Kanal24, Malang – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) semakin cepat dan mulai memengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia. Di tengah kemajuan tersebut, kekhawatiran mengenai keamanan AI juga terus menjadi perhatian para pakar teknologi.
Paus Leo XIV turut menyoroti persoalan itu saat berbicara kepada wartawan di pesawat kepausan, Senin (28/9/2026). Pernyataan tersebut disampaikan dalam perjalanan kembali ke Roma setelah menyelesaikan kunjungan empat hari ke Prancis. Ia menilai kekhawatiran para ahli mengenai potensi AI berkembang di luar kendali bukanlah berita palsu dan perlu ditanggapi serius.
Baca Juga:
Dosen FIB UB Alihwahanakan Disertasi tentang Mas Malang Yuda Menjadi Film Dokumenter
Paus Leo XIV Minta Risiko AI Tidak Diabaikan
Paus Leo XIV mengatakan dirinya tidak berada dalam kondisi panik menghadapi perkembangan AI. Namun, ia menilai peringatan dari para ahli dan spesialis AI perlu mendapat perhatian.
Menurutnya, persoalan keamanan AI membutuhkan pembahasan lebih lanjut. Berbagai pihak tidak dapat hanya menganggap risiko tersebut tidak akan terjadi tanpa melakukan kajian terhadap perkembangan teknologi.
Paus Leo juga menanggapi pertanyaan mengenai langkah yang perlu dilakukan Amerika Serikat dan China untuk mencegah AI menimbulkan risiko besar bagi umat manusia.
Ia menilai persoalan tersebut merupakan hal yang perlu dibicarakan secara serius. Menurutnya, dunia perlu memahami perkembangan AI saat ini sekaligus kemungkinan yang dapat muncul pada masa mendatang.
Paus juga mendorong adanya kajian dan investigasi untuk memastikan perkembangan AI tidak mencapai tahap yang dapat membahayakan manusia. Ia menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam pembahasan tersebut.
Pandangan Paus Berbeda dengan Donald Trump
Pernyataan Paus Leo XIV muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyebut kekhawatiran mengenai bahaya AI sebagai sebuah “hoaks”.
Trump diketahui mendorong pengembangan AI dan mempertahankan posisi Amerika Serikat dalam persaingan teknologi global. Sementara itu, sejumlah tokoh industri teknologi justru telah menyampaikan kekhawatiran mengenai perkembangan AI yang berlangsung sangat cepat.
Paus Leo tidak menyebut persoalan tersebut sebagai sesuatu yang perlu ditakuti secara berlebihan. Namun, ia menilai peringatan para pakar tidak seharusnya diabaikan.
Dalam pernyataannya, Paus juga menyinggung perkembangan sistem pengamanan AI yang dilakukan perusahaan teknologi. Ia menyebut laporan mengenai Nvidia yang memperkenalkan mekanisme pengamanan atau guardrails untuk sistem AI.
Namun, Paus Leo mencatat adanya perbedaan sikap perusahaan tersebut terkait pembatasan dan regulasi pemerintah terhadap pengembangan AI. Persoalan mengenai batasan teknologi dan pengawasan pemerintah pun menjadi bagian dari perdebatan yang lebih luas.
Vatikan Dorong Dialog soal Masa Depan AI
Perhatian Paus Leo XIV terhadap AI bukan baru muncul dalam pernyataan tersebut. Sejak awal kepemimpinannya, ia telah menempatkan perkembangan teknologi dan dampaknya terhadap manusia sebagai salah satu perhatian utama.
Pada Mei 2026, Paus Leo menerbitkan ensiklik pertamanya yang membahas AI dan perlindungan terhadap manusia. Vatikan kemudian terus mendorong pembahasan mengenai perkembangan teknologi tersebut bersama berbagai pihak.
Menurut Paus Leo, pemimpin politik, pelaku industri AI, organisasi sosial, dan berbagai asosiasi perlu duduk bersama. Pembahasan itu diperlukan untuk melihat perkembangan teknologi saat ini serta kemungkinan dampaknya di masa depan.
Ia juga mendorong dialog, penelitian, dan investigasi agar AI tetap berada dalam batas yang dapat dikendalikan manusia. Upaya tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi perkembangan teknologi yang semakin kompleks.
Paus Leo tetap menyatakan optimisme bahwa solusi dapat ditemukan. Ia menilai masih terdapat banyak pihak yang serius membahas keamanan AI dan bersedia mencari jalan keluar.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa keamanan AI kini menjadi perhatian yang melampaui sektor teknologi. Perkembangan kecerdasan buatan juga menjadi bagian dari pembahasan mengenai masa depan manusia, regulasi, serta tanggung jawab berbagai pihak. (ndr)













