Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Jebakan FOMO dan Doom Spending, Gen Z Perlu Terapkan Strategi Keuangan Sehat

Einid Shandy by Einid Shandy
October 14, 2026
in Ekonomi
0
Jebakan FOMO dan Doom Spending, Gen Z Perlu Terapkan Strategi Keuangan Sehat

Jebakan FOMO dan Doom Spending, Gen Z Perlu Terapkan Strategi Keuangan Sehat (*)

2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Kebiasaan mengikuti tren di media sosial dan keinginan untuk menikmati hidup dapat menjadi tantangan tersendiri bagi Generasi Z (Gen Z) dalam mengelola keuangan. Dorongan membeli barang, menghadiri konser, hingga melakukan perjalanan demi mengikuti lingkungan pertemanan berpotensi memicu perilaku belanja impulsif atau doom spending.

Fenomena ini tidak selalu berakar pada rendahnya pemahaman tentang keuangan. Tekanan sosial, rasa takut tertinggal dari tren (fear of missing out/FOMO), serta keinginan memperoleh kepuasan instan turut memengaruhi keputusan seseorang dalam menggunakan uang. Karena itu, kemampuan mengendalikan diri menjadi salah satu kunci untuk menjaga kesehatan finansial.

Kepala Direktorat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Andi Muhammad Yusuf, menjelaskan bahwa perilaku FOMO dan you only live once (YOLO) dapat muncul karena pengaruh lingkungan dan keinginan untuk tidak tertinggal dari orang lain.

Baca juga:
Psikolog UB Kenalkan Metode 3L untuk Dampingi Kesehatan Mental Mahasiswa

FOMO dan Doom Spending (*)

“Bisa jadi karena ada tekanan dari lingkungan, ingin ikut tren, tidak ingin ketinggalan dari teman-teman yang lain,” ujar Yusuf dalam peluncuran buku Dear Money, We Need to Talk di Perpustakaan Habibie & Ainun, Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Director of Business BCA Digital, Duardi Prihandiko, menilai akses terhadap pengetahuan keuangan kini semakin terbuka. Namun, pengetahuan tersebut perlu didukung perangkat dan kebiasaan yang membantu seseorang mengambil keputusan finansial secara lebih terarah.

Sementara itu, Head of Brand Experience & Community BCA Digital, Rudini Triyadi, menyoroti pentingnya pengendalian diri dalam mengatur pengeluaran. Menurutnya, tantangan terbesar bukan semata-mata memahami pentingnya menabung, melainkan menahan dorongan untuk membelanjakan uang.

Mengenali FOMO dan Doom Spending

FOMO merupakan perasaan takut tertinggal dari pengalaman, aktivitas, atau tren yang diikuti orang lain. Dalam konteks keuangan, kondisi ini dapat mendorong seseorang membeli barang atau mengeluarkan uang bukan karena kebutuhan, melainkan karena ingin tetap terhubung dengan lingkungan sosialnya.

Sementara itu, doom spending menggambarkan kecenderungan membelanjakan uang secara berlebihan sebagai respons terhadap tekanan emosional, kecemasan, atau ketidakpastian mengenai masa depan. Belanja dapat memberikan kepuasan sesaat, tetapi tanpa perencanaan berisiko mengganggu kebutuhan utama dan target keuangan jangka panjang.

Keduanya dapat saling berkaitan. Paparan gaya hidup di media sosial bisa memunculkan keinginan untuk mengikuti tren, sedangkan tekanan emosional dapat membuat seseorang mencari pelarian melalui aktivitas konsumsi.

Pengeluaran untuk rekreasi dan hiburan tetap dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang sehat. Namun, pengeluaran tersebut perlu disesuaikan dengan kemampuan finansial agar tidak mengorbankan kebutuhan pokok, tabungan, maupun kewajiban lainnya.

Rudini mengingatkan bahwa keinginan menikmati hiburan perlu disertai perhitungan yang matang. Ketika dana yang tersedia belum mencukupi, seseorang perlu menunda pengeluaran hingga kondisi keuangannya memungkinkan.

Terapkan Prinsip Legal dan Logis Sebelum Bertransaksi

Untuk menghindari keputusan finansial yang merugikan, Yusuf mengingatkan masyarakat agar menerapkan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, sebelum melakukan transaksi.

Prinsip legal mengarahkan masyarakat untuk memeriksa legalitas produk, layanan, atau pihak yang menawarkan transaksi. Sementara itu, prinsip logis mengajak masyarakat menilai kewajaran penawaran, potensi keuntungan, serta risiko yang mungkin muncul.

Kewaspadaan tersebut penting di tengah kemudahan transaksi digital. Kecepatan pembayaran melalui aplikasi dapat membuat keputusan pembelian berlangsung spontan, sedangkan penawaran yang terlihat menarik belum tentu sesuai dengan kebutuhan atau kemampuan finansial.

Yusuf juga menyoroti peran Indonesia Anti-Scam Center yang dibentuk OJK bersama kementerian dan lembaga terkait dalam upaya melindungi masyarakat dari penipuan keuangan.

Literasi keuangan karena itu tidak cukup berhenti pada kemampuan mengenali produk tabungan dan investasi. Masyarakat juga perlu membangun kebiasaan memeriksa informasi, mempertimbangkan risiko, dan mengendalikan keputusan sebelum mengeluarkan uang.

Atur Penghasilan dengan Formula 10-20-30-40

Sebagai salah satu acuan mengelola keuangan, Yusuf membagikan formula alokasi penghasilan 10-20-30-40 yang dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.

Formula tersebut membagi penghasilan ke dalam empat pos utama. Sebanyak 10 persen dialokasikan untuk liburan, gaya hidup, zakat, atau kegiatan sosial; 20 persen untuk investasi dan tabungan; maksimal 30 persen untuk cicilan produktif; serta 40 persen untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari.

Pembagian ini dapat membantu seseorang menetapkan batas pengeluaran dan menentukan prioritas sejak menerima penghasilan. Dengan alokasi yang jelas, kebutuhan pokok dan tabungan diharapkan tidak tergerus oleh pembelian spontan atau keinginan mengikuti tren.

Meski demikian, formula tersebut bukan aturan yang mutlak untuk semua orang. Besaran alokasi perlu mempertimbangkan pendapatan, tanggungan keluarga, biaya hidup, serta kewajiban finansial masing-masing.

Yusuf juga mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan utang untuk membiayai hiburan yang sebenarnya belum mampu dijangkau.

Mengelola keuangan secara sehat pada akhirnya bukan berarti menghilangkan seluruh pengeluaran untuk kesenangan. Hal yang lebih penting adalah memastikan setiap keputusan belanja dibuat secara sadar, sesuai kemampuan, dan tidak mengorbankan kebutuhan masa depan. (nid)

Post Views: 27
Tags: BCA Digitaldoom spendingFomoGaya Hidupgen zInvestasiKANAL24kanal24.co.idkesehatan finansialkeuangan pribadiLiterasi KeuanganMenabungOjkpengelolaan keuanganuniversitas brawijaya
Previous Post

HPV Bukan Kiamat: Mencegah Kanker Serviks Sebelum Gejala Datang

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Jebakan FOMO dan Doom Spending, Gen Z Perlu Terapkan Strategi Keuangan Sehat

Jebakan FOMO dan Doom Spending, Gen Z Perlu Terapkan Strategi Keuangan Sehat

October 14, 2026
HPV Bukan Kiamat: Mencegah Kanker Serviks Sebelum Gejala Datang

HPV Bukan Kiamat: Mencegah Kanker Serviks Sebelum Gejala Datang

October 14, 2026
Suahasil Tegaskan Defisit APBN Maksimal 3 Persen, Kredibilitas Fiskal Jadi Sorotan

Suahasil Tegaskan Defisit APBN Maksimal 3 Persen, Kredibilitas Fiskal Jadi Sorotan

October 14, 2026
Asap Karhutla Meluas hingga Malaysia dan Singapura, Kualitas Udara Jadi Sorotan

Asap Karhutla Meluas hingga Malaysia dan Singapura, Kualitas Udara Jadi Sorotan

October 14, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025