Kanal24, Malang – Memasuki dunia perkuliahan bukan hanya soal mengejar nilai akademik. Mahasiswa baru Universitas Brawijaya (UB) juga didorong memanfaatkan masa kuliah untuk membangun pengalaman, memperluas relasi, serta mengembangkan kemampuan melalui organisasi kemahasiswaan.
Pesan tersebut disampaikan Muhammad Azhar Zidane, Presiden Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya (EM UB), dalam rangkaian pengenalan organisasi mahasiswa pada Raja Brawijaya Candrasena 64.
Menurut Azhar, mahasiswa baru perlu mulai melihat kehidupan kampus sebagai ruang untuk berkembang secara lebih luas. Organisasi menjadi salah satu wadah yang dapat membantu mahasiswa mengasah kemampuan yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran di ruang kelas.
Baca juga:
Raja Brawijaya 2026 Kenalkan Layanan dan Pimpinan UB

Kuliah Tak Hanya Soal Akademik
Azhar mendorong mahasiswa baru agar tidak hanya menjalani rutinitas kuliah dan kemudian kembali pulang. Menurutnya, masa perkuliahan merupakan kesempatan untuk mencoba berbagai hal dan menemukan potensi diri.
Mahasiswa dapat memanfaatkan berbagai organisasi dan kegiatan kemahasiswaan yang tersedia di UB untuk memperoleh pengalaman baru sekaligus membangun kapasitas personal.
Ia menilai pengalaman berorganisasi dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa ketika nantinya menghadapi berbagai persoalan, baik dalam lingkungan kampus maupun setelah memasuki dunia profesional.
Karena itu, mahasiswa baru diharapkan tidak ragu untuk mencari ruang belajar di luar kegiatan akademik.
EM UB Buka Ruang bagi Mahasiswa Berkembang
Sebagai salah satu organisasi mahasiswa di tingkat universitas, EM UB juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam berbagai kegiatan dan program kemahasiswaan.
Azhar menyampaikan bahwa mahasiswa baru memiliki kesempatan untuk mengenal lebih jauh berbagai aktivitas yang dijalankan EM UB. Keterlibatan tersebut dapat menjadi salah satu cara bagi mahasiswa untuk membangun pengalaman selama berada di UB.
Tidak hanya bagi mahasiswa yang sejak awal sudah memiliki pengalaman organisasi, kesempatan tersebut juga terbuka bagi mahasiswa baru yang masih ingin mencari lingkungan yang sesuai dengan minat dan potensinya.
Dengan begitu, mahasiswa dapat mencoba berbagai peran sekaligus menemukan kemampuan yang ingin dikembangkan selama menjalani perkuliahan.
Jangan Jadi “Bunga yang Layu”
Azhar memberikan pesan khusus kepada mahasiswa baru agar tidak melewatkan kesempatan selama menjadi bagian dari UB.
Mahasiswa diharapkan berani mencoba, aktif mencari pengalaman, dan tidak membatasi diri hanya pada kegiatan akademik.
Ia mengibaratkan mahasiswa yang tidak memanfaatkan kesempatan berkembang selama kuliah seperti “bunga yang layu”—memiliki potensi, tetapi tidak berkembang karena tidak dimanfaatkan dengan baik.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi mahasiswa baru bahwa perjalanan di perguruan tinggi bukan hanya tentang menyelesaikan studi, tetapi juga tentang membangun karakter, pengalaman, jaringan, dan kemampuan yang akan menjadi bekal setelah lulus.
Melalui pengenalan organisasi mahasiswa dalam rangkaian Raja Brawijaya Candrasena 64, mahasiswa baru UB diharapkan mulai melihat berbagai pilihan ruang pengembangan diri yang tersedia di kampus.
Bagi mahasiswa baru, masa perkuliahan baru saja dimulai. Empat tahun ke depan dapat menjadi ruang untuk belajar sebanyak mungkin, mencoba berbagai pengalaman, sekaligus menemukan versi terbaik dari diri mereka. (nid)














