Kanal24, Malang – Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), termasuk mempertahankan defisit anggaran maksimal 3 persen dari produk domestik bruto (PDB). Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Grup Bank Dunia Ajay Banga di Bangkok, Thailand, Selasa (13/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Suahasil juga menegaskan komitmen menjaga rasio utang pemerintah pada batas 60 persen terhadap PDB. Pemerintah menempatkan disiplin fiskal sebagai bagian penting dalam mempertahankan kredibilitas ekonomi nasional, sekaligus memastikan anggaran tetap mendukung prioritas pembangunan di tengah dinamika ekonomi global.
Baca juga:
FH UB Dorong Pendekatan Sosio-Legal untuk Kaji Kejahatan Transnasional

Kredibilitas Fiskal Jadi Landasan Pengelolaan APBN
Suahasil menyebut kredibilitas sebagai aset utama pemerintah dalam mengelola keuangan negara. Karena itu, pemerintah menegaskan kembali komitmen menjaga defisit anggaran dan rasio utang sesuai batas yang menjadi acuan pengelolaan fiskal.
“Satu-satunya mata uang yang kami miliki adalah kredibilitas. Karena itu, kami ingin menjaga kredibilitas kami dan menegaskan kembali komitmen terhadap defisit anggaran 3 persen serta rasio utang 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB),” ujar Suahasil dalam keterangan pers yang dikutip Liputan6, Selasa (13/10/2026).
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan terhadap pengelolaan keuangan negara. Di sisi lain, pemerintah juga menghadapi kebutuhan pembiayaan untuk menjalankan berbagai program pembangunan dan menjaga pertumbuhan ekonomi.
APBN Tetap Diarahkan untuk Prioritas Pembangunan
Suahasil menjelaskan, kebijakan fiskal Indonesia diarahkan untuk menopang sejumlah prioritas pemerintah. Fokusnya mencakup penguatan ketahanan pangan dan energi, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor kesehatan dan pendidikan, serta pengembangan usaha kecil dan menengah.
Pemerintah juga mendorong hilirisasi sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Melalui langkah tersebut, pengelolaan sumber daya diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia.
Tantangannya adalah memastikan berbagai prioritas tersebut berjalan seiring dengan disiplin anggaran. Pengelolaan APBN perlu mempertimbangkan kebutuhan pembangunan sekaligus menjaga keberlanjutan fiskal agar pembiayaan program pemerintah tidak mengabaikan stabilitas ekonomi.
Bank Dunia Dukung Pendalaman Sektor Keuangan
Dalam pertemuan bilateral tersebut, Suahasil turut menyoroti pentingnya pendalaman sektor keuangan dan penciptaan lapangan kerja dengan nilai tambah lebih tinggi. Pemerintah mendorong pengembangan sektor keuangan secara terpadu agar akses masyarakat terhadap layanan keuangan meningkat tanpa mengabaikan stabilitas ekonomi.
Kementerian Keuangan menyebut Grup Bank Dunia menyambut baik agenda tersebut. Dukungan yang dibahas mencakup bantuan teknis untuk memperdalam pasar modal domestik serta mendorong hilirisasi sumber daya alam.
Pertemuan itu berlangsung di sela-sela agenda Menteri Keuangan ASEAN bersama Presiden Grup Bank Dunia Ajay Banga di Bangkok. Dalam kesempatan yang sama, Suahasil juga menyoroti prospek ekonomi ASEAN yang dinilai memiliki potensi di tengah dinamika perekonomian global.
Penegasan komitmen defisit APBN maksimal 3 persen menunjukkan pentingnya menjaga keseimbangan antara disiplin fiskal dan kebutuhan pembangunan. Konsistensi pelaksanaannya akan menjadi bagian penting dalam memastikan anggaran negara tetap kredibel sekaligus mampu mendukung kepentingan masyarakat.














