Kanal24, Malang – Perubahan perilaku dan emosi mahasiswa dapat menjadi tanda awal bahwa mereka membutuhkan perhatian dan dukungan psikologis. Di lingkungan perguruan tinggi, dosen pembimbing akademik berperan penting dalam mengenali perubahan tersebut, mendengarkan keluhan mahasiswa, dan membantu mereka memperoleh layanan yang sesuai.
Psikolog Klinis Subdirektorat Konseling Universitas Brawijaya (UB), Ahmad Syafiin, S.Psi., M.Psi., memperkenalkan pendekatan Psychological First Aid (PFA) melalui metode 3L dalam kegiatan Sosialisasi Pertor Kekerasan, Kode Etik, dan Kesehatan Mental Mahasiswa dan Dosen serta Penguatan Peran Dosen Pembimbing Akademik dan Konselor Sebaya FAST UB, Selasa (13/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 8 Gedung V Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan (FAST) UB tersebut menekankan pentingnya respons awal terhadap kebutuhan psikologis mahasiswa.
Baca Juga:
FAST UB Terapkan Kurikulum Baru, Publikasi Mahasiswa Diperkuat
Mengenali Perubahan Kondisi Mahasiswa
Ahmad menjelaskan bahwa dosen perlu memahami kondisi psikologis mahasiswa agar dapat memberikan respons awal ketika menemukan perubahan yang membutuhkan perhatian. Pengamatan dapat mencakup perubahan perilaku, emosi, ekspresi wajah, cara berbicara, hingga aspek kognitif.
Menurutnya, pengamatan awal membantu dosen mengenali kemungkinan kebutuhan dukungan. Namun, perubahan tersebut tidak serta-merta menjadi dasar untuk menyimpulkan kondisi psikologis seseorang. Dosen perlu membangun komunikasi yang terbuka dan memahami kapan mahasiswa membutuhkan bantuan profesional.

“Cara-caranya dengan melakukan screening awal terhadap mahasiswa ketika mereka menunjukkan perubahan perilaku, perubahan emosi, perubahan mimik wajah, omongan, kognitif, dan sebagainya,” jelas Ahmad.
Pendekatan ini menempatkan dosen pembimbing akademik sebagai salah satu pihak yang dapat mengenali kebutuhan mahasiswa sejak awal. Dengan komunikasi yang tepat, mahasiswa diharapkan lebih mudah menyampaikan persoalan yang memengaruhi aktivitas perkuliahan maupun kesehariannya.
Metode 3L untuk Dukungan Awal Psikologis
Dalam pemaparannya, Ahmad menjelaskan Psychological First Aid (PFA) sebagai dukungan awal psikologis yang dapat dilakukan dosen penasihat akademik. Pendekatan tersebut menggunakan metode 3L, yaitu Look, Listen, dan Link.
Look berarti mengamati kondisi mahasiswa dan memperhatikan perubahan yang terlihat. Tahap ini membantu dosen mengenali situasi yang mungkin membutuhkan perhatian lebih lanjut.
Listen berarti mendengarkan kebutuhan dan keluhan mahasiswa. Dosen perlu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berbicara tanpa menghakimi atau memaksakan mereka menceritakan hal yang belum siap disampaikan.
Sementara itu, Link berarti menghubungkan mahasiswa dengan dukungan atau layanan yang sesuai. Jika persoalan membutuhkan penanganan lebih lanjut, mahasiswa dapat diarahkan kepada tenaga profesional melalui layanan konseling.
Ahmad menjelaskan bahwa PFA menjadi salah satu pendekatan awal yang dapat diterapkan dalam pendampingan mahasiswa. Meski demikian, dukungan awal tersebut tidak menggantikan pemeriksaan maupun penanganan oleh tenaga profesional ketika diperlukan.
Kesehatan Mental Mendukung Keberhasilan Akademik
Ahmad menilai kesehatan mental perlu mendapat perhatian seiring dengan pengembangan kemampuan akademik dan keterampilan mahasiswa. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak cukup hanya dilihat dari penguasaan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga perlu mempertimbangkan kondisi psikologis individu.
“Karena buat apa hard skill-nya bagus, soft skill-nya bagus, kalau mahasiswa atau individu tersebut tidak sehat mental, akhirnya semua tidak ada artinya apa-apa,” tegasnya.
Ia berharap penguatan pemahaman mengenai PFA dapat mendukung program prioritas rektor dalam mewujudkan kampus sehat mental. Peran dosen pembimbing akademik dan tenaga kependidikan dinilai penting untuk memastikan mahasiswa memperoleh respons awal yang sesuai dengan kebutuhannya.
Upaya tersebut juga memerlukan keterlibatan konselor sebaya dan layanan konseling profesional. Kolaborasi berbagai pihak diharapkan membantu mahasiswa mendapatkan dukungan yang tepat ketika menghadapi persoalan psikologis.
Melalui pengenalan metode 3L, dosen diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik dalam mengamati, mendengarkan, dan menghubungkan mahasiswa dengan bantuan yang dibutuhkan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kampus yang mendukung kesehatan mental sekaligus keberhasilan akademik mahasiswa. (ndr)













