakan sebagai media informasi sekaligus promosi,” ujar Kristin.

Kegiatan dilanjutkan dengan wawancara pemilik UMKM untuk mengumpulkan informasi mengenai usaha dan produk, seperti alamat, kontak, serta jam operasional. Mahasiswa juga melakukan dokumentasi produk dan lokasi serta mengambil footage sebagai bahan pembuatan video kreatif.
Informasi dan dokumentasi tersebut kemudian diolah menjadi video promosi untuk memperkenalkan identitas usaha dan produk UMKM kepada calon konsumen.
Salah satu pelaku UMKM sasaran, Murni, penjual mie ayam di Desa Langlang, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia merasa terbantu karena video yang dibuat dapat digunakan kembali untuk mempromosikan usahanya.
“Saya senang sudah dibuatkan konten video seperti ini. Nanti videonya bisa saya upload di WhatsApp sama Facebook, jadi bisa sekalian untuk promosi jualan saya,” ujar Murni.
Selain pembuatan video, mahasiswa juga membuat poster panduan promosi digital dan memberikan sosialisasi secara door to door. Pendekatan ini dilakukan karena keterbatasan waktu pemilik UMKM untuk mengikuti sosialisasi secara terpusat. Pelaku UMKM diberikan pemahaman mengenai branding, penggunaan media sosial, dan promosi produk di era digital.

Melampaui Target, Membuka Ruang Promosi Berkelanjutan
Sebagai evaluasi, pelaku UMKM diberikan kuesioner untuk mengetahui pemahaman mengenai penggunaan media sosial setelah memperoleh sosialisasi dan pendampingan. Hasil kuesioner menunjukkan skor pemahaman penggunaan media sosial berada pada tingkat relatif tinggi.
Program ini berhasil membantu 7 UMKM memperoleh video dan dokumentasi sebagai media informasi dan promosi digital. Capaian tersebut melampaui target awal minimal tiga UMKM. Video yang dibuat juga dipublikasikan melalui TikTok dan memperoleh lebih dari 300 tayangan per video, melebihi target yang telah ditentukan.
Melalui program ini, pelaku UMKM tidak hanya memperoleh konten promosi, tetapi juga dokumentasi informasi usaha berupa produk, alamat, kontak, dan jam operasional. Video yang dihasilkan diharapkan dapat terus dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk UMKM kepada masyarakat yang lebih luas.
Program “Branding Potensi UMKM Lokal melalui Promosi UMKM Berbasis Video Kreatif” menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa MMD UB dalam mendukung penguatan potensi ekonomi lokal melalui pemanfaatan media digital. Kegiatan ini juga sejalan dengan SDGs Desa Nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian program MMD UB di Desa Langlang di bawah bimbingan Rizky Fadilla Agustin Rangkuti, S.Pi., M.Si., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).














