Kanal24, Malang – Riset mikroplastik pada ikan tongkol yang dilakukan Universitas Brawijaya (UB) memasuki tahap penguatan metodologi. Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UB, menggandeng Pusat Riset Lingkungan dan Teknologi Bersih Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat kajian pengendalian pencemaran lingkungan.
Kolaborasi tersebut dilakukan melalui kunjungan akademik tim Teknik Lingkungan UB ke Pusat Riset Lingkungan dan Teknologi Bersih BRIN pada 28 Juli 2026. Kegiatan menjadi bagian dari program Join Research and Publication (JRP) skema Dosen Berkarya UB 2026.
Kunjungan ini diarahkan untuk mengeksplorasi inovasi teknologi pengendalian pencemaran sekaligus memperkuat kolaborasi riset antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional.
Baca juga:
Sekali Klik Bisa Jadi Pintu Masuk Radikalisme, Ini Peringatan Polisi
Bahas Riset Mikroplastik pada Ikan Tongkol

Tim UB dalam kegiatan tersebut terdiri atas Dr. Kiki Gustinasari, ST., selaku ketua pelaksana, bersama Fajri Anugroho, STP., M.Agr., Ph.D., dan Novia Lusiana, S.TP., M.Si., Ph.D.
Rombongan diterima Kepala Pusat Riset Lingkungan dan Teknologi Bersih BRIN, Dr. Eng. Ario Betha Juanssilfero, M.Sc., bersama peneliti senior Dr. Hanies Ambarsari, B.Sc., M.Appl.Sc., Ph.D.
Kolaborasi UB dan BRIN turut dijembatani Ir. Setyo Budi Kurniawan, S.T., M.T., M.BA., Ph.D., peneliti Pusat Riset Lingkungan dan Teknologi Bersih BRIN yang memiliki rekam jejak penelitian di bidang pengolahan air limbah, bioaugmentasi, constructed wetland, circular bioeconomy, dan fitoteknologi.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak mendiskusikan berbagai inovasi teknologi pengendalian pencemaran yang dikembangkan BRIN, termasuk teknologi bersih dan metode pemantauan pencemar lingkungan.
Pembahasan juga diarahkan pada penguatan metodologi dan interpretasi data dalam kajian tim UB berjudul Anatomical Distribution and Polymer Identification of Microplastics in Bullet Tuna (Auxis rochei) Sold at a Traditional Market, Malang City, Indonesia.
Hasil awal kajian menunjukkan adanya mikroplastik pada daging ikan tongkol yang dijual di pasar tradisional Kota Malang.
Kolaborasi dengan BRIN diharapkan dapat meningkatkan kualitas interpretasi data sekaligus memperkuat kontribusi ilmiah penelitian sebelum dikembangkan menjadi artikel untuk jurnal internasional terindeks Scopus.
Ditandai dengan Implementation Agreement
Penguatan kerja sama UB dan BRIN turut ditandai dengan pertukaran cinderamata antarkedua institusi. Fajri Anugroho mewakili UB menyerahkan cinderamata kepada Dr. Eng. Ario Betha Juanssilfero selaku Kepala Pusat Riset Lingkungan dan Teknologi Bersih BRIN. Penyerahan tersebut kemudian dibalas dengan plakat BRIN kepada tim UB.
Momentum penting lainnya adalah penandatanganan dokumen Implementation Agreement (IA) antara Universitas Brawijaya dan BRIN.
Dokumen tersebut ditandatangani Dr. Kiki Gustinasari selaku Ketua Pelaksana UB dan Ir. Setyo Budi Kurniawan sebagai peneliti BRIN. IA menjadi landasan formal bagi keberlanjutan kolaborasi riset antara Program Studi Teknik Lingkungan UB dan Pusat Riset Lingkungan dan Teknologi Bersih BRIN, khususnya di bidang teknologi pengendalian pencemaran.

Rangkaian kunjungan kemudian ditutup dengan jamuan makan bersama yang dihadiri tim UB dan tuan rumah dari BRIN sebagai bagian dari penguatan komunikasi dan silaturahmi antarkedua institusi.
Dorong Riset Lingkungan dan SDGs
Kolaborasi UB-BRIN ini menjadi salah satu bentuk kontribusi UB dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak serta SDG 14 tentang Ekosistem Lautan.
Penguatan riset pengendalian pencemaran lingkungan perairan tersebut juga sejalan dengan upaya pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya IKU 3 mengenai dosen berkegiatan di luar kampus dan IKU 5 mengenai hasil kerja dosen yang mendapat rekognisi serta dimanfaatkan oleh masyarakat.
Ke depan, kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi kerja sama jangka panjang antara Program Studi Teknik Lingkungan UB dan BRIN dalam pengembangan teknologi pengendalian pencemaran, pemantauan kualitas lingkungan, serta teknologi bersih di Indonesia. (nid)













