Kanal24, Malang – Bank sentral menargetkan lonjakan signifikan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) hingga menembus 150 miliar transaksi per hari pada 2030. Target ambisius tersebut ditegaskan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam forum peluncuran dan penguatan inovasi sistem pembayaran digital di Jakarta, baru-baru ini.
Menurut Perry, QRIS telah menjadi tulang punggung transformasi pembayaran ritel nasional. Ia menyampaikan bahwa akselerasi digitalisasi ekonomi mendorong pertumbuhan transaksi non-tunai secara eksponensial, terutama di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Karena itu, Bank Indonesia menyiapkan peta jalan jangka panjang agar QRIS mampu menopang kebutuhan transaksi masyarakat yang kian masif dan real time.
Target 150 miliar transaksi per hari merupakan bagian dari visi besar sistem pembayaran Indonesia 2030. Angka tersebut dinilai realistis seiring penetrasi ponsel pintar yang terus meningkat, perluasan jaringan internet, serta semakin tingginya literasi keuangan digital masyarakat.
Baca juga:
Konektivitas Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Berkelanjutan
Pertumbuhan Pesat Sejak Diluncurkan
Sejak resmi diluncurkan pada 17 Agustus 2019, QRIS mencatat pertumbuhan yang konsisten. Dalam kurun waktu kurang dari tujuh tahun, jumlah pengguna telah mencapai puluhan juta orang dan jumlah merchant menembus jutaan titik di seluruh Indonesia. QRIS menyatukan berbagai kode QR dari penyelenggara jasa sistem pembayaran dalam satu standar nasional sehingga memudahkan konsumen dan pedagang.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan volume transaksi QRIS meningkat signifikan setiap tahun, bahkan mencatat lonjakan dua digit. Pertumbuhan ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga merambah daerah, termasuk pasar tradisional, pedagang kaki lima, hingga sektor transportasi dan pariwisata.
Perry menegaskan, kemudahan, kecepatan, dan efisiensi biaya menjadi faktor utama yang mendorong adopsi luas QRIS. Dengan satu kode QR, pedagang tidak perlu lagi menyediakan banyak kanal pembayaran berbeda. Sementara konsumen cukup menggunakan aplikasi pembayaran digital yang terhubung dengan sistem perbankan atau dompet elektronik.
Dorong Inklusi dan Digitalisasi UMKM
Bank Indonesia menilai QRIS berperan penting dalam memperluas inklusi keuangan. Melalui sistem ini, pelaku UMKM yang sebelumnya belum tersentuh layanan keuangan formal kini dapat terhubung dengan ekosistem digital. Transaksi yang tercatat secara elektronik juga mempermudah akses pembiayaan karena memiliki rekam jejak keuangan.
Transformasi ini sejalan dengan agenda nasional penguatan ekonomi digital. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang, didorong oleh pertumbuhan e-commerce, layanan keuangan digital, dan adopsi pembayaran non-tunai.
Selain itu, QRIS juga berkontribusi terhadap efisiensi pengelolaan uang kartal. Pengurangan transaksi tunai dinilai mampu menekan biaya distribusi dan pengolahan uang fisik, sekaligus meningkatkan transparansi transaksi.
Ekspansi Lintas Negara dan Inovasi Baru
Tidak hanya fokus di dalam negeri, Bank Indonesia juga memperluas penggunaan QRIS melalui kerja sama pembayaran lintas batas. Saat ini, interoperabilitas QRIS telah terhubung dengan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara dan terus dikembangkan untuk memperluas jangkauan transaksi wisatawan maupun pelaku usaha.
Ke depan, Bank Indonesia juga mengembangkan inovasi seperti QRIS berbasis Near Field Communication (NFC) atau QRIS Tap, yang memungkinkan transaksi lebih cepat tanpa perlu memindai kode secara manual. Inovasi tersebut diharapkan mampu mendukung kebutuhan transaksi di sektor transportasi publik dan layanan dengan mobilitas tinggi.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Otoritas moneter menekankan pentingnya penguatan keamanan siber, perlindungan data konsumen, serta peningkatan literasi digital masyarakat agar pertumbuhan transaksi tidak diikuti risiko penyalahgunaan.
Dengan strategi penguatan infrastruktur, regulasi adaptif, dan kolaborasi lintas industri, Bank Indonesia optimistis target 150 miliar transaksi per hari pada 2030 dapat tercapai. Jika terealisasi, capaian tersebut tidak hanya menegaskan posisi QRIS sebagai standar pembayaran nasional, tetapi juga sebagai fondasi utama ekosistem ekonomi digital Indonesia di tingkat global. (nid)














