Tahun Ini Jalur Kereta Trans Sulawesi Siap Beroperasi

KANAL24 -2021-03-12, 10:00:00 WIB 252 kali

Ilustrasi (sulselprov)

KANAL24, Makassar- Pembangunan sistem persinyalan dan telekomunikasi jalur kereta api Tanete Rilau-Palanro dan Mandai-Mandalle Lintas Makassar-Parepare oleh Kementerian Perhubungan RI diperkirakan selesai pada tahun 2021 ini. Jalur tersebut terdiri dari Tanete Rilau-Palanro di lintasan sepanjang 42,8 km dan Mandai-Mandalle sepanjang 59,6 km, atau total sepanjang 102,4 km.

Direktur Strategi Bisnis & Portofolio PT Len Industri (Persero), Linus Andor Mulana Sijabat menjelaskan ini adalah proyek mainline (jalur utama) KA pertama di Indonesia yang menggunakan Standard Gauge 1.435 mm. Jalur ini juga merupakan proyek pertama Trans Sulawesi.

"Proses pengetesan pertama sistem persinyalan di Stasiun Tanete Rilau yang kita bangun bersama Kementerian Perhubungan di Trans-Sulawesi Jalur Makassar-Parepare sudah dilakukan. Pengetesan dilakukan bersama konsultan supervisi dan PPK Pengembangan Perkeretaapian Pangkep-Barru pada tanggal 3,4,8 dan 9 Maret 2021 ini. Meskipun dalam kondisi pandemi yang berat saat memulai tahun 2021, tapi kita tetap bisa menyelesaikan Proyek Strategis Nasional ini tepat waktu dengan memanfaatkan software remote monitoring. Syukur dan puji kepada Tuhan YME," kata Linus di Jakarta melalui IDX Channel, Kamis (11/3/2021).

Progres pengerjaan Jalur Tanete Rilau-Palanro sudah mencapai 96,21% per tanggal 28 Februari lalu setelah melalui supervisi konsultan di lapangan, menyisakan pekerjaan akses jalan dan penataan track. Tahap selanjutnya adalah tescom (testing and commissioning) bersama Kementerian Perhubungan yang akan dilakukan pada tanggal 16-20 Maret 2021 mendatang. 

Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan mempercayakan pembangunan jalur Tanete Rilau-Palanro kepada PT Len Industri dan Jalur Mandai-Mandalle oleh PT Len Railway Systems (anak perusahaan PT Len Industri) sejak Desember 2019.

“Akhir tahun lalu ada penambahan pekerjaan dari Kementerian Perhubungan untuk memastikan beroperasinya sistem perkeretaapian Makassar-Parepare secara optimal, maka dilakukan addendum perpanjangan waktu dari asalnya selesai pada tanggal 31 Desember 2020 menjadi selesai pada tanggal 31 Maret 2021. Pekerjaan tambahannya berupa pekerjaan penataan track dan stasiun serta penambahan pengadaan dan pemasangan point machine di track,” ujar Linus.

Pimpinan Proyek Jalur Tanete Rilau-Palanro PT Len Industri  Beni Rahadian menambahkan
Kontrak pengerjaan awalnya ditargetkan selesai akhir tahun 2020, namun kami mendapatkan addendum perpanjangan waktu kontrak kerja hingga 31 Maret 2021 karena pekerjaan tambahan dari Dirjen Perkeretaapian Kemenhub. 

"Sejauh ini dari semua paket pekerjaan sampai 28 Februari sudah 96,21% dilaksanakan dan berhasil memenuhi harapan dan target dari Kementerian, Kabalai, Satker," katanya 

Jalur kereta api Tanete Rilau-Palanro dan Mandai-Mandalle merupakan bagian dari Lintas Makassar-Parepare. Di mana Lintas Makassar-Parepare merupakan tahap pertama pembangunan jaringan kereta api pertama Trans-Sulawesi. Pembangunan Trans-Sulawesi dapat menghubungkan perkotaan atau wilayah yang memiliki potensi angkutan penumpang, barang, atau komoditas berskala besar, berkecepatan tinggi dan konsumsi energi tetap rendah. Trans-Sulawesi juga mendukung perkembangan perkotaan terpadu melalui integrasi perkotaan di wilayah pesisir, baik industri maupun pariwisata, serta agropolitan baik kehutanan, pertanian maupun perkebunan. 

Jalur Makassar-Parepare sebagai bagian dari Trans-Sulawesi menggunakan desain yang berbeda dengan yang ada di Jawa maupun Sumatera. Antara lain lebar rel atau standard gauge yang digunakan berukuran 1.435 mm sehingga memungkinkan kecepatan maksimal dapat mencapai 160 km/jam dengan realisasi kecepatan 120 km/jam. Berbeda dengan sebagian besar jalur yang ada di Jawa dan Sumatera yang menggunakan lebar rel 1.067 mm dengan kecepatan maksimal kereta mencapai 90-100 km/jam.

Sebagian jalur Tanete Rilau-Palanro Lintas Makassar-Parepare dibangun di atas sawah di mana elevasi ketinggian timbunan lahannya mencapai 2 hingga 7 meter.
Jalur kereta api Tanete Rilau-Palanro dan Mandai-Mandalle Lintas Makassar-Parepare melintasi 4 stasiun besar, yaitu Maros, Pangkajene, Tanete Rilau, Barru serta 8 stasiun kecil yaitu Mandai, Rammang-Rammang, Labakkang, Ma’rang, Mandalle, Takalasi, Mangkoso, Palanro. Jalur tersebut juga memiliki 1 CTS (Centralized Traffic Supervisory), Depo dan Balai Yasa yang berada di Maros.(sdk)

kanal24.co.id proyek strategis nasional trans sulawesi jalur kereta api
Popular

KANAL24 - 2020-05-03 36049 kali

COVID-19 DAN FITNAH AKHIR ZAMAN

KANAL24 - 2020-02-27 29492 kali

AYAT-AYAT KREATIFITAS DAN INOVASI PELAYANAN

KANAL24 - 2019-07-04 26949 kali

Tujuh Istilah Populer Dalam Tinju

KANAL24 - 2019-06-29 23183 kali

20 Istilah Basket Yang Perlu Diketahui

KANAL24 - 2019-08-14 20064 kali

Kenali 10 Istilah Dalam Pramuka