Kanal24, Malang – Mandi pada malam hari masih menjadi kebiasaan yang sering diperdebatkan di masyarakat. Banyak orang percaya aktivitas ini dapat menyebabkan rematik, paru-paru basah, hingga asam urat. Anggapan tersebut telah berkembang selama bertahun-tahun dan masih diyakini sebagian masyarakat. Namun, berdasarkan penjelasan para ahli kesehatan, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa mandi malam secara langsung memicu penyakit-penyakit tersebut.
Secara medis, waktu seseorang mandi bukanlah faktor utama yang menentukan kondisi kesehatannya. Yang lebih berpengaruh adalah suhu air, kondisi tubuh saat mandi, serta kebiasaan menjaga kebersihan tubuh secara keseluruhan. Karena itu, mandi malam tidak perlu dihindari selama dilakukan dengan cara yang tepat.
Baca Juga:
Perlukah Anak Pakai Skincare, atau Kita yang Terlalu Khawatir?
Mitos yang Masih Dipercaya
Salah satu mitos yang paling populer adalah mandi malam dapat menyebabkan rematik. Faktanya, rematik merupakan penyakit autoimun yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sendi. Penyakit ini dipengaruhi oleh faktor genetik dan gangguan sistem imun, bukan karena seseorang mandi pada malam hari.
Meski begitu, air atau udara dingin memang dapat membuat penderita rematik merasakan nyeri sendi yang lebih berat. Kondisi inilah yang sering disalahartikan sebagai penyebab rematik, padahal suhu dingin hanya memperparah gejala yang sudah ada.
Mitos lainnya menyebut mandi malam dapat menyebabkan paru-paru basah. Dalam dunia medis, paru-paru basah atau pneumonia merupakan infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Penyakit tersebut tidak memiliki hubungan dengan kebiasaan mandi pada malam hari.
Begitu pula dengan anggapan bahwa mandi malam menyebabkan asam urat. Penyakit ini muncul akibat tingginya kadar asam urat dalam darah yang dipengaruhi pola makan tinggi purin, obesitas, konsumsi alkohol, serta faktor keturunan. Waktu mandi tidak menjadi penyebab meningkatnya kadar asam urat.
Tetap Perhatikan Kondisi Tubuh
Walaupun mandi malam tidak terbukti berbahaya, kondisi tubuh tetap perlu diperhatikan. Menggunakan air yang terlalu dingin ketika tubuh sedang kelelahan atau kurang sehat dapat membuat tubuh menggigil dan otot terasa lebih tegang. Pada bayi, lansia, maupun orang yang sedang sakit, penggunaan air hangat lebih disarankan agar suhu tubuh tetap stabil.
Selain itu, seseorang yang baru selesai beraktivitas berat sebaiknya menunggu beberapa saat hingga suhu tubuh kembali normal sebelum mandi. Langkah sederhana ini dapat membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan suhu secara lebih nyaman.
Mandi Malam Juga Punya Manfaat
Di balik berbagai mitos yang beredar, mandi malam justru memiliki sejumlah manfaat jika dilakukan dengan benar. Mandi menggunakan air hangat dapat membantu merilekskan otot setelah beraktivitas seharian, mengurangi stres, dan membuat tubuh terasa lebih nyaman menjelang tidur.
Membersihkan tubuh sebelum tidur juga membantu menghilangkan debu, keringat, serta kotoran yang menempel setelah beraktivitas di luar rumah. Kebiasaan ini dapat menjaga kebersihan kulit sekaligus meningkatkan kualitas istirahat karena tubuh terasa lebih segar.
Pada akhirnya, mandi malam bukanlah penyebab berbagai penyakit yang selama ini dipercaya masyarakat. Hingga kini, penelitian menunjukkan bahwa rematik, pneumonia, maupun asam urat memiliki penyebab medis yang tidak berkaitan dengan waktu seseorang mandi. Selama menggunakan suhu air yang sesuai dan memperhatikan kondisi tubuh, mandi malam tetap menjadi kebiasaan yang aman sekaligus bermanfaat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh. (gal)













